Tuesday, November 13, 2018

PROMIL MASUK! Perbedaan Zeman SX, Dipthen, dan Cartogen



Suplemen dan obat adalah dua hal yang berbeda, namun kita sama-sama membutuhkannya. Bukan berarti suplemen lebih baik, dan bukan berarti obat itu berbahaya, karena dalam beberapa kasus, tubuh kita juga membutuhkan obat supaya mendapat penanganan yang tepat.

Lucunya, ada juga orang yang menciptakan istilah 'obat kimia' dan 'obat herbal'. Kenyataannya semua obat herbal pun juga bersifat kimia karena dalam proses pembuatan saja sudah melalui proses kimiawi. Kalau tidak begitu ya tidak mungkin bisa berbentuk kapsul atau dikemas ke dalam botol.

Produk Zeman SX adalah salah satu suplemen yang saya promosikan lewat natureveshop.com, kegunaannya untuk meningkatkan kesuburan pada pria. Pernah ada beberapa pelanggan yang memesan Zeman SX juga menanyakan Dipthen dan Cartogen. Bagi yang sedang merencanakan program kehamilan atau memiliki masalah infertilitas, simak baik-baik artikel ini karena siapa tahu Anda menemukan solusinya.

Apa itu Zeman SX?


Zeman SX


Zeman SX adalah suplemen/vitamin nutrisi dari Mega We Care - PT. Megalifescinces Tbk, Australia yang ditujukan untuk menjadikan pria lebih subur, sehingga lebih berkesempatan untuk memiliki keturunan. Selain itu bisa juga digunakan sebagai dopping pembentuk otot bagi penggiat olahraga, dengan catatan hanya diminum pria saja. Manfaat lainnya dari Zeman SX bisa meningkatkan performa vitalitas supaya hubungan suami-istri selalu harmonis.

Setiap kapsul Zeman SX mengandung: 

  • ZMA Powder : 450mg
  • Providing Magnesium : 83.52mg
  • Zinc : 5.58mg
  • Vitamin B6 : 1.93mg
  • L-carnitine L-tartrate : 146.63mg
  • Equivalent to L-carnitine : 100mg
  • Nicotinamide : 20mg
  • Selenium Methionine Complex : 7mg
  • Equivalent to Selenium : 70mcg
  • Thiamine Mononitrate (Vitamin B1) : 70mcg
  • Vitamin B2 : 1.70mg
  • Biotin : 0.15mg


Perlu diketahui, saya menyediakan Zeman SX karena memang produk ini tergolong suplemen, bukan obat keras. Sehingga siapa saja boleh membeli produk ini tanpa harus ada resep dokter. Mengingat Zeman SX yang telah terdaftar BPOM dan tidak menimbulkan efek samping, produk aman dikonsumsi selama mengikuti dosis yang dianjurkan.

Apa itu Dipthen? 


Dipthen Tablet
Dipthen Tablet adalah obat yang diproduksi PT. Dipa Pharmalab Intersains dengan komposisi Clomiphene citrate 50 mg. Dipthen digunakan sebagai terapi infertilitas pada wanita dengan ammenorhea, dan bisa juga digunakan pria dengan oligozoospermia. Dipthen tergolong obat keras dengan ditandai logo huruf K berwarna merah, oleh karena itu hanya bisa dibeli dengan resep dokter. 

Dikutip dari www.dipa.co.id inilah efek samping yang bisa terjadi:

  • Perbesaran ovarium, kehamilan ganda.
  • Gangguan saluran pencernaan; perut tidak nyaman.
  • Kulit kemerahan
  • Gangguan sakit kepala, pusing dan penglihatan kabur.
  • Pembentukan kista ovari, rasa terbakar, diplopia, insomnia, fotobia, intermenstrual dan mennorrhagia.

Bagi Anda yang saat ini sedang melakukan pencarian obat di internet, ada baiknya bersikap bijak pada diri sendiri. Apabila Anda membutuhkan alternatif lain untuk menyuburkan rahim, konsumsilah suplemen vitamin E seperti Nuenat. Vitamin E bersifat antioksidan, selain dapat meningkatkan kesuburan, juga bermanfaat merawat kulit. 

Apa itu Cartogen?


Cartogen


Cartogen merupakan suplemen makanan yang diproduksi oleh Futamed Pharmaceuticals yang dapat digunakan sebagai pengobatan macam-macam penyakit. Hal ini dikarenakan Cartogen bersifat fibrinolitik dan antioksidan, sehingga apabila dikonsumsi oleh penderita infertilitas, maka dapat meningkatkan peluang kehamilan. 

Tiap kapsul Cartogen mengandung :

  • Nattokinase 20.000 FU/g 100 mg
  • Co-Enzyme Q-10 100 mg

PERINGATAN
Tidak disarankan untuk wanita hamil atau menyusui.
Hati-hati pada pasien yang menggunakan warfarin.
Hati-hati pada orang yang hipersensitif terhadap salah satu bahan aktif tersebut.

Tidak ada halaman resmi yang menyampaikan efek samping dari Cartogen, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa efek samping yang mungkin terjadi bisa berupa sakit kepala, mual, diare, gangguan tidur dan sesak nafas. Efek samping akan hilang ketika penggunaan obat dihentikan. Cartogen tidak memerlukan resep namun sebaiknya dikonsumsi sesuai dosis atau anjuran dokter.

Sunday, November 11, 2018

Curug Cimanintin Kabupaten Tasikmalaya




Saya tinggal di Kota Tasikmalaya tapi kalau sedang jenuh di rumah daripada jalan-jalan sekitar kota yang ujung-ujungnya habis banyak duit tapi masih penasaran, saya mending main-main ke daerah Kabupaten dimana terdapat banyak keindahan-keindahan alam yang belum banyak terekspos. Salah satunya adalah Curug Cimanintin, nama air terjun yang terletak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Nama 'Curug Cimanintin' sendiri menggunakan kata 'curug' yang dalam Bahasa Sunda berarti air terjun, sedangkan 'cimanintin' adalah gabungan dari kata 'cai' yang berarti air dan 'manintin' dari nama burung. Secara keseluruhan, Curug Cimanintin dinamakan demikian oleh para sesepuh karena di lereng air terjun tersebut sejak dahulu sering didatangi burung-burung manintin untuk bersarang bahkan sampai sekarang pun diyakini masih bisa ditemukan sarang burung manintin.

Tempat tinggal saya lumayan berada dekat dengan pusat kota. Saya menempuh perjalanan sejauh 39.2 KM atau sekitar 1 jam 40 menit menggunakan sepeda motor, di samping saya gak punya mobil, saya lebih suka naik motor sekalipun itu perjalanan jauh karena lebih cepat dan tidak perlu membawa banyak barang selain ransel di punggung. Saat melewati Jalan Raya Salopa yang berbulak belok bagaikan ular tangga, pengendara akan disuguhi pemandangan hijau dari kebun karet. Saya juga sempat berfoto-foto sebentar disana karena sayang sekali jika hamparan tanaman hijau dengan pepohonan tinggi tidak diabadikan.

Keindahan kebun karet di Jalan Raya Salopa.

Kemudian saat memasuki Kampung Joho Desa Tanjungsari, saya harus menitipkan motor terlebih dulu karena perjalanan selanjutnya hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kalau ingin mengunjungi wisata curug, harap dimaklumi jika masih ada beberapa jalan yang kondisinya tidak terlalu bagus. Karena memang daerah-daerah yang memiliki curug belum banyak dijamah oleh banyak orang sehingga pengunjung harus siap dengan jalanan terjal yang mungkin bisa merusak motor. Penting sekali memastikan motor kita dalam kondisi prima terutama ban motor jangan sampai bocor, kan nggak lucu juga kalau dari rumah niat piknik, malah kesusahan nyari bengkel. HAHA

Jadi saya dan Hendri berjalan kaki melewati sawah sekitar satu jam. Tentulah, saya capek! Bagi seorang wanita lemah tak berdaya seperti saya ini yang biasanya cuma mengasuh anak, mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan menulis di blog, kesempatan ini seperti sedang mengikuti Tes Fisik pelajaran olahraga dulu. Saya beruntung sekali memiliki suami yang mau mengajak saya bepergian jauh, katanya sih daripada ke mall mending cari kegiatan outdoor yang melibatkan fisik, dan inilah kami tiba di.. Curug Cimanintin.

Maaf pose-nya kayak orang mau adzan, lagi nggak siap difoto!
Dari papan Selamat Datang ini sebenarnya perjalanan masih jauh, hahaha.. Tapi gak apa-apa lah, sebagai penyemangat untuk diri sendiri karena sudah berjalan kaki melewati sawah selama satu jam. Btw saya ini jadi keliatan hamil ya pakai atasan berbentuk gitu, baru nyadar. Saya mendapatkan baju atasan ini dari Sale Stock, selain harganya terjangkau, kualitas bahan yang digunakan juga terasa nyaman dan tidak gerah walau di tengah teriknya matahari. Saya memilih model baju ini tadinya supaya bisa menyamarkan perut yang buncit, maklum lah kalau ibu-ibu yang sudah melahirkan seringkali lemak-lemak di perutnya itu nggak terkontrol. Sepertinya memang standar ukuran S disana kebetulan masih longgar di tubuh saya yang mungil ini, biasanya saya pilih size XS.

Fahlevita Blouse temukan di Sale Stock.
Sebelum memasuki area wisata Curug Cimanintin, pengunjung biasanya akan diminta uang administrasi oleh petugas yang berjaga di pintu masuk. Sebenarnya agak kurang pas juga kalau disebut pintu masuk, karena tidak ada gerbang, namun kita akan menerima tanda terima dengan berlogo Pemerintah Kabutapen Tasikmalaya sebagai bukti bahwa uang yang kita bayarkan akan dialokasikan untuk pengelolaan area wisata. Saya lupa, mungkin sekitar Rp 5.000.

Jika menemukan sungai besar, perjalanan kita menuju Curug tidak akan lama lagi. Hati-hati saat menyeberangi jembatan karena tidak ada pagar pembatas.


Tidak sempat berfoto pula saat menaiki gunung dikarenakan sulitnya mengatur nafas, hahaha.. Yang penting bisa dapet foto di air terjun. Dan inilah Curug Cimanintin.


The color of my hair.. so memorable!

Saya suka sekali berenang, bahkan sedari hamil saya berkhayal bisa berenang di alam terbuka. Tidak disangka akhirnya bisa terwujud! Terimakasih suamiku yang selalu setia menemani istrimu yang rewel, walau harus berkali-kali dibujuk sih. Oh ya, disini saya sudah berganti kostum ke kaos, karena sayang baju barunya kalau kebasahan.. HAHA



Curug Cimanintin ini potensi wisata yang masih perawan karena belum banyak dijamah oleh banyak orang, kecuali penduduk sekitar atau dari jauh, melalui informasi dari mulut ke mulut. Saya sendiri menemukan petunjuk ke tempat ini melalui Google Local Guide. Bersyukur sekarang sudah ada navigasi, saya bisa mengeksplor tempat-tempat menarik yang tidak terlalu jauh dari kota saya. Semoga untuk ke depannya wisata Curug Cimanintin bisa dikembangkan menjadi area panjat tebing atau flying fox misalnya. Jangan lupa membawa bekal dari rumah, karena disini pedagang makanan masih jarang ditemukan. 

Saturday, November 10, 2018

6 Batu Sakti yang Diincar Thanos di Avengers: Infinity War



Sesuai janji saya Sabtu lalu, saya akan menulis review Avengers: Infinity War karena saya harus membuktikan apakah benar ada keterkaitan dengan Ant-Man and The Wasp. Berdasarkan IMDb, Avengers: Infinity War lebih dulu rilis pada April 2018 sedangkan Ant-Man and The Wasp menyusul 2 bulan kemudian pada Juli 2018. Ternyata, di Avengers: Infinity War tidak memunculkan Scott Si Ant-Man, kecewa deh saya, tapi pada percakapan Tony Stark Si Iron Man dengan kawan-kawannya sempat menyebut-nyebut soal Ant Man. Mungkin percakapan tersebut adalah credit scene agar penonton merasa akrab saat kemunculan film Marvel berikutnya.

Power Stone (Batu Kekuatan) dan Space Stone (Batu Jarak)


Kita flahsback sedikit ke cerita Thor: Ragnarok (2017) dimana bangsa Asgard mengungsi ke pesawat besar karena tanah kelahiran mereka hancur oleh Dewi Kematian Hela. Saat Avengers: Infinity War dimulai, kaum Asgard tewas dibantai, dimana Sang Dewa Petir Thor sedang sekarat akibat kekuatan Power Stone yang dimiliki Thanos. Thanos melakukan itu demi mendapatkan Tesseract, benda keramat berwujud kaca kubus, yang menyimpan Space Stone. Loki yang terkenal akan lihaynya dia melakukan tipu daya, berpihak pada Thanos dengan menyerahkan Tesseract. Thanos berhasil memiliki Space Stone yang memberi kemampuan berpindah tempat, lalu ia pun menghancurkan pesawat itu dan mengirim beberapa bawahan untuk mengambil dua Batu Sakti di Bumi.



Time Stone (Batu Waktu)


Bagi para penonton Doctor Strange (2016), pasti sudah kenal dengan sosok hero ini, seorang ahli bedah syaraf yang mempelajari ilmu sihir. Dr. Stephen Strange menyimpan Time Stone yang bisa memaju-mundurkan waktu. Dua bawahan Thanos terpaksa membawa Dr. Strange secara paksa karena Time Stone terikat mantra dengan tubuh Dr. Strange. Iron Man dan Peter Si Spiderman ikut masuk ke pesawat alien demi menyelamatkan Dr. Strange. Penonton bakal dibikin kagum dengan kostum barunya Spiderman yang semi Iron Man, dimana pada film Spiderman: Homecoming (2017), Peter sempat menolak kostum tersebut namun pada pertempuan galaksi ini, Peter harus memakai kostum itu agar tetap bernafas.

Mind Stone (Batu Pikiran)


Sementara di belahan Bumi lain, Mind Stone telah digunakan untuk membangkitkan superhero Vision. Dua bawahan Thanos yang lain berusaha mencabut Mind Stone dari kening Vision tetapi mereka digagalkan oleh Scarlet Witch. Akibatnya, Vision kehilangan kemampuan memulihkan diri dan harus dibawa ke Wakanda untuk memperbaiki kerusakan Mind Stone. Wakanda adalah sebuah kehidupan bagai Atlantis dengan teknologi canggih di planet lain yang melahirkan pahlawan Black Panther (2018).


Reality Stone (Batu Realita)


Memasuki galaksi.. di dalam sebuah pesawat kecil sekawanan Guardians of The Galaxy: Peter Quill The Star Lord, Rocket, Drax, Mantis, Gramora, dan Groot sedang menuju ke Knowhere untuk mengamankan Reality Stone sebelum diambil Thanos. Dalam perjalanan mereka menemukan Thor yang terlempar begitu saja ke pesawat mereka. Tentu saja Thor tidak mati karena dia seorang Dewa, ia hanya pingsan akibat serangan Thanos yang traumatis. Disinilah mereka berpisah. Quill, Grax, Mantis, dan Gamora tetap melanjutkan perjalanan ke Knowhere. Sedangkan Thor, Rocket, dan Grook menghilang tetapi kemudian muncul kembali di Wakanda.


Soul Stone (Batu Jiwa)


Sayangnya, Reality Stone sudah diambil oleh Thanos saat rombongan Quill tiba di Knowhere. Keberadaan Soul Stone terlacak oleh anak tiri Thanos, Gamora, berada di Vormir planet tak berpenghuni. Thanos mengorbankan Gamora sebagai tumbal untuk mendapatkan Soul Stone. Karena telah diselimuti ambisi menjadi Dewa, Thanos menganggap nyawa anaknya adalah pengorbanan kecil untuk hasil yang besar. Disinilah kita bisa melihat sisi hangat dalam diri Thanos, betapa pun kejamnya membantai orang-orang tak bersalah, ia tetap bisa menangis saat melepas Gamora.




Peperangan yang sesungguhnya terjadi di Wakanda. Adik perempuan T'Challa Si Black Panther, Shuri sedang memperbaiki Mind Stone pada kening Vision. Untuk melindungi Vision, T'Challa mengerahkan semua prajuritnya melawan monster-monster hutan yang dikendalikan bawahan Thanos. Disini kaum Wakanda juga dibantu oleh Bruce Banner, yang sayangnya tidak bisa berubah menjadi Hulk, sebagai gantinya Bruce menjalankan robot raksasa. Selain itu masih ada lagi Captain America, Falcon, Winter Soldier, Black Widow dan Iron War Machine yang menambah keseruan Infinity War.

Walaupun cukup disayangkan setiap hero kebagian scene sedikit-sedikit, tidak ada kemunculan pahlawan Hawkeye, tetapi film ketiga Avengers ini menyisakan rasa penasaran yang besar akan kelanjutan seri keempat. Saya sudah tidak sabar menantikan lanjutannya, apalagi kalau ada film solo Black Widow a.k.a Natasha Rumanova yang diperankan oleh Scarlett Johanson, saya pasti nonton. Scarlett juga pernah menjadi pemeran utama di Ghost in the Shell sebagai Major, robot yang dicangkok otak manusia.

Thursday, November 8, 2018

Vlogger Rahmawati Kekeyi, Terkenal di Youtube Modal Property Seadanya


Pengennya sih posting bertema Lifestyle tapi karena gak punya bahan, akhirnya saya putuskan menulis pendapat tentang seorang vlogger viral baru-baru ini sedang heboh di Youtube dengan 3,5 juta penayangan yakni Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka atau yang lebih suka dipanggil Kekey.

Awalnya netizen banyak yang menebak-nebak, wajah Kekey yang lugu dan polos ini seperti seorang anak perempuan berumur 16 tahun. Ternyata dia 23 tahun, Guys! Dia sangat menginspirasi penonton karena dengan bermodalkan kamera handphone, pencahayaan ruangan seadanya, dan produk make up murah dia bisa menyampaikan tutorial layaknya seorang PRO. Misalnya seperti video yang diunggah Kekey dengan judul 25k Make Up Challenge, dia menggunakan foundation seharga 5.000 dan produk-produk lain yang apabila semuanya dijumlah tidak melebihi 25.000 rupiah. Yang unik dari cara penyampaian dia, yaitu pengaplikasian foundation bukan memakai beauty blender atau sponge atau kuas-kuas yang mahal seperti vlogger-vlogger pada umumnya, tapi Kekey menggunakan balon yang diisi air! Unik, kan?

Saya pernah melihat di saluran Youtube 5 Minutes Life Craft Girly dimana pengaplikasian foundation menggunakan balon. Namun saya tidak mau mengikutinya, karena bagi saya memakai siliponge saja sulit apalagi balon yang sama-sama bersifat 'silicone'. Jadi saya tetap menggunakan beauty blender, yang dapat meratakan foundation paling cepat dibanding pakai jari-jari langsung atau alat-alat lain. Pasalnya si beauty blender ini bersifat 'sponge' yang menyerap sedikit foundation, dimana ini bisa menguntungkan karena proses meratakan produk tidak butuh waktu lama.


Meratakan foundation dengan balon sebagai pengganti sponge.


Senin lalu (05/11) vlogger favorit saya, Rachel Goddard meniru tutorial Kekey25k Make Up Challenge dengan memakai produk dan cara yang sama, yaitu foundation seharga 5.000 dan menggunakan balon diisi air. Di video challenge tersebut, tampak shade foundation kurang menyatu dengan tone kulit Mbak Rachel dan Mak Rachel juga kesulitan meratakan foundation dengan balon. Sepertinya gara-gara foundation yang dikeluarkan terlalu banyak, karena jika ingin menggunakan tools yang bersifat silicone maka kita harus mengeluarkan produk sedikit mungkin.


Rachel Goddard meniru tutorial Kekey, 25k Make Up Challenge.


Saya sudah lama subscribe channel Mbak Rachel karena melalui dia saya bisa dapet referensi make up yang cocok untuk warna kulit yang bukan tergolong putih, saya juga suka kepribadian mbak Rachel yang humoris, nggak jaim, hobi ke pantai dan bangga dengan kulit coklatnya. Jadi memang yang ingin disampaikan oleh mbak Rachel adalah usaha Kekey dalam memperlihatkan tutorial make up ala dirinya perlu kita apresiasi karena Kekey tidak malu menggunakan produk-produk murah. Kekey ini sangat percaya diri, seolah netizen mana pun yang berani berkomentar nyinyir akan malu sendiri hahaha. Saya pun iri, saya ingin mulai mengatakan pada diri saya sendiri setiap kali bercermin, "Saya cantik, saya seksi, saya bahagia." Karena dengan memulai sugesti positif, kita pun bisa menularkan energi positif pada yang lain.


Kekey diundang Nagita dalam sesi Tanya Jawab oleh Rans Entertainment.


Rabu kemarin (07/11) Kekey tampil di acara Tanya Jawab dengan Nagita Slavina yang diunggah oleh Rans Entertainment, akun Youtube official yang didirikan oleh Raffi Ahmad. Di video tersebut Kekey menangis terharu karena sudah lama mengidolakan Nagita dan tidak menyangka bisa bertemu langsung. Saya salut sama idenya Rans Entertainment yang mampu melihat potensi di dalam diri Kekey, dimana pada kesempatan itu Kekey didandani oleh MUA dengan harapan Kekey bisa menambah pengetahuan seputar make up dari penyedia jasa profesional yang sudah berpengalaman dalam merias, serta agar Kekey bisa terus berkarya dengan menampilkan video-video baru yang lebih keren.


Kekey bertemu Tasya Farasya di talkshow Hitam Putih.


Ditambah lagi, acara Talkshow Hitam Putih yang biasa dibawakan oleh Deddy Corbuzier juga ikut menampilkan Kekey sebagai sosok orang yang inspiratif. Kekey mengemukakan bahwa panutan dia dalam membuat video tutorial make up adalah Tasya Farasya. Moment mengharukan terjadi ketika Tasya dan Kekey bertemu dan berpelukan, karena selama ini mereka berdua saling menonton video satu sama lain melalui Youtube. Kekey diberi hadiah sebuah box make up yang ah.. saya jadi gak bisa berkata-kata, dari dulu kepengen punya Ya Allah!!

Tapi jangankan punya box make up mahal, menunjukkan kemampuan make up sendiri saya pun masih maju mundur. Saya pertama kali ngedandanin orang itu ketika adik saya mau menghadiri acara kelulusan dan Mama Mertua yang mau menghadiri acara wisuda adik ipar. Itu pun karena saya berkali-kali dibujuk, barulah saya memberanikan diri mendandani mereka dengan produk-produk seadanya. Hasilnya? Gak terlalu ancur sih, mereka cuma bilang skill saya udah bagus dan perlu sekolah make up biar dapat sertifikat. Saya yang selama ini cuma bisa mengkhayal jadi vlogger, tapi cuma mengeluh produk-produk yang saya miliki gak terlalu bagus, kamera juga cuma ada kamera digital seukuran saku. Daaaan saat itulah Kekey langsung meroket dengan kamera HP dan balon diisi air. Dia mendapat banyak viewer alasannya simple, dia tulus. Nggak kayak gue yang muluk-muluk kepengen daftar Adsense atau dapat endorse! Hahaha... :D

Saturday, November 3, 2018

Mengenal Teori Kuantum Melalui Ant Man and The Wasp


Saya mencoba mendisiplinkan diri dengan jadwal posting berdasarkan tema. Masalahnya adalah, saya tidak posting setiap hari bukan karena kekurangan bahan, tetapi karena blog saya tidak memiliki tema. Setelah blogwalking kesana kemari akhirnya saya pun tahu bahwa tema-tema pada blog itu sebenarnya membantu blogger dalam mengelola ide dan tulisan. Oleh karena itu, setiap Sabtu saya akan memposting review tentang film/drama/acara yang saya tonton. 

Saya belum pernah nonton film Ant Man (2015), tapi harus saya akui bahwa film-film superhero produksi Marvel Studios tidak ada yang gagal! Sama seperti halnya dengan Ant Man and The Wasp (2018), dimana pengenalan tokoh dan pengemasan alur cerita dibikin sedemikian apik sampai ke tiap detil-detilnya kepalang bukan main seru banget. 



Sepasang suami istri, Janet Van Dyne (Michelle Pfeiffer) dan Hank Pym (Micheal Douglas), yang juga merupakan sepasang superhero berkekuatan berubah bentuk dengan skala tertentu. Mereka memakai kostum mirip semut, cepat dan gesit. Pada suatu ketika, mereka berdua sedang berusaha menaklukan roket yang bisa membahayakan ribuan nyawa. Lapisan roket tersebut terlalu tebal untuk ditembus. Satu-satunya cara menaklukan roket adalah dengan mengecil seukuran atom agar bisa menembus ke dalam. Tetapi, regulator pada kostum Hank rusak sehingga Janetlah yang mengubah bentuk dirinya menjadi sekecil atom. Roket dapat ditaklukan, tetapi Janet menghilang, masuk ke alam kuantum. 

Bagi saya yang tidak mengerti Teori Kuantum dan ilmu-ilmu Fisika lainnya, saya hanya menonton saja dan menikmati film. Namun unsur-unsur ilmiah yang disampaikan oleh film lumayan bisa dicerna oleh saya, tidak perasaan harus berpikir keras seperti saat sekolah. 

Scott Lang (Paul Rudd), rekan kerja yang direkrut oleh Hank, mendapatkan mimpi petunjuk tentang keberadaan Janet. Kemudian anak perempuan Hank, yaitu Hope Van Dyne (Evangeline Lily), menculik Scott dari rumahnya yang saat itu sedang dalam masa tahanan. Hank dan Hope menempatkan seekor semut raksasa yang diprogram meniru kegiatan Scott sehari-hari di rumah, sehingga alat pelacak dari FBI yang dipasang pada kaki mengira bahwa Scott tidak pernah keluar rumah. Harapannya tentu agar Scott bisa membantu mereka menjemput Janet setelah bertahun-tahun hilang. 

Disini Scott ditugaskan untuk menemani Hope untuk mendapatkan komponen terakhir sebagai pembangkit terowongan yang menghubungkan lab milik Hank ke alam kuantum. Lab itu sendiri merupakan bangunan tinggi yang dapat dikecilkan menjadi seukuran koper, selain itu ada mobil-mobil mainan yang ternyata berubah menjadi mobil sungguhan. Yang menarik dari lab itu ialah, bisa dikecilkan dan dibawa kemana-mana, lalu bisa dibesarkan di tempat yang luas. Gak kebayang gimana proses syutingnya, karena lab tersebut seolah ada dan hilang dari beberapa tempat. 

Kalau lihat Scott, dia ini ceritanya duda beranak satu. Anak perempuan Scott, yaitu Cassie Lang (Abby Ryder Fortson), diasuh oleh saudara perempuan Scott yaitu Maggie Lang (Judy Greer)selama Scott menjalani tugas-tugasnya sebagai Ant Man. Jadi biarpun duda, Scott tetap saja terlihat keren dengan segudang kelebihan-kelebihannya. Dia melakukan banyak hobi walau berstatus tahanan rumah, seperti main drum, karaoke, belajar trik sulap. Gak seperti bujangan-bujangan lapuk yang bisanya cuma tidur di rumah, main game, dan tidak mengasah skill. Pantas saja Scott bisa pacaran dengan si seksi Hope. 


Hope dan Scott saat menjadi Ant Man.


Hope sebenarnya tipe ideal hampir semua pria. Dia masih single, belum menikah. Dia pintar karena menurun dari orang tuanya yang ilmuwan. Dia tangguh, sanggup mengalahkan beberapa penjahat sekaligus. Dan dia juga tidak pernah mengeluh dalam situasi tersulit sekalipun. Tetapi entah kenapa saya lebih suka Ava, atau yang dikenal sebagai Ghost. Ava (Hannah John-Kamen) sedari kecil mengidap kelainan yang disebut Anomali Kuantum. Ava menderita akibat kecelakaan dari eksperimen yang gagal. Namun orang-orang tertentu memperalat Ava untuk mencuri, menjadi mata-mata dan membunuh orang dengan imbalan kesembuhan. Mereka memberi Ava sebuah kostum yang dapat mengendalikan 'kelainan' pada Ava seperti menjadi tak terlihat dan terlihat oleh mata manusia. Ava digambarkan seorang wanita berkulit coklat, dengan rambut bergelombang, bibir tebal dan mata jernih. Bagi saya, Ava itu sangat cantik. 


Hannah John-Kamen, pemeran Ava/Ghost.


Sementara Janet, yang bertahun-tahun tersesat di alam kuantum sendirian, dia berevolusi. Petunjuk yang ia taruh di alam bawah sadar Scott ternyata bekerja seperti antena semut, dimana satu semut bertemu semut yang lain, mereka bertukar informasi. Dari Scott, lalu ke Hope, lalu ke Ava, dan kembali ke Hank semuanya bikin penonton terkaget-kaget dengan gumaman, "Oh, oh, jadi gitu.." seolah penonton adalah murid yang berhasil paham dari penjelasan guru. Janet memang berhasil kembali, tetapi saat Scott mengumpulkan molekul-molekul penyembuh Ava, giliran Scott yang tertinggal di alam kuantum. Sedangkan Janet, Hank, dan Hope berubah jadi debu. 

Menurut artikel-artikel lain yang saya baca, pada point ini dapat menghubungkan cerita ke film berikutnya, The Avenger: Infinity War. Tapi saya tidak menemukan keterkaitan antara kedua film tersebut, entah karena tidak konsen gara-gara pas nonton Infinity War di bioskop dapat tempat duduk paling depan, jadi pegel kan mendongak terus. Ya udahlah, biar saya download aja filmnya, biar dapat bahan posting juga Sabtu depan.