Tuesday, February 13, 2018

Review: Innisfree Capsule Recipe Pack (Red Kiwi)


Sebenarnya saya bukan tipikal orang yang suka memakai masker. Tetapi karena masker merupakan tahap yang penting dari rangkaian perawatan kulit, ya saya paksakan untuk pakai. Apalagi masker cuma butuh waktu santai seminggu sekali, lebih bagus dua kali sehari kalau memang butuh. Ditambah lagi saya mulai tertarik untuk mempromosikan produk-produk Korea jadi tidak ada salahnya saya mulai dari brand Innisfree, brand skincare korea yang saya pakai sejak hamil dulu.

Innisfree Capsule Recipe Pack mengeluarkan 12 variant masker dengan manfaat yang berbeda-beda sesuai kandungan utamanya. Untuk yang saya pakai ini adalah variant Red Kiwi, dimana fungsinya dapat mengangkat sel kulit mati dan merevitalisasi kulit. Apabila kamu tertarik untuk mencari tahu variant-variant lainnya, bisa klik disini (akan diarahkan ke website saya yang lain).



Saya memilih variant Red Kiwi karena saya merasa akhir-akhir ini kulit saya kusam, jadi saya ingin mengangkat sel kulit mati supaya penyerapan produk skincare lebih bagus.

Tampak atas.

Tampak samping.

Bagian bawah produk.

Innisfree Capsule Recipe Pack ini dikemas dengan bahan plastik, jangan heran walaupun sudah pakai bubble berlapis-lapis saat datang kondisi barang sedikit penyok. Tapi menurut saya tidak masalah selama isi produk aman. Ini lumayan kecil, maaf saya gak ukur diameter karena lupa naruh penggaris hehe. Tetapi isinya lumayan padat kok. Saya suka banget dengan kemasannya! Bisa ditutup rapat berulang kali setelah penggunaan, walaupun harganya murah (saya jual 35.000 per pcs). Dulu pernah saya beli masker dari merk lain dengan harga sama, tapi kemasan sachet, sehingga repot harus menyediakan wadah lagi supaya bisa dipakai berulang kali. Tetapi dengan masker ini gak bakal kerepotan lagi soal penyimpanan.

Di bagian atas ada gambar buah kiwi untuk mewakili variant, ada juga keterangan 'wash off pack' yang menyampaikan bahwa variant ini harus dicuci setelah penggunaan.



Saat membuka penutup utama, ada segel aluminium foil yang menandakan barang masih dalam kondisi baru. Disini juga ada tanggal kadaluarsa, dimana tahun 2020 ditulis di awal format. Sekedar tambahan, produk yang diberi segel alumunium foil adalah pertanda bahwa produk tidak mengandung zat merkuri, karena produk yang mengandung merkuri akan bereaksi pada bahan foil seperti terjadi perubahan bau dan warna. Tetapi untuk masker ini saat dibuka segel akan tercium wangi segar buah kiwi dan warnanya putih. 


Sedikit kecewa sih karena isi produknya tidak memenuhi kemasan, tetapi saya mencoba positif thinking aja mungkin sengaja dikosongkan sepertiga bagian untuk alasan keamanan. Sekarang kita mulai oleskan maskernya.


Teksturnya hampir sama seperti cream, terasa padat, namun ringan dan mudah diratakan. Disini saya mengoleskan masker ke wajah menggunakan kuas karena ya malas cuci tangan hehehe dan menurut pengalaman biasanya pakai kuas lebih merata.


Nyesel nih gak poles alis dulu. Wkwkwk. Gpp lah biar NATURAL. Fans kdrama rasanya belum afdol kalau gak punya bandana lucu kayak gini. Sembari menunggu masker menyerap, saya biasanya mencuci kuas. Ini maskernya gak bakal kering-kering, jadi gak perlu tunggu lama setelah lewat 10 menit langsung cuci muka aja. Disarankan mencuci wajah pakai face wash karena kalau dibilas saja dengan air rasanya masih ada sisa-sisa lengket dari masker, lebih bagus bilas dengan air hangat.


Ini sisanya tinggal segini. Masih banyak ternyata. Padahal saya ambil pakai kuas yang sudah pasti keambil banyak, diolesin ke wajah juga banyak-banyak tapi tetep gak begitu keliatan pakai masker. Di dalam ada biji-bijinya ya kerasa kayak buah kiwi beneran.

Setelah pemakaian pertama, yang paling terasa perubahan yaitu kulit menjadi lebih lembab dan kenyal. Biasanya kalau kondisi kulit sedang kering, saya perlu mengoleskan cream banyak-banyak supaya benar-benar lembab, karena kalau sudah kering suka terasa kasar dan warna kulit cenderung gak merata. Tapi setelah pakai masker Innisfree Capsule Recipe Pack yang Red Kiwi ini, saya cuma ngambil cream sedikit banget, cukup diratakan tipis-tipis karena kulit sudah cukup lembab.

Kamu di rumah suka pakai masker juga, kah? Yuk sharing disini dong biar kita sama-sama perhatian sama kulit. ^^

Tuesday, February 6, 2018

Review Kdrama: I'm Not A Robot


Setelah lama vakum ngeblog akhirnya tak kusangka diriku kembali dengan sebuah ulasan kdrama! Iya, soalnya kalau ada yang nanya kemana selama ini tak kunjung update blog, ya kalau nggak sibuk dengan kerjaan rumah tangga, pasti nonton drama lah, itu pun sambil curi-curi waktu pas Icha lagi anteng sama neneknya. Karena di kediamanku yang sekarang ini gak ada ART, jadi sebagai Ibu Yang Baik #ehhmm aku ngasuh Icha atau beres-beresin rumah yang berantakan lagi berantakan lagi. Capek, memang.. Tapi bukankah ini semua terasa berbeda sejak memiliki malaikat kecil? #soktegar :D

Okay mari kita bahas korean drama alias kdrama yang baru aja tamat ini yaitu I'm Not A Robot / Roboti Aniya. Kirain ini bakal genre sci-fi, ternyata masih komrom (komedi romantis). Ya itung semi-semi sci-fi deh. #maksa

Yoo Seung-Ho disini berperan sebagai Kim Min Kyu, seorang direktur perusahaan finansial yang kaya raya tapi tidak mengenali jati dirinya sendiri akibat memiliki alergi kontak langsung dengan manusia. Di awal cerita memang tidak diketahui apa penyebab Min Kyu menderita alergi tersebut, yang jelas kondisi seperti ini membuat Min Kyu tidak suka mempekerjakan banyak pelayan di rumah besarnya, dia bahkan melarang karyawan berkeliaran di kantor ketika harus menghadiri rapat saking gak mau bersentuhan dengan manusia. Kemana-mana ya si Min Kyu ini pakai sarung tangan dan masker, malah dia juga harus bawa suntikan darurat sebagai jaga-jaga kalau secara tak sengaja bersentuhan dengan orang asing bisa kambuh lah penyakitnya. Kalau udah kambuh, jadi susah nafas, ruam-ruam sekujur tubuh, pokoknya parah deh.

Saya kenal Yoo Seung Ho itu pas nonton kdrama Remember, dia berperan sebagai pengacara bernama Jin Woo yang memiliki ingatan fotografis. Keren banget dah tuh film, emang Yoo Seung Ho ahlinya memainkan peran-peran yang keren. Tapi di mataku tetap kurang macho eh kenapa ya, apa mungkin seleraku bukan cowok imut. Hehehe #abaikan

Profesor Hong Baek Gyun (Uhm Ki Joon) mengirimkan sebuah pesan misterius kepada Min Kyu. Isi pesan tersebut menyampaikan bahwa saham Daeyang Shipbuilding yang diambil alih Min Kyu otomatis menjadikan dirinya sebagai pemilik baru atas robot ciptaan Tim Santa Maria (Baek Gyun, Pi, Hoktal, dan Ssanip). Kemudian Min Kyu mendatangi kediaman Tim Santa Maria, tentu saja dengan syarat tidak boleh ada manusia menampakkan diri. Disitulah Min Kyu bertemu dengan robot Aji 3 (Aji Three) dan terpikir untuk melakukan pengujian, karena saat Min Kyu menyentuh robot, indeks alergi pada tubuhnya tidak menunjukkan gejala kekambuhan alergi, maka Min Kyu berkesimpulan bahwa ia baik-baik saja selama bekerja dengan robot.

Tim Santa Maria setuju untuk mengirimkan Aji 3 ke rumah Min Kyu. Tetapi pada saat pemutakhiran sistem, Hoktal dan Ssanip tidak sengaja menumpahkan minuman ke sirkuit pengisian daya Aji 3 sehingga menyebabkan kerusakan pada Aji 3. Professor Baek Gyun tidak mungkin menyelesaikan perbaikan Aji 3 dalam satu malam, oleh karena itu Baek Gyun langsung menelpon mantannya Jo Ji A (Chae Soo Bin) yang selama ini dijadikan model karakter Aji 3.

Kebayang mungkin bagaimana reaksi Jo Ji A saat ditelpon mantan, lalu menemukan sebuah robot yang memiliki wajah serupa dengannya, dan kemudian harus berpura-pura menggantikan robot. Disini Ji A tidak memiliki pekerjaan tetap tetapi dia sering dibayar untuk memburu barang-barang langka, maka ketika Baek Gyun menawarkan pekerjaan paruh waktu untuk menjadi robot, Ji A pun setuju-setuju saja walaupun ada sedikit canggung dengan mantannya itu.

Saya gak bisa komentar apa-apa soal Chae Soo Bin, menurut saya dia imut ketika sedang diam, kalau ketawa biasa aja. Tapi kalau Um Ki Joon, gak nyangka ternyata dia bisa juga berperan sebagai protagonis. Saya pertama kali kenal lewat kdrama Defendant, Ki Joon yang jadi penjahat bernama Cha Min Ho dan menyamar sebagai saudara kembarnya yang telah mati, Cha Seun Ho. Kalau liat Ki Joon di I'm Not A Robot, bawaannya pengen ketawa karena dia jenius tapi saiko, tapi kalau di Defendant pasti merinding.

Jalan cerita keseluruhan kdrama ini sudah pasti tentang Ji A dan Min Kyu yang saling jatuh cinta namun tidak bisa bersatu. Bagi Min Kyu, Aji 3 adalah segalanya tapi tetap saja tidak bisa menjadi teman hidup selamanya karena Aji 3 hanyalah sebuah robot. Sedangkan Ji A yang menyamar sebagai Aji 3, sangat ingin memberi tahu Min Kyu bahwa dirinya bukanlah robot, tapi percuma saja toh Min Kyu juga punya alergi manusia kemungkinan bisa menerima dirinya sangat kecil. Disini kamu bakal ikutan sedih, banyak adegan-adegan baper dimana Min Kyu berharap Aji 3 adalah manusia.

Salah satu anggota peneliti Tim Santa Maria, seorang wanita yang dipanggil Pi (Park Se Wan), bernampilan culun dengan rambut kriting, kacamata besar, sehari-hari memakai jas lab dan berkata-kata seperlunya saja. Sebenarnya dia bernama Angela, diam-diam menyukai Baek Gyun dan bertransformasi menjadi wanita cantik di episode menjelang akhir.



Teman masa kecil Min Kyu, Hwang Yoo Cheol yang dimainkan oleh Kang Ki Young juga dulunya pernah jadi antagonis di kdrama While You Were Sleeping. Disini Yoo Cheol terlibat cinta segitiga dengan Ye Ri El (Hwang Seung Un). Padahal Ye Ri El ini sama bapaknya disuruh harus kawin sama Min Kyu yang punya duit lebih banyak dari Yoo Cheol.

Hwang Seung Un beneran tipe idealku banget, walau disini dia cuma muncul jadi pemain pendukung. Tipikal cewek yang dari luar keliatan glamour, materialist ternyata aslinya lembut dan hangat.


Ternyata Ri El tidak bisa menikahi Min Kyu, karena Ri El lebih menyukai Yoo Cheol.

Kalau adegan favorit kalian di kdrama I'm Not A Robot, yang mana kira-kira? Tulis di komentar yuk!