Saya terpikir ide menulis tentang wanita sukses selalu kesepian ketika tidak sengaja menemukan sebuah artikel dari situs lain. Saking banyaknya pencarian, hampir setiap website pemburu Adsense membuat artikel serupa dengan poin-poin yang nyaris mirip semua. Jadi, saya mau jawab dari sudut pandang sendiri. 

Kalau dibilang sukses sih, nggak. Hidup saya saat ini terbilang pas-pasan. Tapi saya pernah merasakan ketika berjaya, katakanlah saya pernah berkecukupan dan merasa kesepian. Maka inilah jawaban saya untuk setiap poin. 


Karena Terlalu Sibuk

Wanita yang berambisi mengejar target dalam karir cenderung bertemu dengan orang yang sama setiap harinya. Jarang bertemu dengan orang baru, sehingga kesempatan untuk berkencan pun semakin kecil. 

Saya setuju dengan poin ini. Dulu waktu bisnis saya sedang berjaya, setiap hari cuma mengurus karyawan. Setelah tugas saya selesai, saya menghadiri undangan seminar. Terkadang harus ke bank. Mana sempet ketemuan sama cowok baru.

Seperti Cha So Hyun yang menikahi Jung Woo Seok untuk kepentingan politik, saya menikahi anak dari investor pada tahun 2015. Pernikahan saya berlangsung selama 4 tahun, saya membubarkan tim lalu bercerai. 

Tahun 2020 saya memulai karir sebagai penulis lepas atau content writer. Sampai saat ini pun, saya masih dibayang-bayangi oleh kemungkinan apakah bisnis saya masih bisa dihidupkan kembali atau tidak. 

Namun, keseharian saya sebagai penulis membuat saya tidak pernah keluar. Semua sudah tersedia di dalam sini, untuk apa keluar jika negara ini sudah tidak aman? Kantorku, istanaku. Disinilah tempatku sekarang.


Karena Terlalu Pemilih


Wanita yang sudah bisa mandiri membiayai hidupnya, cenderung tidak membutuhkan siapa pun untuk bisa bahagia. 


Saya kurang setuju dengan poin ini. Sebagai wanita lajang, saya bisa menghidupi diri sendiri walaupun kadang sedih tak ada duit buat beli produk kecantikan

Dulu ketika bisnis saya masih berjalan lancar, saya jarang mengeluh soal uang. Tapi tetap saja saya kesepian karena merasa hampa, ingin berbagi dengan seseorang tapi bingung mau sama siapa. 

Standar saya gak terlalu tinggi, saya juga nggak suka hal-hal rumit. Pria yang berani mengajak saya berkencan, selama dia berstatus lajang dan saya tertarik, maka lansung saya temui.

Kalau sekarang, mungkin standar saya agak berbeda. Setelah bercerai saya cenderung berhati-hati memilih pria. Jangan sampai ada skandal di kantor. Karena jika itu tidak berhasil, maka kamu harus bertemu dengan mantan setelah putus. Membayangkannya saja sudah bikin saya mau muntah.


Karena Terlalu Dominan


Wanita tangguh memiliki sifat-sifat maskulin yang membuat pria menjadi bosan dengannya. Pria itu kodratnya memimpin, sedangkan wanita harus mau dipimpin. 


Ketika wanita lebih berkuasa dalam hubungan, maka hubungan itu tidak berjalan dengan baik atau seringkali menjadi toksik bagi keduanya. Fenomena susis (suami sieun istri) adalah contoh hubungan toksik menurut saya.

Saya tidak setuju dengan poin ini. Ada masa-masa dimana saya membantah opini pasangan yang tidak sepaham, tapi selama hubungan berlangsung, saya sangat penurut dan setia. 

Baik sebagai pebisnis atau penulis, saya suka menjadi jinak. Terlebih lagi ketika pasangan membebaskan saya menulis atau mengajak saya liburan, maka semua keinginannya saya turuti. 

Saya mencuci pakaian pagi-pagi sekali agar semua pekerjaan bisa selesai jam 3 sore. Saya menyiapkan ransel siap siaga untuk pergi bersamanya kapanpun. Saya menjadi asisten, sekretaris, sekaligus temannya di waktu senggang. Itu adalah contoh sifat penurut yang saya miliki. 

---------

Kesimpulannya, tidak semua wanita sukses selalu kesepian. Justru ketika wanita benar-benar sukses secara finansial dan sosial, dia berkesempatan untuk menarik pria-pria berkualitas mendekatinya. 

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak semua orang terutama wanita untuk mengejar mimpi-mimpi yang tertunda. 

Untuk para wanita lajang, kejar ambisi setinggi-tingginya! Lupakan soal deadline menikah 30 tahun, temui banyak orang baru dan bersenang-senanglah!

Untuk wanita yang sudah menikah bahkan memiliki anak, jangan pantang menyerah. Hidupmu memang sudah berubah, tapi mimpimu tetap harus dikejar!