Friday, May 17, 2019

[REVIEW FILM] Alita: Battle Angel

5:02 PM 5 Comments
Kisah-kisah robot yang jadi pemeran utama selalu menarik minat saya, karena robot itu canggih, tidak menua, dan kuat. Keberadaan robot yang hidup berdampingan dengan manusia adalah masa depan yang bukan mustahil bisa terwujud bertahun-tahun mendatang. Film tentang robot yang pernah saya tonton adalah Ghost In The Shell, ceritanya terlalu sadis dimana otak manusia diambil secara paksa untuk dicangkok ke dalam tubuh robot. Sedangkan di film ini, Alita: Battle Angel, dikemas lebih aman untuk penonton remaja menggunakan animasi 3D.

Dr Ido membangkitkan Alita yang telah lama terbengkalai.


Seorang dokter simpatik bernama Ido, menemukan kepala robot di tempat rongsokan dan membawanya ke rumah untuk dibangkitkan kembali. Ido telah membuat tubuh cyborg yang ia siapkan untuk anak perempuannya yang lumpuh, Alita. Namun karena Alita telah meninggal, maka ia gunakan tubuh itu untuk menghidupkan kepala temuannya hingga menjadi sebuah robot utuh.

Ternyata, otak manusia yang berada di dalam robot itu masih berfungsi, namun ia tidak dapat mengingat masa lalu dan identitasnya. Maka sejak itu Ido memberinya nama Alita.

Alita dan Dr Ido di Iron City


Alita menjalani kehidupan seperti remaja di Iron City, sebuah kota dimana manusia dan robot hidup membaur. Di kota tersebut, robot tak hanya mencari uang dan membayar mahal untuk mendapatkan wajah, tapi manusia yang punya penyakit parah lebih memilih untuk membuang tubuhnya agar bisa dicangkok menjadi cyborg. Sehingga cukup sulit membedakan robot setengah manusia, dan manusia setengah robot.

Menurut saya, satu-satunya yang bisa membedakan adalah pakaian. Manusia, walaupun tubuhnya telah menjadi cyborg, mereka tetap merasa butuh pakaian untuk menutupi tubuh mereka. Tetapi robot, walaupun telah memiliki wajah mirip manusia, mereka berkeliaran telanjang. Sayangnya, manusia sudah tak punya lagi hawa nafsu, manusia tidak bisa memiliki keturunan sehingga populasi di Iron City terancam punah dan dikuasai oleh robot.

Impian orang-orang Iron City adalah bisa pergi Zalem, sebuah tempat yang berada terapung di atas awan dan dijuluki 'Kota Langit'. Di Zalem, manusia bisa sekolah dan berpendidikan tinggi, orang sakit bisa disembuhkan, hidup berkeluarga dan punya anak. Hal ini saya simpulkan dari Dr Igo, yang menceritakan dirinya lahir di Zalem kemudian bertemu Dr Chiren dan memiliki anak. Entah karena alasan apa mereka pindah ke Iron City, dan anak mereka yang sakit pun meninggal.

Mungkin karena Iron City berlatar masa depan dimana planet sudah tercemar dan tak layak huni, sehingga hanya orang-orang kaya yang bisa pergi ke Zalem. Sedangkan mereka yang miskin mau tak mau harus tinggal di Iron City. Impian itu mendasari sebuah perlombaan yang disebut "Motorball", dimana semua peserta bertanding secara brutal untuk menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah bisa pergi ke Zalem.

Zalem, kota langit yang terapung di atas awan.


Sementara itu, Alita berkenalan dengan seorang pria bernama Hugo. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Suatu ketika, mereka menemukan sebuah bangkai pesawat URM yang diduga hancur akibat keruntuhan. Alita tiba-tiba saja tahu dimana letak komandonya dan cara membuka kode keamanan. Disana ia menemukan tubuh cyborg aslinya.

Alita kemudian bisa mengingat masa lalunya. Ia dulu seorang tentara yang dipanggil '99', ia diberi misi menghancurkan Zalem.

Kisah romantisnya ada pada Alita dan Hugo. Ketika Hugo mengungkapkan perasaannya, Alita bertanya apakah kondisi dirinya yang bukan sepenuhnya manusia terasa menganggu. Namun Hugo menjawab, bahwa baginya Alita sudah sangat manusiawi. Ketika kita mencintai seseorang, bagaimanapun kekurangannya akan terlihat samar dan bisa kita terima.

Alita dan Hugo.


Selain itu film ini juga menceritakan kisah antara ayah dan anak. Ido sedari awal telah mengetahui bahwa di dalam otak Alita terdapat hati dan kehidupan seorang wanita muda yang luar biasa. Ido awalnya tidak menyetujui Alita menggunakan tubuh cyborg aslinya, karena Ido memandang Alita sebagai anak kandungnya. Ido tidak ingin Alita menjadi monster.

Di Iron City ada sebuah profesi bernama 'Warrior Hunter' atau 'Kesatria Pemburu'. Para pemburu ini menangkap buronan dan mendapat bayaran. Bahkan beberapa pemburu sampai merampok onderdil pada tubuh orang asing agar bisa mendapatkan uang. Sejak diketahui sebagai mantan tentara, Alita diketahui masih memiliki jantung orisinil yang bernilai jutaan.

Karena tubuhnya yang lemah, Alita tidak bisa melindungi diri dari serangan pemburu-pemburu yang mengincarnya. Sehingga Ido akhirnya menyatukan Alita pada tubuh aslinya.

Alita setelah mendapat tubuh aslinya.


Kini setelah mendapatkan kembali tubuh aslinya, Alita menjadi jabuh lebih kuat. Alita bergabung menjadi peserta Motorball dan bertekad untuk pergi ke Zalem agar bisa menuntaskan misinya. Ia mendapat julukan 'Battle Angel' karena wajahnya yang lucu seperti malaikat, namun tubuhnya tangguh menguasai pertempuran. Film ini menyajikan animasi yang sangat mulus, dimana penyatuan tubuh robot dan kepala manusia terlihat sangat menyatu.



Judul: Alita: Battle Angel
Sutradara: Robert Rodriguez
Skenario: James Cameron, Laeta Kalogridis
Berdasarkan: Battle Angel Alita (manga) oleh Yukito Kishiro
Pemeran: Rosa Salazar, Christoph Waltz, Jennifer Connely
Rilis: 14 Februari 2019 oleh 20th Century Fox

Saturday, May 11, 2019

Minggu Pertama Puasa

4:35 PM 16 Comments


Kalau di tradisi orang Sunda, menjelang bulan puasa pasti ada ritual liburan khusus yang disebut 'munggahan'. Nah yang namanya munggahan ini dilakukan saat mendekati hari pertama puasa.

Bagi saya yang bukan tipikal suka ikut-ikutan, saya gak begitu berharap bisa munggahan karena selain keuangan lagi miss queen juga takutnya gara-gara kecapean pulang liburan jadi malas puasa, dan yang paling ditakutkan, malas ngeblog!

Walaupun ujung-ujungnya saya telat update juga di blog, gara-gara LED error. Susah ngejelasinnya, jadi saya pakai LG IPS LED, seringkali layar mendadak "adjustment in progress", atau gonta-ganti mode. Kebetulan barang ini punya mode reader, movie, dll tapi gak saya gunakan karena ribet. Menurut Hendri pasti karena ada kabel yang udah longgar, tapi ya entahlah, aku gaptek!

Sewaktu saya buka Dashboard, wah saya senang sekali karena ternyata banyak yang meninggalkan jejak komentar saat saya sedang pergi ke Karang Tawulan. Sampai sekarang juga masih mode liburan sih sebenarnya, tapi karena puasa harus tetap jalan, jadi saya paksakan juga ngeblog! Serasa ada yang kurang tahu gak, kalau gak menyapa kawan-kawan blogger, sepi banget hidup saya.. #lebay

Oya, kemarin saat sedang berselancar di Youtube, saya nemu video motivasi yang kata-katanya keren banget. Kalian bisa subscribe ke channel Ricky Conrad TV jika menyukainya!


Cukup segitu aja basa-basinya. Setelah seminggu penuh bahas drama film, saya ingin memberi tahu bahwa di blog ini akan ada menu baru yaitu "Review TV Series" yang membahas serial-serial Barat seperti Game Of Thrones. Tapi, yang pertama menarik minat saya adalah serial yang berjudul Siren dan Quantiqo.

Habis potong rambut nih! Bebas bully, monggo! Hahaha



Pantai Karang Tawulan, Kec. Cikalong, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. 05-05-2019

Sunday, May 5, 2019

Pengalaman Menulis Untuk Media (Brilio, UC News, IDN Times)

7:00 AM 22 Comments


Pernah saya mengalami putus asa dalam ngeblog karena penayangan sedikit. Padahal kalau saja waktu itu saya memperbaiki pola dalam blogwalking, mungkin saya tidak perlu menelantarkan blog tersayang ini dan malah memilih mengirimkan tulisan saya ke media. Tapi tak apa-apa, blog saya gak akan marah, paling dimarahin blogger lain karena gak konsisten! Hahaha..

Nah sebagai gantinya, saya akan membagikan pengalaman saya agar bisa menebus kesalahan menghibur teman-teman blogger. Ini post hiburan ya, jangan baper!

1. Brilio.net


Halaman Creator Brilio


Awal mula searching di google "menulis dan dibayar", kemudian saya menemukan halaman Creator Brilio yang beralamat di http://creator.brilio.net dimana setiap tulisan yang dikirimkan oleh anggota akan berkesempatan mendapat imbalan uang tunai hingga 200 ribu. Benarkah, semudah itu?

Tentu tidak, Ferguso. Setiap artikel yang kamu submit akan diperiksa oleh Tim Editorial Brilio, jika lolos audit maka akan dimuat di Creator's Feed https://www.brilio.net/creator/ . Tapi tidak sampai disana, artikelmu harus unik dan tampil di halaman utama Brilio, barulah artikelmu bisa dibayar.

Jika tidak masuk halaman utama, maka tidak akan dibayar. Pihak Brilio menjadikan semua tulisan yang masuk sebagai konten eksklusif mereka. Dengan menayangkan artikel para creator, maka Brilio mendapat pemasukan dari iklan, tetapi tidak semua artikel yang tayang bisa dibayar.

Dari 7 artikel yang saya ajukan, semuanya lolost audit dan tampil di Creator's Feed. Tetapi hanya satu artikel yang lolos ke halaman utama dan mendapat bayaran. Cuplikan di atas adalah bayaran akhir yang saya terima, senilai 194.000 telah dipotong pajak 3%. Tidak jelas apa alasan Brilio meloloskan artikel saya, karena jika dilihat dari jumlah penayangan, artikel-artikel saya yang lain justru lebih banyak dibaca dan artikel yang lolos ke halaman utama ini pun pembaca-nya tidak seberapa.

2. UC News / UC We-media

Halaman Kontributor UC News

UC News ini menjanjikan penayangan yang besar karena banyaknya pengguna aplikasi mereka, bahkan artikelmu bisa langsung dikomentari oleh pembaca. Walaupun menerapkan perhitungan yang ribet, tapi saya suka karena jelas. Disini kamu harus menjaga reputasi kamu dengan KREDIT tidak boleh kurang dari 80, dan POIN INDEKS minimal 40 untuk bisa mendapat pembagian dari keuntungan iklan. POIN INDEKS menentukan seberapa aktif kamu dalam membuat konten.

Ketika indeks saya sudah mencapai 40 dan kredit saya bertahan di angka 100, pihak UC News belum menyetujui akun saya mendapat keuntungan dengan alasan usia akun yang belum melebihi 7 hari. Sayangnya setelah 10 hari pun, akun saya belum juga disetujui dan malah mendapat hukuman pengurangan kredit -30 dengan alasan konten vulgar. Dengan skor kredit yang kini menjadi 70, saya pun tidak mendapat keuntungan, kecuali jika saya membuat 10 konten lagi agar kredit menjadi 80 untuk bisa memenuhi kriteria.

Saya tidak bisa menerima ini, karena konten saya sama sekali tidak ada unsur vulgar. Bahkan ketika dikomplen ke pihak UC News pun sama sekali tidak ada respon, seperti berhadapan dengan robot.

Banyak creator-creator lain yang berhasil mendapat bayaran dari UC News. Namun karena saya mendapat hukuman yang terkesan mengada-ngada, maka saya berhenti.

3. IDN Times Community

Halaman IDN Times Community

Dari semua peluang untuk menjadi penulis bayaran, IDN Times sepertinya yang paling menjanjikan, dan perhitungannya tidak ribet. Asalkan artikelmu original dan lolos audit, maka kamu langsung bisa menukar poin menjadi uang tunai. Sebagai ilustrasi, dari 350.790 page view, maka kamu akan mendapat poin sebesar 3.500 dan dapat ditukar menjadi uang Rp 350.000.

Tetapi kenyataannya tidak semanis itu. Saya mengirimkan 2 artikel pada Januari 2019, saya langsung menerima email notifikasi bahwa artikel saya sudah diterima oleh Redaksi IDN Times. Namun hingga posting ini ditulis, artikel saya masih berstatus pending, tidak ditayangkan, tapi tidak ditolak. Padahal jika seandainya ditolak pun saya bisa menerbitkan artikel tersebut di media lain atau mungkin di blog ini. Yang penting tulisan saya bisa muncul ke dunia.

Mengapa sampai saat ini, IDN Times belum meninjau artikel saya? Apakah mereka sedang kekurangan staff, atau ini cara halus untuk berhenti menerima tulisan-tulisan dari Community? Entahlah, jika kalian punya pendapat sendiri, silakan komen di bawah ya.

Jadi, kesimpulannya..



  • Rumput tetangga terlihat lebih hijau, tapi rumput di halaman rumahmu juga perlu diurus. Sepintas media menjanjikan bayaran yang besar, tapi pada kenyataannya mereka tetap manusia, yang bisa saja kewalahan menyeleksi tulisan-tulisan yang masuk sehingga tidak semua artikel yang tayang bisa langsung dibayar. 
  • Menulislah di blog sendiri. Walaupun tidak mendapat imbalan apa-apa di awal, tetapi dengan konsisten dan komitmen yang tinggi bukan tidak mungkin suatu hari nanti blogmu akan menjadi sumber penghasilan terbesar. 
  • Menulislah dengan sepenuh hati. Semakin banyak orang merasakan manfaat dari tulisanmu, semakin blog kamu punya tempat di hati pembaca, dan kamu berkesempatan membangun brand sendiri. Kalau sudah punya brand sendiri dan trafik tinggi, jangankan Adsense, lapak iklan mandiri saja pun orang bakal berani bayar di muka!


Gini-gini juga, saya pernah bayar lapak iklan di situs streaming drama HAHAHA!



Ngeri-ngeri sedap kalau mengingat pengalaman itu. Dulu saya bayar 450 ribu per bulan untuk menaruh banner dengan link yang mengarah ke blog khusus jualan. Itu baru saya aja, belum lagi kalau yang sewa lapak ada banyak kan, bisa gajian tiap bulan. 

Saturday, May 4, 2019

Jaka Tarub Yang Mencuri Selendang Bidadari

7:00 AM 11 Comments


Seorang peri bernama Seon Ok Nam datang ke dunia manusia dan mandi di air terjun Gunung Goryeong. Peri Seon tak bisa kembali ke kayangan karena pakaiannya dicuri oleh seorang penebang kayu. Kemudian Peri Seon menikahi si penebang kayu dan hidup bersama hingga memiliki dua anak, tetapi suaminya mati terjatuh dari tebing. Karena sudah tak bisa terbang, Peri Seon memutuskan tinggal di bumi untuk menunggu reinkarnasi suaminya.

Kisah Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari merupakan cerita rakyat di Indonesia sebagai leluhur Kerajaan Mataram, dimana saat itu Mataram adalah dinasti yang menguasai poilitik di tanah Jawa sejak abad 17. Dikisahkan seorang pemuda bernama Jaka, ia berasal dari Desa Tarub, menemukan tujuh bidadari yang sedang mandi di bawah air terjun. Jaka mencuri selendang salah satu bidadari, yang mengakibatkan Nawangwulan ditinggalkan oleh saudari-saudarinya dan harus tinggal di dunia manusia.

Kini kisah Jaka Tarub bisa kita temukan pada drama korea bergenre Fantasi, Mama Fairy and The Woodcutter (Ibu Peri dan Si Penebang Pohon). Entah bagaimana ceritanya orang Korea bisa menemukan ide dasar yang sangat erat berkaitan dengan cerita rakyat di negara kita, namun jika kamu suka dengan sejarah, menonton drama ini pasti sangat memuaskan karena memakai alur maju-mundur dimana setting cerita bertempat di masa kini.

Professor Jung dan Kehidupan Sebelumnya


Professor Jung Yi Hyun, adalah seorang dosen di umurnya yang masih muda. Ia memiliki rumah sendiri dan hidup bersama asistennya, Kim Geum.

Professor Jung memiliki insomnia akut, ia sering mengunjungi psikiater wanita bernama Lee Ham Sook. Dalam setiap sesi konsultasi, Dokter Lee selalu meresepkan melatonin agar Professor Jung dapat tidur nyenyak, namun masih saja tidak berhasil. Masalahnya, setiap kali Professor Jung mencoba untuk tidur, ia selalu memimpikan dirinya sebagai penebang pohon yang bertemu peri dan mandi bersama di bawah air terjun.

Menurut saya sebagai penonton, hmm.. Itu mungkin bayangan-bayangan kehidupan sebelumnya. Orang Korea percaya pada reinkarnasi, sehingga mereka menganggap bahwa setiap orang punya kilas balik kehidupan sebelumnya.

Kim Geum dan Professor Jung pertama kali singgah di Kafe Peri.


Pada suatu hari, Kim Geum mengajak Professor Jung pulang kampung. Di perjalanan mudik, mereka singgah di sebuah tempat bernama "Kafe Peri". Banyak keanehan yang mereka temukan, dari mulai nenek barista yang memakai baju tradisional dengan bunga yang tersemat di rambut, dan menu yang aneh!

Menu Kopinya:

Air Mata Rusa

Tidak, Putri!
Keanggunan Tuan Putri
Air Hitam


Mereka berdua memesan "Air Hitam" karena terdengar paling masuk akal. Setelah menghabiskan kopi, mereka berdua melanjutkan perjalanan mudik dan tidur di rumah orang tua Kim Geum. Namun sejak saat itu Professor Jung bisa tidur nyenyak tanpa terganggu oleh mimpi-mimpi yang sama.

Peri Seon Hidup Sebagai Barista


Peri Seon memiliki dua wujud, wanita muda dan nenek tua.


Sementara nenek barista ternyata adalah wujud lain dari Peri Seon yang ribuan tahun silam kehilangan 'selendang' sehingga tak bisa kembali ke kahyangan. Selama ribuan tahun, Peri Seon mempelajari cara membuat kopi kemudian ia menjadi seorang barista di truk dekat kampus tempat Professor Jung mengajar.

Peri Seon menyadari bahwa Professor Jung adalah reinkarnasi dari suaminya. Namun di sisi lain, Kim Geum telah menyukai Peri Seon lebih dulu, dan hubungan Kim Geum dengan Professor Jung yang semula akrab lama-lama mulai renggang.

Kim Geum ternyata adalah reinkarnasi dari seorang dewa, yang sejak dulu telah menyukai Peri Seon. Namun Peri Seon menghilang dan menikahi seorang manusia di bumi.


Kim Geum menyukai Peri Seon lebih dari Professor Jung.

Selain itu masih banyak keanehan-keanehan yang ditemukan pada drama ini, seperti anak dari Peri Seon bernama Jeom Soon memiliki wujud seekor harimau. Jeom Soon memiliki kemampuan berubah menjadi manusia dan kucing, namun tetap saja ia harus mengendalikan diri untuk tidak memakan daging, karena jika dilanggar maka orang-orang bisa melihat wujud aslinya.

Secara keseluruhan Mama Fairy and The Woodcutter memberikan tontonan yang unik karena memadukan sejarah dan fantasi. Sayangnya menurut saya pribadi, Korea seperti belum siap membuat drama fantasi terlihat lebih realistis. Ada banyak penampakan hewan-hewan yang terlalu dipaksakan, seperti kucing dan rusa yang bisa berbicara.



Judul: Mama Fairy and The Woodcutter / Ibu Peri dan Si Penebang Pohon
Sutradara: Kim Yun Cheol
Penulis: Dol Bae (webcomic), Yoo Kyung Sun
Jaringan: tvN
Jumlah Episode: 16 (Selesai)
Tanggal Rilis: 5 November - 25 Desember 2018
Pemain: Moon Chae Won, Ko Du Shim, Yoon Hyun Min

Friday, May 3, 2019

Review Kdrama: Are You Human?

7:00 AM 10 Comments


Oh Ro Ra, seorang ilmuwan peneliti robot AI harus kehilangan suami dan anaknya secara bersamaan. Suaminya, Nam Jung Woo tiba-tiba dinyatakan telah meninggal, dan anaknya, Nam Shin harus tinggal bersama sang kakek untuk menjadi pewaris generasi ketiga PK Group. Karena tidak diterima sebagai menantu, Oh Ro Ra kemudian pergi ke luar negeri dan hidup menetap di Ceko. Di kediamannya, Oh Ro Ra menciptakan sebuah robot canggih yang menyerupai Nam Shin. 

Kdrama berjudul "Are You Human?" merupakan suatu terobosan di genre Sci-Fi, dimana karya fiksi memadukan sains. Disini penonton hanya perlu menikmati alur, tidak dipusingkan dengan istilah-istilah yang sulit dipahami seperti di film-film barat. Ini cukup memuaskan penonton karena apa yang mereka dapat adalah 'tontonan', bukan sesuatu yang harus diamati, dipahami, bahkan sampai diteliti dengan searching sendiri di internet setelah selesai menonton.

Baca juga:



Menciptakan Sebuah Robot Menyerupai Manusia, Nam Shin III


Nam Shin III, robot ciptaan Oh Ro Ra yang telah melewati serangkaian pemutakhiran.


Keseharian Oh Ro Ra di Ceko memperlihatkan elemen-elemen rumah yang ramah lingkungan, seperti tanaman yang sengaja ditaruh di lab agar banyak oksigen, karena sebagian besar waktu Oh Ro Ra dihabiskan disana. Sinar matahari juga bisa leluasa masuk karena dibutuhkan oleh tumbuhan, serta membuat lab tempat pembuatan robot terasa memiliki nyawa sendiri. Diiringi Original Sound Track yang bernuansa futuristik cocok sekali dipadukan dengan perkembangan si robot. Sempurna! Dengan begitu robot Nam Shin III terlihat hidup.



Dan siapa sangka, bahwa sebuah robot yang dibiarkan hidup berdampingan dengan manusia, ternyata bisa mengembangkan kecerdasannya sendiri? Apakah robot Nam Shin akan mempermudah hidup manusia, atau sebaliknya justru membahayakan?

Kalau dipikir-pikir, mustahil sebuah robot bisa berperilaku sedemikian rupa agar mirip dengan manusia asli. Belum ada teknologi yang mencapai titik itu. Tapi karena ini sebuah drama, menurut saya usaha mereka dalam menampilkan robot Nam Shin cukup bisa kita terima. Perhatikanlah pemutakhiran dari robot Nam Shin I, replika dari Nam Shin yang berusia 7 tahun. Saat itu Nam Shin I tidak bisa leluasa bergerak, sampai ia pun terjatuh setiap kali menuruni anak tangga. Kemudian Oh Ro Ra memberikan alat tambahan sebagai pengatur keseimbangan.

Setelah diluncurkan Nam Shin II, replika Nam Shin di usia remaja, robot itu mempelajari bahwa manusia bisa tersenyum. Maka Oh Ro Ra membuat pemutakhiran dengan membuat Nam Shin III sebagai replika Nam Shin di usia sekarang, 27 tahun. Robot itu bisa tersenyum dan memeluk manusia yang menangis.


Robot Nam Shin III Dikirim Ke Korea Untuk Menggantikan Si Manusia Nam Shin

Di Korea, pada tahun 2018, Nam Shin tumbuh sebagai pria brengsek akibat tidak mendapat kasih sayang dari ibu. Ia menampar seorang pengawal bernama Kang So Bong di depan banyak orang agar publik menganggap dirinya tidak pantas menjadi pewaris, dengan begitu ia bisa leluasa pergi ke Ceko. Pasti kita mengira, tujuan Nam Shin pergi ke Ceko adalah bertemu ibunya, bukan begitu?

Ternyata bukan. Nam Shin telah mendengar bahwa ibunya, Oh Ro Ra menciptakan sebuah robot yang menyerupai dirinya. Maka ia ingin melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa robot itu.


Momen sebelum Nam Shin tertabrak dan koma.


Nam Shin memang berhasil menemukan robot itu di pasar. Ia melihat robot itu dengan rasa tak percaya dan tak mengerti, kewaspadaannya hilang, ia berjalan dan tertabrak sebuah truk hingga koma. Supir truk yang menabrak Nam Shin adalah orang suruhan Seo Jong Gil, Direktur Eksekutif PK Group yang menginginkan posisi pewaris.

Selama 20 tahun, Oh Ro Ra hidup terpisah dari anaknya dan kini ia melihat Nam Shin tergeletak di jalan bersimbah darah, dalam keadaan sekarat. Asisten pribadi Nam Shin, Ji Young Hoon meminta Oh Ro Ra untuk merahasiakan kondisi kritis Nam Shin agar tidak diketahui oleh Seo Jong Gil. Maka sejak itulah, Oh Ro Ra mengirim robot ke Korea untuk menggantikan Nam Shin.

Ji Young Hoon, asisten pribadi yang melindungi Nam Shin seperti saudara. 



Konflik Keluarga dan Perusahaan


Nam Gun Ho, kakek Nam Shin, Ketua dari PK Group.

Sepanjang menonton drama ini, saya melihat konflik keluarga dan perusahaan. Kematian Nam Jung Woo masih menjadi misteri. Ketua PK Group, Nam Gun Ho, yang pada awalnya tidak menyukai Oh Ro Ra ternyata diam-diam selama ini mendanai pemutakhiran robot Nam Shin melalui seorang perantara bernama David. Apa tujuan Nam Gun Ho sebenarnya? Apa ia diam-diam menginginkan robot itu? Penasaran kan!

Yang paling aneh disini, mengapa robot Nam Shin bisa mengembangkan kecerdasan sendiri, kemudian saa mengenal Kang So Bong lebih jauh, ia menunjukkan reaksi yang tidak biasa. Padahal normalnya sebuah robot menganggap pria dan wanita adalah sama, tetapi robot Nam Shin jatuh cinta pada Kang So Bong bukan sebagai pria kepada wanita, tetapi sebagai robot yang melindungi tuannya.

Robot Nam Shin III dan Kang So Bong.


Jauh sebelum robot Nam Shin III datang ke Korea, manusia pertama yang ia kenali adalah Oh Ro Ra, yang ia panggil sebagai "Ibu". Ibunya memberi aturan-aturan, seperti memeluk manusia ketika menangis, membatasi kadar kalori dan kafein, dan sebagainya. Maka ketika Kang So Bong mengetahui identitas robot, Kang So Bong menerapkan berbagai aturan agar si robot tetap bisa berpura-pura sebagai Nam Shin asli tanpa ketahuan. Karena Kang So Bong menerapkan pola yang sama seperti cara ibunya berkomunikasi dengan dirinya, maka robot Nam Shin III menjadikan Kang So Bong sebagai tuannya.

Di masa-masa mendatang, drama ini cukup membingungkan penonton tentang siapa yang harus dipercaya. Berikut adalah nasehat Nam Gun Wo pada Nam Shin.

Shin-ah, kau tinggal belajar satu hal lagi maka kau akan sempurna. Sekutumu tidak selamanya sekutumu, musuhmu tidak selamanya musuhmu.

Bingung juga, kan ya?

Dan, siapa sangka. Nam Shin yang selama ini koma, tak ada yang menyadari bahwa dia sadar dan menguping pembicaraan mereka tentang si robot yang menirukan dirinya. Lalu entah karena alasan apa, Nam Shin bersekongkol dengan Seo Jong Gil dengan tujuan yang sama. Seo Jong Gil merasa bahwa robot itu adalah penghalang untuk mendapatkan PK Group, kemudian Nam Shin yang senang mengacau mulai mengendalikan si robot untuk membunuh Kang So Bong dan Nam Gun Ho.

Walaupun di akhir, Oh Ro Ra meninggal saat menyelamatkan robot dari kehancuran yang diakibatkan Nam Shin dan Seo Jong Gil, ending dari drama ini cukup memuaskan. Dulu si robot pernah meminta Oh Ro Ra untuk bisa tersenyum, kini ia ingin bisa menangis.

Robot Nam Shin III, yang telah memiliki jiwa, ia meretas sistem kendali yang digunakan Nam Shin untuk bisa mengambil alih kembali kesadarannya. Kini siapa pun tak akan bisa menghentikannya.


Judul: Are You Human? / Apakah Kau Manusia?
Sutradara: Cha Young Hoon
Penulis: Jo Jung Joo
Jaringan: KBS 2
Jumlah Episode: 36 (Selesai)
Tanggal Rilis: 4 Juni - 7 Agustus 2018
Pemain: Seo Kang Joon, Kim Sung Ryoung, Kong Seung Yon