Tuesday, April 30, 2019

Eulachacha Waikiki 2! Nonton Lagi WARKOP DKI Versi Korea

7:00 AM 30 Comments


Orang jenius adalah orang yang memiliki rasa humor. Serial yang berjudul Warung Kopi atau disingkat Warkop menyajikan cerita-cerita lucu yang menghibur, dibintangi oleh Trio DKI yaitu Dono, Kasino, dan Indro. Bahkan saking lucunya menonton Warkop, saya sampai tertawa terbahak-bahak hingga perut sakit, saya tonton berapa kalipun episode yang sama, sampai sekarang masih lucu!

Sebagai pecinta drakor sejati, saya beruntung sekali bisa mengenal Eulachacha Waikiki (Selamat Datang di Waikiki). Dibintangi oleh oppa-oppa ganteng, jalan cerita yang menarik, sekaligus melepaskan stress. Di serial drama pertamanya, Eulachacha Waikiki menceritakan tiga orang pria yang menjalankan sebuah penginapan bernama Waikiki. Mereka adalah Kang Dong Gu, Lee Jun Ki, dan Baek Du Shik. 

Eulachacha Waikiki seoson pertama.


Lee Jun Ki, Kang Dong Du, Baek Du Shik di season pertama.


Alkisah, Dong Gu dan Du Shik telah sukses meraih impian mereka sehingga Penginapan Waikiki diserahkan sepenuhnya pada Lee Jun Ki. 

Di 'Eulachacha Waikiki 2' ini Lee Jun Ki masih berjuang untuk menjadi seorang aktor dan belum begitu populer. Saat Waikiki mengalami kebangkrutan, ia meminta teman-temannya Cha Woo Shik dan Kook Ki Bong untuk menginvestasikan tabungan mereka. 


Kook Ki Bong, Lee Jun Ki, dan Cha Woo Shik di season kedua.


Woo Shik memiliki suara merdu, namun ia belum pernah lolos audisi, sehingga ia hanya bisa mendapat bayaran kecil dari hasil menyanyi di kafe atau resepsi pernikahan. Sementara Ki Bong yang berusaha menjadi atlet baseball selalu dipandang sebelah mata oleh rekan-rekan timnya. Ki Bong yang sama bodohnya dengan Du Shik, kini menjadi partner kegilaan Jun Ki.  

Kemalangan terjadi ketika pemilik bangunan menagih biaya sewa perpanjangan yang sudah melewati batas tempo. Tiba-tiba ada sebuah meteor yang jatuh di penginapan itu, sehingga lantai dan atap mengalami kerusakan akibat kejatuhan meteorit. Jun Ki dan Ki Bong berpikir untuk menjual meteorit tersebut dengan harapan bisa melunasi semua tagihan, namun saat mereka hendak pergi melelang meteorit, terjadi keributan di gedung dan mereka membawa kabur pengantin wanita!

Sayangnya, meteorit tersebut hilang akibat kegaduhan yang terjadi di gedung. Pengantin wanita, yang ternyata adalah cinta pertama mereka bertiga, Han Seo Yeon batal nikah karena ayahnya ditipu dan preman-preman penagih hutang membuat pesta pernikahannya batal. Seo Yeon tidak punya tempat untuk pulang, maka ia menjual iguana langka peliharaannya seharga 10.000 dollar untuk melunasi tunggakan hutang Waikiki. 

Sejak saat itu, Seo Yeon tinggal bersama mereka di Waikiki sampai ayahnya bisa melunasi hutang-hutang. Tetapi Seo Yeon bukan satu-satunya wanita disini, karena ada Kim Jung Eun dan Cha Yoo Ri yang membuat hari-hari di Waikiki tak terasa monoton akibat kegilaan-kegilaan yang diciptakan penghuni pria. 

--------------

Itulah cuplikan episode awal 'Eulachacha Waikiki 2', saya tak bisa menceritakan sampai akhir karena sampai tulisan ini terbit, status drama tersebut masih tayang di channel JTBC. Kalian bisa lho menonton drama-drama korea favorit kalian di portal streaming resmi seperti Viu, Netflix, Iflix, Tribe, dan masih banyak lagi. Kalau menurut rekomendasi saya, Viu itu yang paling update dengan drama-drama terbaru, bahkan jadwal rilis episode terbaru hampir mendekati jadwal tayang asli di negara asalnya. 


Judul: Eulachacha Waikiki 2 / Welcome to Waikiki 2
Sutradara: Lee Chang Min
Penulis: Kim Ki Ho, Song Ji Eun
Jaringan: JTBC
Jumlah Episode: 16 (On Going)
Jadwal Rilis: 25 Maret - 14 Mei 2019
Pemain: Lee Yi Kyung, Kim Sun Ho, Shin Hyun Soo

Monday, April 29, 2019

Mengapa 'Encounter' Begitu Populer Di Kalangan Pecinta Drakor?

8:33 AM 33 Comments


Setelah menikah dengan Song Jong Ki, artis papan atas Song Hye Kyo sempat vakum dari dunia hiburan dengan tidak mengambil proyek baru. Mungkin mereka lagi bulan madu kali, ya. Maklum pengantin baru. Setelah sekian lama menghilang, kemudian Song Hye Kyo muncul kembali di drama 'Encounter', dan kabarnya lawan main Si Tante Cantik ini adalah Park Bo Geum, sahabat dari suaminya.

Unsur Yang Tak Biasa Dalam Kdrama 'Encounter'


Kesan pertama saat menonton drama ini, saya akui plot-nya agak membosankan. Terlalu banyak dialog panjang yang bikin ngantuk dan sakit kepala kalau gak ada cemilan. Tapi itu memang sudah bagian dari drama, boleh jadi begitulah cara 'Encounter' memperkenalkan tokoh-tokoh dengan latar belakang dan konfliknya.

Hampir semua drama yang saya tonton, sebut saja: Goblin, Secret Garden, W-Two Worlds, The Bride of Water God, I'm Not A Robot, Are You Human Too?, What's Wrong With Secretary Kim?, semuanya memakai unsur yang sama!

Pria kaya bertemu gadis sederhana. Drama apa pun, walaupun dikembangkan dari ide cerita yang berbeda-beda, tapi selalu saja ada unsur yang seperti itu. Seolah-olah lelaki yang tak punya kekayaan harta tidak seru jika disorot sebagai pemeran utama, karena apa? Wanita didoktrin sedari kecil oleh cerita dongeng Princess, yang dihampiri oleh seorang Pangeran dan menjadi kaya raya dalam sekejap. Unsur seperti inilah yang memuaskan penonton.

Tapi di drama Encounter, tidak! Disini yang kaya raya adalah si wanita, kemudian bertemu dengan pria dari keluarga sederhana. Secara logisnya sih ngapain Cha So Hyun atau Presdir Cha melepaskan hotel yang sudah membuat dirinya sukses hanya demi Kim Jin Hyuk yang tak punya apa-apa. Tapi disitulah seninya! Cinta membuat siapa pun menjadi gila, tak ada yang salah dengan menjadi gila, karena setiap orang harus melakukan hal-hal gila minimal sekali dalam seumur hidup.

Cha So Hyun dan Kim Jin Hyuk menari bersama saat bertemu di Kuba.


Putri Es Hidup Sebagai Burung Dalam Sangkar Emas


Presdir Cha adalah seorang janda. Ia menikah demi kepentingan politik, kemudian bercerai karena tak saling mencintai. Ia mendapatkan Hotel Donghwa yang hampir bangkrut sebagai kompensasi, kemudian hotel tersebut bisa bangkit kembali dan membuka cabang di Kuba.

Walaupun sukses sebagai seorang CEO, Presdir Cha tidak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan dalam hidupnya. Kasus kecilnya saat Presdir Cha ingin makan ramyeon di area peristirahatan saja, Sekertaris Jang melarang karena takut reporter akan memotret diam-diam dan membesar-besarkan. Padahal ramyeon di area itu rasanya enak, dan ramyeon lebih enak dimakan langsung di tempat! Sebagai penyuka ramyeon, saya tahu, hidup Predir Cha itu kejam!

Predir Cha selama ini selalu mengatasi rasa kesepiannya menggunakan obat tidur. Tetapi saat ia baru saja menelan pil, ia tergoda untuk mendatangi pantai El Maleco di Kuba. Akibatnya saat sedang menikmati pemandangan di pantai itu, Presdir Cha kehilangan semua barang-barangnya dan tertidur. Saat bangun, ia menemukan seorang pria bernama Kim Jin Hyuk duduk di sampingnya.

Cha So Hyun tertidur di pundak Kim Jin Hyuk saat melihat pemandangan El Maleco.


Dari Sorot Matanya Saja, Dia Tak Akan Menerima Uang


Kim Jin Hyuk adalah seorang pria sederhana yang hobi mengabadikan momen-momen kecil dengan sebuah kamera model lama. Baginya, kamera tersebut sudah menjadi teman perjalanan hidupnya sedari kecil. Maka saat mobil yang ditumpangi Presdir Cha tanpa sengaja merusak kamera milik Jin Hyuk, dengan tegas Jin Hyuk menolak uang ganti rugi.


Kim Jin Hyuk diketahui sebagai karyawan Presdir Cha.


Pada hari-hari berikutnya, Jin Hyuk diketahui sebagai karyawan Hotel Donghwa. Saat interview, Jin Hyuk menyisipkan kata-kata ini, "Sebuah hotel harus memegang nilai-nilai kemanusiaan karena pada akhirnya hotel dijalankan oleh manusia."

Presdir Cha merasa nyaman untuk mengobrol dan mengajak makan ramyeon bersama di area peristirahatan. Akibat dari kedekatan mereka berdua, hidup Presdir Cha menjadi terusik oleh orang-orang yang menganggap Presdir Cha menyalah gunakan otoritas pada karyawan.


Presdir Cha dan Kim Jin Hyuk, makan ramyeon di area peristirahatan.


Mantan Suami Diam-Diam Masih Menyukai Presdir Cha


Mantan suaminya, Woo Seok adalah putra sulung keluarga konglomerat Taegyong Grup. Walaupun sudah bercerai, Taegyong Grup masih saja selalu mengganggu Presdir Cha dengan memaksa rujuk. Apalagi kesuksesan Presdir Cha sebagai CEO Hotel memuluskan karir ayahnya sebagai caleg. Sementara ibu kandung Presdir Cha yang berambisi menjadi ibu negara, turut membantu Taegyong Grup agar dirinya bisa rujuk dengan Woo Seok.

Inilah Woo Seok, mantan suami yang melindungi Presdir Cha.


Bagi Woo Seok yang pada awalnya suka bergonta-ganti pasangan, Presdir Cha adalah tipikal wanita yang berbeda dari kebanyakan. Saat perjodohan mereka, Presdir Cha berkata, "Aku tahu bahwa kita harus saling menyukai. Jadi, kau bisa jelaskan dengan santai, seperti apa kriteria idamanmu, agar aku setidaknya bisa menebak."

Woo Seok terdiam sesaat, kemudian tersenyum kecil, "Kriteria? Entahlah. Tapi aku menyukai wanita yang seperti ini, Cha So Hyun."

Kini setelah mereka bercerai, Taegyong Grup mengerahkan segala cara untuk memisahkan Presdir Cha dengan Jin Hyuk akibat insiden makan ramyeon. Namun, Woo Seok membela Presdir Cha dengan berkata, "Ibu, dia bukan benda. Bukankah lucu ketika dia melakukan hal-hal gila?"

Bahkan di lain kesempatan, Woo Seok menjanjikan bayaran tinggi untuk melenyapkan buletin anonim yang mengkritik Presdir Cha. Woo Seok juga mencegah orang-orang yang berusaha merebut posisi CEO Donghwa dengan mengatakan tindakan itu tidak jantan.


-------------

Kalau diperhatikan dari awal sampai akhir, hubungan Woo Seok dengan Predir Cha lebih seperti sahabat, walaupun mereka telah bercerai. Saya pikir, akan lebih pantas jika mereka berdua rujuk, tetapi sayang ambisi kedua orang tua mereka membuat pernikahan mereka tidak indah.


Apalah daya, Presdir Cha si gadis pemurung yang dijuluki Putri Es itu, hanya bisa luluh oleh Kim Jin Hyuk yang berani melangkah maju dengan keren di depan semua eksekutif.

"Ibu Cha, aku ada uang. Ayo kita makan ramyeon lagi."

Hanya sesederhana itu, Presdir Cha bisa tersenyum, dan siapa pun akan tersentuh.



Judul: Encounter / Pertemuan
Sutradara : Park Shin Woo
Penulis: Yoo Young A
Jaringan: tvN
Jumlah Episode: 16 (Selesai)
Tanggal Rilis: 28 November 2018 - 24 January 2019
Pemain: Song Hye Kyo, Park Bo Geum, Jang Seung Jo

Monday, April 22, 2019

Masa Depan Blog Ini, Mau Jadi Apa?

7:09 PM 88 Comments

Saya gak percaya kata-kata motivasi, karena pada akhirnya kata-kata penyemangat yang mereka jual hanyalah terasa manis didengar, tetapi sulit untuk dilakukan. Betul, tidak?

Namun, ada sebuah ungkapan yang membuat semangat saya kembali berkobar.

If you can dream, you can do it. 

Sebuah ungkapan sederhana, yang mana jika kita berani membayangkannya, maka besar kemungkinan itulah yang bisa kita lakukan.

Saya sangat suka menulis. Sewaktu saya menulis skenario, usia saya saat itu masih 21 tahun. Ternyata menulis naskah film itu tidak langsung dibayar ketika naskah selesai, tetapi penulis juga perlu secara suka rela datang ke lokasi shooting untuk memastikan pemahaman sutadara sama dengan penulis. Saya pikir nanggung kalau sudah datang jauh-jauh ke lokasi apalagi selama 3 hari 2 malam menginap di gunung, maka saya putuskan menjadi asisten sutradara untuk menambah pemasukan. Selain itu pada tahap pasca produksi, saya juga datang ke ruang editing biar dapet makan gratis. Hahaha!

Itu baru pengalaman saya di komunitas kecil yang memproduksi video-video berdurasi pendek. Kalau di Production House besar, mungkin si penulis hanya fokus pada pekerjaan menulis saja dan tidak ikut terlibat hal-hal lain.

Teman saya ada yang jago banget soal SEO. Waktu itu saya menulis untuk dia, berhubung saya gak ngerti soal Adsense, maka saya tidak keberatan dibayar per artikel. Sampai sekarang pun saya masih berhubungan baik dengan dia, berkat dia pula saya mulai melirik Adsense.

Saya teringat awal mula membuat blog ini, yang waktu itu saya masih berstatus lajang. Saya tersenyum sendiri mengingat diri saya yang waktu itu mengevaluasi pekerjaan dan merencanakan semua langkah-langkah sendiri, seperti orang gila yang tidak bisa dihentikan.

Setelah membentuk sebuah tim, saya mengeluh si A kerjanya gak serius, si B postingannya kurang bagus, dan sebagainya. Pada akhirnya mereka semua pergi, sebagian atas kemauan sendiri, sebagian saya sudahi sepihak.

Yaah, mau bagaimana lagi.

Jadi, setelah semua hal yang saya lalui, saya ingin mengerjakan apa yang sedari dulu diinginkan.

Dulu saya tidak sempat menulis karena sibuk menjalankan usaha. Tetapi sekarang saya punya waktu yang tidak terbatas. Daripada mengirim tulisan ke media, saya pikir lebih baik menerbitkan di blog sendiri supaya semua penayangan menjadi milik kita.

Blog ini akan saya fokuskan pada review kdrama dan film, agar saya bisa menceritakan kembali semua yang sudah saya tonton. Adakah yang bersedia memberi saran? Kritik pedas pun saya terima, karena saya suka yang pedas-pedas, kalau bisa pakai bon cabe. Hahaha!


Salam ngeblog dari author! 
Tetep semangat walau pembaca sedikit ya~

Sunday, April 14, 2019

[REVIEW] How To Train Your Dragon 3: The Hidden World

12:47 PM 23 Comments


Awal mula tahu "How To Train Your Dragon (HTTYD)" sewaktu masih berlangganan internet yang udah sepaket sama channel TV berbayar. Dari situ ada channel anak-anak yang menampilkan serial HTTYD, dengan durasi pendek tentunya. Saya jadi akrab sama tokoh-tokoh didalamnya yaitu Hiccup dan Astrid. Lalu melalui internet saya tahu bahwa HTTYD ini sudah ada novel dan film-nya, maka saya tonton melalui website streaming, langsung habis ketonton film seri pertama dan kedua.

Toothless, Naga Jantan Spesies Langka, Bertemu Naga Betina


Sekarang pas udah ada film ketiganya, saya udah nunggu-nunggu banget! Apalagi naga milik Hiccup, Toothless adalah naga Night Furry yang tergolong spesies langka. Di film yang ketiga ini, The Hidden World, Toothless bertemu dengan naga betina Light Furry. Naga Furry berpasangan sekali seumur hidup, maka ketika Toothless menemukan betina yang sama-sama langka, Toothless akan berusaha mendekati si betina.

Masalahnya, Toothless sudah memiliki majikan, selain itu ia juga menduduki posisi naga Alpha yang memimpin semua naga. Apabila Toothless memutuskan kawin dengan si betina, maka si betina yang tidak memiliki majikan lebih memilih tinggal di The Hidden World, tempat di ujung bumi dimana semua naga-naga bersemayam jauh dari peradaban manusia. Semua naga-naga milik penduduk juga harus dilepas karena mereka mengikuti Alpha.

Kalau kamu suka mengamati perilaku hewan, mungkin kamu gak akan cepat bosan saat melihat bagaimana proses pendekatan dua naga Furry ini. Tidak ada dialog, tidak ada kata-kata, tapi naga-naga adalah makhluk cerdas yang cepat tanggap dan punya cara sendiri untuk berbicara.

Desa Berk, Leluhur Viking, dan Beratnya Pernikahan


Hiccup yang sudah melewati perjalanan panjang bersama Toothless tidak punya pilihan selain melepaskannya. Sebagaimana naga-naga lain seumuran Toothless, tentu sudah waktunya menemukan pasangan. Lagipula sebagai kepala suku, Hiccup sudah waktunya mempersiapkan diri untuk menikahi Astrid.

Desa Berk ini memiliki leluhur Bangsa Viking, terkenal dengan tabiat mereka yang keras kepala, namun mereka suka makan malam bersama. Bayangin lho, orang-orang satu pulau mereka semua makan-makan bareng! Jaman sekarang udah langka kebersamaan yang begitu, mau makan-makan alumni aja gak semuanya hadir. Oke fokus ke pembicaraan Gobber ya.

Jadi si Gobber ini ahli kayu di desa Berk yang memberi nasehat pada Hiccup dan Astrid.

"Disini cuma kalian berdua yang waras, jadi berhentilah memikirkan ancaman dari luar dan menikah."

Spontan, yang merespon bukan Hiccup dan Astrid, tapi teman-temannya.

"Tunggu, aku seperti mendengar kata M- apa itu?!" tanya Tuffnut yang mendadak berhenti berkelahi dengan saudarinya, Ruffnut.

Dan Ruffnut hanya tertegun tanpa ekspresi sambil menjawab, "Jijik."

HAHAHA! Ketawa saya gak kekontrol. Rasanya orang lain gak akan paham lucunya dimana. Tapi bagi saya cara Ruffnut mengatakan jijik pada pernikahan, itu kena banget. Ruffnut itu kan berjiwa bebas, dia perempuan tangguh pengendara naga, mana sempat dia memikirkan soal menikah.

Mungkin itu sebabnya penghuni Berk sedikit, karena mayoritas tidak mau menikah dan diatur-atur oleh pasangan. Tapi Hiccup berbeda, dia kepala suku, dia harus menjadi contoh yang baik.

Melepaskan Toothless, Berarti Melepaskan Semua Naga Penduduk


Selain keputusan berat yang harus diambil Hiccup dalam melepaskan semua naga, konflik di film ini juga terletak pada kehadiran tokoh Grimmel Si Pemburu Naga. Grimmel ingin memusnahkan semua naga Furry karena dianggap ancaman bagi kaumnya. Karena sudah berpengalaman dalam berburu, maka Grimmel menggunakan Light Furry sebagai umpan, agar Toothles masuk ke dalam perangkap.

Ternyata, Hiccup yang mulai berpikir dia tidak bisa apa-apa tanpa Toothless, mulai berjuang membebaskan Toothless dan pasangannya. Bukan untuk kepentingan dirinya, tapi murni agar Toothless bisa bahagia bersama Light Furry.

Cinta Hiccup pada Toothless ini lebih dari sekedar majikan dan piaraan, tapi mereka seperti sahabat. Ketika sudah waktunya seorang sahabat menikah dan membangun keluarga, ada sedikit perasaan haru kita ikut bahagia, sekaligus dalam waktu yang bersamaan kita pun kehilangan dia. Berkurangnya komunikasi dan waktu bertemu. Semudah itu persahabatan yang terjalin bertahun-tahun akan musnah ketika makhluk biologis mengikuti insting berkembang biak.

Masa lalu tentang keberadaan naga-naga yang hidup berdampingan dengan manusia kini hanya sekedar dongeng. Orang-orang seiring dengan waktu melupakan naga dan tidak percaya pada dongeng.

Hiccup yang sudah berjenggot, Astrid yang tidak lagi gesit dan kini berkeriput, tiba-tiba dikagetkan saat sedang berlayar. Bayangan hitam besar menyeruak dari balik kabut, menghantam Hiccup ke dek kapal. Makhluk besar dan hitam itu adalah Toothless! Dengan membawa keluarganya!

Friday, April 12, 2019

Trik Agar Blogger Bisa Hidup Tenang Bebas Omelan Tetangga

5:13 PM 36 Comments


Percaya atau tidak saya dapat ide tulisan ini dari blogwalking! Tidak ada sumber yang jelas namun karena saya berkomentar kesana-kemari tiba-tiba saja terlintas judul ini.

Memang lah ya, gak sia-sia dulu saya bilang "blogwalking sebagai metode promosi blog yang akan digunakan sampai kapan pun", karena selain berpengaruh positif pada ketenaran blog kita, kita juga mendapatkan teman-teman yang membuat hari-hari kita gak sepi walau dihabiskan sebagian besar di rumah.

Dan manfaat yang paling saya rasakan ini, seringkali ketika sedang kehabisan topik jadi dapat ide posting.. Yaaaa... Semangat blogwalking semuanya!

Sebagai orang yang bekerja dari rumah, sebenarnya status saya bukan murni seorang blogger yang mendapat pemasukan dari iklan sih. Saya ngeblog karena saya suka menulis, kemudian saya memposting produk-produk kecantikan, saya jualan. Darisana lah saya dapat pemasukan untuk bayar tagihan internet, listrik, kontrakan, dll.

Kendala ngeblog bukan berasal dari diri sendiri, tapi dari faktor orang sekitar. Ada yang curiga mengapa saya bisa membayar semua tagihan, sering dapat kiriman JNE, padahal gak pernah pergi ke kantor. Dapat uang darimana coba, udah pengangguran gitu di rumah terus, kerjanya kutak ketik, bahkan sempet-sempetnya maen game di jam kerja.

Pernah baca kiriman di akun facebook teman yang kebetulan punya blog travel, salah satu trik agar kita gak dipandang rendah sebagai freelancer yaitu dengan sosialisasi.

1. Rajin Berinteraksi dengan Tetangga, Kalau Perlu Jelaskan dan Perlihatkan Hasil Pekerjaan Kita




Masyarakat masih berpikir bahwa pekerjaan itu harus "nyata". Maksudnya, nyata apa yang kita kerjakan di mata mereka. Kalau orang sering berangkat pagi dengan pakaian rapi dan pulang sore (dengan wajah kucel abis dimarahin bos), baru bisa dianggap punya pekerjaan tetap.

Blogger itu jarang keluar rumah. Kamu yang hanya mengandalkan pemasukan dari iklan, mau tidak mau harus rajin berinteraksi dengan tetangga supaya gak diomeli. "Pak, Bu, jaman sekarang kerja itu gak harus berangkat ke kantor. Saya kerja di rumah, bikin artikel, nih artikel saya bisa dibaca semua orang.." (sambil menunjukkan salah satu postingan blog kita)

Kemudian kita tunjukkan juga bukti pencairan/bayaran yang kita dapat sambil dibumbui candaan. "Dari artikel-artikel yang saya tulis, karena banyak pembaca, akhirnya ada orang yang pasang iklan di blog saya, nah ini bayarannya.." (walaupun iklan di postingan blog sudah muncul otomatis oleh Google Adsense, kita harus menggunakan 'bahasa' yang lebih mudah dipahami orang awam)

Mana tahu kan, ada tetangga yang minta dipromosiin juga usahanya. Seperti teman saya sebut saja Si Tayo. Dia sedia jasa rental mobil terus minta dipromoin. Alhasil setelah dia dapat customer yang menghubungi lewat WA dengan memakai pesan otomatis yang saya pasang di link, dia tahu itu customer dari saya, dia ngasih bonus deh.. Kan sama-sama untung.

Apabila cara yang pertama ini kurang efektif, maka solusinya menggunakan alibi!

2. Membuat Alibi, Seperti Loket Pembayaran Atau Toko Kecil




Kalau kita punya bisnis, kita pun harus terlihat seperti sedang bekerja di depan mereka. Kurang lebih seperti pencintraan. Ibarat saya punya online shop, dengan memiliki stock barang bertumpuk, karyawan yang mengepak pesanan satu per satu kemudian mobil JNE yang jemput paketan, mereka sedikit demi sedikit paham kalau saya dapat penghasilan dari jual-beli online. Apalagi kalau ada etalase yang memajang barang-barang jualan, disertai banner produk, terjawablah sudah apa usaha kita. Walaupun sedikit kemungkinan tetangga menaruh minat, tetapi pencintraan ini penting lho untuk menegaskan kita bekerja cari uang halal.

Itu sih kalau sudah jadi online shop besar ya, gimana kalau penjualan naik turun, stock terbatas, ngepak paket dan ngirim ke JNE sendiri? Coba aja buka loket pembayaran.

Tujuan awalnya sih supaya saya gak perlu pergi ke ATM untuk mendapatkan uang tunai. Bolak-balik ATM panas, makan bensin, belum parkir. Dengan membantu membayarkan tagihan listrik tetangga, saya cuma perlu mengeprint bukti pembayaran untuk mengkonversi uang di rekening menjadi uang tunai. Karena tetangga sudah tahu dan melihat saya "bekerja", maka saya pun bisa ngeblog dengan tenang..

Masih banyak alibi-alibi lain yang bisa kamu gunakan. Intinya sih kamu harus terlihat "bekerja" di depan mereka, supaya mereka tahu kamu cari uang halal. Walau terdengar agak nyeleneh tapi jika bertujuan positif demi passion ngeblog, gak ada salahnya, kan?

3. Terakhir, Jika Malas Interaksi Atau Bikin Alibi, Bodo Amat!




Tidak semua orang memiliki kepribadian ekstrovert. Ada orang-orang introvert yang memilih bekerja dari rumah karena tidak nyaman dengan suasana kantor. Tapi jangan salah! Bekerja dari rumah itu mendongkrak produktifitas, lho. Kamu jadi bisa mengurangi pengeluaran transportasi, bekerja lebih efisien mengikuti kondisi fisik, dan mendapat tidur lebih berkualitas! Kalau kamu tidak memedulikan penilaian orang-orang awam yang memandang rendah status blogger/freelancer, ya biarkan saja.

Saya sendiri bingung sih, masuk ke kategori yang mana. Saya bekerja di rumah karena bagi saya kantor itu penuh drama. Dari mulai atasan yang sengaja atau tidak menumpahkan kekesalan pada bawahan, sampai persaingan antar pekerja yang tidak sportif pasti ada selalu ada. Tapi ada satu waktu dimana saya menyempatkan diri untuk bergaul dan saya mendapati diri saya benar-benar aktif, apalagi kalau sudah ngobrol sama teman, gak ada rahasia.. Hahaha

Wednesday, April 10, 2019

Ke Tasikmalaya Jangan Lupa Cicipi 4 Makanan Khas Korea Ini

5:58 PM 18 Comments


Kacau deh, gara-gara sebagian domain gak diperpanjang jadi banyak banget broken link padahal dari komentar aja udah banyak yang broken link pasca penghapusan Google+. Tapi benar gak sih kalau komentatornya kebetulan aktif ngeblog dan keburu ganti ke Profil Blogger bawaan, gak jadi broken link lagi? Mohon pencerahannya..

Daripada mikirin kesehatan blog terus bikin laper, mending kita bahas makanan aja yuk! Saya hobi nonton drama korea alias drakor di waktu-waktu senggang, bagi saya Drama Korea itu kreatif, sekalipun ide ceritanya sederhana tapi bisa mereka kembangkan menjadi alur yang menghanyutkan penonton ke dalam cerita. Ditambah lagi drakor-drakor ngetop selalu memperlihatkan menu-menu makanan khas Korea yang menggoda iman maka saya pun tergoda mencicipi. 

Di Tasikmalaya ada resto-resto yang menyediakan khusus makanan Korea, suatu keajaiban di kota saya bisa ada yang begini mengingat saya tinggal di kota kecil. Mungkin karena bisnis kuliner sangat laku, bahkan ada yang namanya event "Mambo Culinary Night" dimana setiap Sabtu Malam semua pedagang makanan mulai kaki lima sampai pemilik resto menyewa stand di sepanjang Jalan Mayor Utarya, Kel. Empangsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat 46113.

Bagi saya yang suka makan ini tentu kehadiran event tersebut adalah surga! Apalagi saya punya metabolisme tinggi, saya tidak bisa gemuk meski sudah banyak makan. Apa aja sih makanan khas Korea yang saya temukan? Yuk kita bahas satu per satu!

1. Rabbokki, Perpaduan Ramyeon dan Teokbokki




Teokbokki (orang Sunda sebut "topoki"), adalah kue beras khas Korea yang dibuat dengan cara menggiling beras menjadi bubuk tepung lalu dibuat adonan menyerupai bentuk sosis. Ada yang membuatnya langsung dari tepung beras, ada pula yang melalui banyak proses merendam berasnya terlebih dulu sebelum digiling. Yah beda-beda sih penyajiannya, kalau saya cuma tahu makan.

Orang Korea senang memasak Teokbokki dengan pasta cabai fermentasi yang dinamakan "Gochujang". Nah Gochujang inilah yang memberi warna merah semerah-merahnya pada hasil akhir masakan, udah begitu dipadu rasa pedas dan asam yang unik. Tinggal dibanyakin kuahnya, tambahin mie instan atau ramyeon, maka jadilah Rabokki. 

Alasan suka makanan ini: Pedas, Asam, Kenyal, Ada Mie. Bisa jadi karena Gochujang yang menjodohkan teokbokki dengan ramyeon sehingga mereka tidak boleh berpisah! Sayangnya menu ini dibuat dalam porsi terbatas karena memerlukan banyak tahap dalam pembuatannya, sehingga apabila kamu ingin memesan rabokki saya sarankan membuat reservasi terlebih dulu sebelum datang ke tempat.

Rabokki ini saya dapat dari Takara Kitchen, lokasi resto beralamat di Jl. Paseh No. 8, Nagarawangi, Cihideung, Tuguraja, Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46124. 

2. Tom Yum Ramen, Masakan Korea Rasa Thailand




Setiap resto Korea pasti dong menyediakan menu andalan mi ramen. Nah di Takara Kitchen ini, ada menu ramen yang diberi nama Tom Yum, jadinya mi ramen ini ala ala masakan Thailand namun masih ada sentuhan Korea-nya. Saya paling suka ramen ini karena asam pedasnya lebih kuat, apalagi ditambah irisan tomat dan aroma jeruk nipis, mantap dah! 

Siapa bilang makanan itu cuma bisa bikin kenyang? Bagi saya makanan itu adalah pelepas stress. Gak ada tuh istilah galau-galau dalam keseharian saya asalkan bisa makan enak! Hahaha. Saya gak bisa berkata apa-apa lagi deh pokoknya kalau ramen ya sikat aja cuman gak mau nyobain rasa lain karena sudah ketagihan sama si Tom Yum.

3. Bibimbap, Korean Monster



Menu kali ini tidak bisa ditemukan di event Mambo Culinary Night tapi harus datang langsung ke tempatnya. Korean Monster ada di foodcourt lantai 1 Asia Plaza, Jl. K. H. Z. Mustofa No.326, Tugujaya, Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46126. Menu yang paling saya sukai adalah Bibimpap atau kalau kata Teh Sumar AE ini teh "Lotekna Urang Korea" karena seperti masakan Sunda yang mencampur adukkan sayuran dengan tauge.

Awalnya saya tidak terlalu suka dengan telur setengah matang. Tapi setelah mencoba menu ini jadi suka banget bahkan sampai bikin sendiri di rumah! Bahan utamanya masih nasi. Cuman di atasnya itu ada irisan wortel, zukini alias mentimun Itali, tauge, irisan daging, dan terakhir telur ceplok setengah matang yang ditaburi sedikit gochugaru. 

Bagi yang belum tahu, gochugaru ini fermentasi cabai yang berupa bubuk halus dan kasar. Kalau di kita hampir sama seperti bumbu Aida atau Bon Cabe mungkin, ya? Hahaha

Sewaktu pesan Bibimpap saya dapet dua macam saus: gochujang dan saus cabai biasa. Walaupun saya suka rabokki tapi tetap aja kok rasanya aneh kalau dimakan langsung. Mungkin karena gochujang pada rabokki sudah menyatu dengan rempah-rempah lain maka rasa asamnya itu masih bisa ditoleransi oleh lidah saya, berbeda halnya kalau saya makan gochujang langsung. Apalagi gochujang dari setiap resto bisa beda-beda. 

4. Bakar-bakar Daging Di Gangnam



Level tertinggi dalam masakan Korea adalah memanggang daging. Agak bingung juga ya kenapa di setiap meja udah ada panggangan dan pengunjung memanggang daging sendiri, apa gak takut gosong ya? Mungkin itu sudah budaya orang Korea dan bagi mereka ada kepuasan tersendiri ketika berkumpul dan memanggang daging bersama. 

Saya punya kesempatan berkunjung ke Gangnam itu sewaktu teman SMP saya Witri pulang dari Jakarta. Menurut dia harga di Tasik itu murah kalau dibandingkan dengan harga menu makanan di Jakarta, tapi ya tetap saja kan ujungnya juga habis 100 ribuan untuk dua orang. Nanti juga dikasih gratis kimchi sebagai pendamping, masih menurut Teh Sumar ya kimchi itu sebutan "Acarnya Abang Lee Min Ho". Karena kimchi berbahan dasar lobak dan sawi.

Gangnam ini masih berlokasi di Asia Plaza cuman jajaran komplek ruko, nggak di dalam mall. Jadi kalau dari pintu masuk sebelum masuk mall itu pasti udah ketemu si Gangnam.

Menurut kamu yang mana nih yang paling bikin penasaran? Atau gak ada satu pun yang bikin penasaran hahaha sharing dong di komentar!