Sunday, November 11, 2018

Curug Cimanintin Kabupaten Tasikmalaya




Saya tinggal di Kota Tasikmalaya tapi kalau sedang jenuh di rumah daripada jalan-jalan sekitar kota yang ujung-ujungnya habis banyak duit tapi masih penasaran, saya mending main-main ke daerah Kabupaten dimana terdapat banyak keindahan-keindahan alam yang belum banyak terekspos. Salah satunya adalah Curug Cimanintin, nama air terjun yang terletak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Nama 'Curug Cimanintin' sendiri menggunakan kata 'curug' yang dalam Bahasa Sunda berarti air terjun, sedangkan 'cimanintin' adalah gabungan dari kata 'cai' yang berarti air dan 'manintin' dari nama burung. Secara keseluruhan, Curug Cimanintin dinamakan demikian oleh para sesepuh karena di lereng air terjun tersebut sejak dahulu sering didatangi burung-burung manintin untuk bersarang bahkan sampai sekarang pun diyakini masih bisa ditemukan sarang burung manintin.

Tempat tinggal saya lumayan berada dekat dengan pusat kota. Saya menempuh perjalanan sejauh 39.2 KM atau sekitar 1 jam 40 menit menggunakan sepeda motor, di samping saya gak punya mobil, saya lebih suka naik motor sekalipun itu perjalanan jauh karena lebih cepat dan tidak perlu membawa banyak barang selain ransel di punggung. Saat melewati Jalan Raya Salopa yang berbulak belok bagaikan ular tangga, pengendara akan disuguhi pemandangan hijau dari kebun karet. Saya juga sempat berfoto-foto sebentar disana karena sayang sekali jika hamparan tanaman hijau dengan pepohonan tinggi tidak diabadikan.

Keindahan kebun karet di Jalan Raya Salopa.

Kemudian saat memasuki Kampung Joho Desa Tanjungsari, saya harus menitipkan motor terlebih dulu karena perjalanan selanjutnya hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kalau ingin mengunjungi wisata curug, harap dimaklumi jika masih ada beberapa jalan yang kondisinya tidak terlalu bagus. Karena memang daerah-daerah yang memiliki curug belum banyak dijamah oleh banyak orang sehingga pengunjung harus siap dengan jalanan terjal yang mungkin bisa merusak motor. Penting sekali memastikan motor kita dalam kondisi prima terutama ban motor jangan sampai bocor, kan nggak lucu juga kalau dari rumah niat piknik, malah kesusahan nyari bengkel. HAHA

Jadi saya dan Hendri berjalan kaki melewati sawah sekitar satu jam. Tentulah, saya capek! Bagi seorang wanita lemah tak berdaya seperti saya ini yang biasanya cuma mengasuh anak, mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan menulis di blog, kesempatan ini seperti sedang mengikuti Tes Fisik pelajaran olahraga dulu. Saya beruntung sekali memiliki suami yang mau mengajak saya bepergian jauh, katanya sih daripada ke mall mending cari kegiatan outdoor yang melibatkan fisik, dan inilah kami tiba di.. Curug Cimanintin.

Maaf pose-nya kayak orang mau adzan, lagi nggak siap difoto!
Dari papan Selamat Datang ini sebenarnya perjalanan masih jauh, hahaha.. Tapi gak apa-apa lah, sebagai penyemangat untuk diri sendiri karena sudah berjalan kaki melewati sawah selama satu jam. Btw saya ini jadi keliatan hamil ya pakai atasan berbentuk gitu, baru nyadar. Saya mendapatkan baju atasan ini dari Sale Stock, selain harganya terjangkau, kualitas bahan yang digunakan juga terasa nyaman dan tidak gerah walau di tengah teriknya matahari. Saya memilih model baju ini tadinya supaya bisa menyamarkan perut yang buncit, maklum lah kalau ibu-ibu yang sudah melahirkan seringkali lemak-lemak di perutnya itu nggak terkontrol. Sepertinya memang standar ukuran S disana kebetulan masih longgar di tubuh saya yang mungil ini, biasanya saya pilih size XS.

Fahlevita Blouse temukan di Sale Stock.
Sebelum memasuki area wisata Curug Cimanintin, pengunjung biasanya akan diminta uang administrasi oleh petugas yang berjaga di pintu masuk. Sebenarnya agak kurang pas juga kalau disebut pintu masuk, karena tidak ada gerbang, namun kita akan menerima tanda terima dengan berlogo Pemerintah Kabutapen Tasikmalaya sebagai bukti bahwa uang yang kita bayarkan akan dialokasikan untuk pengelolaan area wisata. Saya lupa, mungkin sekitar Rp 5.000.

Jika menemukan sungai besar, perjalanan kita menuju Curug tidak akan lama lagi. Hati-hati saat menyeberangi jembatan karena tidak ada pagar pembatas.


Tidak sempat berfoto pula saat menaiki gunung dikarenakan sulitnya mengatur nafas, hahaha.. Yang penting bisa dapet foto di air terjun. Dan inilah Curug Cimanintin.


The color of my hair.. so memorable!

Saya suka sekali berenang, bahkan sedari hamil saya berkhayal bisa berenang di alam terbuka. Tidak disangka akhirnya bisa terwujud! Terimakasih suamiku yang selalu setia menemani istrimu yang rewel, walau harus berkali-kali dibujuk sih. Oh ya, disini saya sudah berganti kostum ke kaos, karena sayang baju barunya kalau kebasahan.. HAHA



Curug Cimanintin ini potensi wisata yang masih perawan karena belum banyak dijamah oleh banyak orang, kecuali penduduk sekitar atau dari jauh, melalui informasi dari mulut ke mulut. Saya sendiri menemukan petunjuk ke tempat ini melalui Google Local Guide. Bersyukur sekarang sudah ada navigasi, saya bisa mengeksplor tempat-tempat menarik yang tidak terlalu jauh dari kota saya. Semoga untuk ke depannya wisata Curug Cimanintin bisa dikembangkan menjadi area panjat tebing atau flying fox misalnya. Jangan lupa membawa bekal dari rumah, karena disini pedagang makanan masih jarang ditemukan. 

14 comments:

  1. Keren sekali viewnya melewati kebun karet. ..lumayan juga sih jalan kaki satu jam ke lokasi jurug, dan tempatnya masih terlihat alami cuma lewat jembatan bambu harus hati2 kalo melamun bisa jatuh hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penduduk setempat ada yang bisa bawa motor melewati jembatan itu, salut deh.
      Iya mas Aris kalau melewati kebun karet jangan lupa foto-foto :)

      Delete
  2. Kalau itu dikelola dengan baik, pastinya bisa menjadi tempat wisata yang menarik. Air terjun, dikampung saya juga biasa dinamai curug.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin udah kebiasaan orang Jawa ya kalau air terjun dinamai curug?

      Delete
  3. Waah seru pisan eta pasti di Curugnya.
    Di Sumedang juga rasanya ada yang namanya Curug Cimanintin, kok bisa samaan yah namanya? :D
    saya follow ya teh, blognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya karena sama-sama dijadikan sarang burung manintin hehe
      Welcome back Mas Jery dulu yang pertama kali berkomentar di blog ini tahun 2014 :)

      Delete
  4. Asyiknya jalanjalan ke curug Manintin ini. Btw penasaran sama komentarnya di blog travel saya qiqiqi. Pernah ke Ende dan makan alu ndene kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Kebetulan rumah saya berlokasi dekat perguruan tinggi, dan ibu saya mengelola kost. Terkadang, ada beberapa penghuni kost yang membawakan oleh-oleh sehabis pulang kampung. Saat itulah saya mencoba makan alu ndene. Karena waktu itu masih kecil, saya nggak bertanya apa itu dan darimana asalnya. :)

      Delete
  5. Bagus banget tempatnya Mbak, Instagramable hehheh. Jadi kebayang foto Di curugnya sambil kemulan kain tenun kek orang2 gitu 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, Mas Didy. Sebenarnya agak kurang puas dengan foto-fotonya, tetapi karena kehabisan bahan posting, saya gunakan yang ada saja hehe. :D

      Delete
  6. Haha, maafkan daku mba, saya salfok sama bajunya yang dari Sale Stock. Udah lama banget saya ngga belanja disana, pas liat fotonya mba jadi mupeng belu disana lagi deh. Hihi. Itu banu yang mba pake lucu banget lho. Aku suka warnanya juga soft banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak Suryani, karena saya pikir belum punya baju warna mint jadi nyoba-nyoba. Terimakasih kunjungannya.

      Delete
  7. Wah, bagus ya pemandangannya. Menurutku bajunya gak bikin kaya lagi hamil, kok. Aku malah suka model yang longgar gitu, nyaman dipake 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Indi sudah berkunjung. Iya emang nyaman banget bahannya adem.

      Delete

Boleh OOT asal jangan ninggalin link hidup ya. Terimakasih kunjungannya :)