Monday, September 18, 2017

Menemukan Kacamata yang Tepat


Sewaktu masih jomblo kira-kira masih 18 tahun itu saya sudah punya keinginan periksa mata. Pertama, karena saya suka membaca dan menulis. Kedua, saya mendapat pekerjaan yang mengharuskan saya duduk di depan komputer setiap hari. Ketiga, saya lihat ada cowok di sekolah terlihat keren pakai kacamata. Sebutlah dia si Deden, si Rubi, astaga.. Bukannya malah keliatan culun?! Ya intinya biar saya rada keren gitu. Toh suami saya Hendri juga disebut mirip Afgan sejak pake kacamata kan. OMG

Jadi saya itu dulu mau banget periksa mata tapi bingung harus kemana dan takut mahal. Dulu saya sering pusing, saya minum obat paracetamol setiap hari. Karena merasa ada yang tidak beres dan takut efek samping yang diakibatkan penggunaan obat jangka panjang, akhirnya saya memberanikan diri periksa ke dokter spesialis mata. Saya periksa ke dokter itu supaya ketahuan bagaimana kondisi kesehatan mata saya, kalau diperiksa ke optik kan cuma ketahuan angka plus/minus dan silinder. 

Saya tanya google "dokter mata di tasikmalaya" kemudian saya ketemu Klinik Mata Puspa Seruni. Sebelum datang kesana saya sempat menelpon jam praktek dokter dan perkiraan biaya konsultasi. Kemudian saya datang kesana bersama suami. Saya mendaftarkan identitas diri, saya bayar Rp 35.000 untuk mendapatkan kartu anggota dimana kartu tersebut harus dibawa ketika hendak periksa lagi. Menurut artikel kesehatan yang saya baca, kita disarankan periksa mata setiap 6 bulan sekali. Lalu saya menjalani pemeriksaan mata menggunakan 3 macam alat yang saya tidak tahu namanya, dan menurut hasil pemeriksaan dokter dapat disimpulkan bahwa saya mengalami dry eye syndrome dimana kondisi mata tidak dilindungi oleh air mata bisa karena produksi air mata tidak stabil atau air mata mudah menguap.


Kalau dihitung-hitung total uang yang saya keluarkan Rp 279.000 dengan rincian sebagai berikut:
  • Daftar Rp 35.000 dapat kartu member
  • Konsultasi dokter spesialis mata Rp 100.000
  • Obat tetes 2 macam Rp 144.000 
  • Lain kali siapin uang Rp 2.000 siapa tahu mendadak ada yang nagih parkir wkwkwk


Kondisi mata saya yang membutuhkan alat bantu:
  • Kanan sph -1.00 cyl -0.75 axis 170
  • Kiri sph -1/00 cyl -0.75 axis 10



Untuk biaya pendaftaran seharga Rp 35.000 menurut saya bahan yang digunakan "kartu" ini mudah rusak. Hanya secarik kertas yang ditulis tangan manual. Padahal sewaktu saya mendaftar gratis di Klinik Java Medica dan Apotek Century, saya bisa dibuatkan kartu bahan lebih kuat dengan komputer, biaya konsultasi yang lebih murah.



Obat tetes Bralifex dan Hyaloph masing-masing ukuran 5 ml, harus diteteskan ke mata setiap 3 jam sekali untuk satu bulan. Kalau saya baca-baca brosurnya, Bralifex sebagai anti inflamasi untuk mata iritasi sedangkan Hyaloph untuk mengatasi mata kering. Hyaloph mengandung sodium hyaluronate, apakah ada kaitannya dengan hyaluronic acid pada produk perawatan kulit Hada Labo yang bisa mengikat air dalam jumlah besar untuk melembabkan kulit kering? Bagi yang tahu, komen ya!

Lokasi Klinik Mata Puspa Seruni lumayan jauh dari kontrakan saya, sekitar 3.5 km di Jl. Sukamulyo. Kalau saya pesan kacamata disana, saya bakal capek bolak-balik. Jadi saya datang ke Optik Latansa yang berlokasi di Komplek Ruko Asia Plaza hanya berjarak sekitar 1.5 km dari kontrakan, bolak-balik pun tidak terlalu masalah karena dekat. Selain bangunan optik yang terkesan professional, petugas optik juga terlihat berpengalaman dan memakai seragam. Berbeda dengan optik-optik lain yang mempekerjakan pegawai tidak berseragam, takutnya tidak bersertifikat.

Di Optik Latansa, saya juga diperiksa ulang. Hasilnya cuma beda sedikit untuk axis kanan 165 sedangkan hasil periksa di dokter 170 tapi katanya gak masalah. Kemudian saya memilih frame yang paling murah, Rp 150.000 dan sepasang lensa anti radiasi dari merk Crizal by Essilor Rp 300.000 berarti total Rp 450.000 sudah termasuk hardcase, lap, dan kartu garansi. Eh, ada parkir juga.



Baru kali ini saya beli kacamata pakai mini goodie bag! Sebagai pembeli ngerasa spesial banget. Hardcase juga dilapis kain, tahan benturan, ada resleting dan gantungan yang kuat. Jadi bisa simpan dimana pun, gak perlu takut terbuka sendiri, penyimpanan lebih aman. Padahal tadinya saya sempat ragu kenapa harga kacamata di optik sangat mahal dibanding harga pasar, ternyata karena optik memberikan pelayanan lebih baik, pemeriksaan mata dengan alat yang memadai agar hasil lebih akurat dan bukan menebak-nebak. Jarak antara kedua pupil juga menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan kacamata yang layak. 





Review singkat untuk lensa Crizal by Essilor, dikutip dari website resmi www.essilor.co.id Crizal menawarkan penglihatan lebih baik, lebih jernih, dan lebih nyaman. Crizal dapat melindungi mata dari cahaya lampu-lampu kendaraan, lampu jalanan, sinar matahari, cahaya dari komputer, anti debu, dan tidak membuat orang lain silau. Karena lensa Crizal ini sifatnya customisasi berarti bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakai, seperti pada kasus mata saya yang minus dan silinder. Selama 2 hari pemakaian memang benar saya merasa lebih jelas dalam melihat semua benda di sekitar saya. Sakit kepala yang dulu menyerang saya setiap hari dari kisaran jam 12 hingga sore hari, sekarang sudah tidak saya rasakan lagi. Lensa tidak mudah berdebu, saya cuma mengelap kacamata sekali sebelum tidur agar keesokan paginya saya tinggal pakai. Jadi tidak perlu dilap berkali-kali. Bahkan saya kini merasa percaya diri bisa menulis post di blog sesering mungkin karena berkat bantuan lensa ini mata tidak cepat lelah. 



Kekuranganya terletak pada frame. Jadi frame ini ketika dipakai semakin lama akan semakin merosot, seperti kurang sesuai dengan bentuk hidung saya yang pesek! HAHAHA! Saya tidak mau menukar frame, karena pasti keluar uang lagi nanti, udah kebobolan juga. Jadi saya siasati dengan menyelipkan batang frame ke rambut, bukan ke telinga. Biar gak gampang merosot. Daripada ganti frame mending operasi hidung biar lebih mancung! WTF

Rencana saya ke depannya kalau obat tetes dari dokter sudah habis, saya mau mengkonsumsi suplemen untuk kesehatan mata. Seperti Sea Quill Eye Bright yang bisa memulihkan mata kering. Saya juga pengen banget punya lensa Crizal Transition, lensa yang dapat berubah warna menjadi hitam ketika mendeteksi sinar UV dan kembali menjadi bening saat di dalam ruangan. Mudah-mudahan kesampaian.. Sekian.

UPDATE 19-09-2017
Setelah balik lagi ke Optik Latansa, kacamata saya cuma perlu diotak atik sedikit oleh petugas optiknya dan langsung pas tidak longgar lagi. Udah tenang sekarang gak perlu takut kacamatanya jatuh. Dan gak perlu oplas mancungin hidung HAHA.

5 comments:

  1. Wah jangan-jangan si Afgan yang mirip misua teh, hahaha???

    Saya baru tau kalo periksa mata ke dokter sama ke optik berbeda, sudah pasti kalo ke dokter lebih detail ya...

    Suerrr deh saya gak tau teh, hehehe...

    Itu yang namanya tukang partkir pasti selalu ada ya, dan biasanya mereka pake jurus ninja, tiba-tiba nongol pas kita mau keluar dari parkir motor.

    Kesimpulannya, berarti kualitas periksa mata di optik juga sekarang semakin lengkap ya teh, hampir mirip di dokter mata. Harganya pun lebih murah dari dokter mata. Sanes kitu???

    Mana teh kagak ade fotonya lagi pake kacamata?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasil periksa di optik cuma menentukan alat bantu yang kita pakai, misalnya berapa angka minus atau plus yang kita perlukan, angka silinder untuk astigmatism, dan memilih jenis lensa anti radiasi. Berbeda dengan periksa di dokter mata selain mengetahui alat bantu, kita juga dikasih tahu kondisi kesehatan mata secara medis kalau-kalau mata kita terganggu.

      Saya pakai kacamata di rumah aja mas, kalau keluar pakai lensa kontak. Takut dikatain betty lafea!

      Delete
  2. ahaaaa, jadi ingat, kemarin abis medical check up (manfaatin asuransi kesehatan dari kantor yg udah hampir habis masa berlakunya) eeeh dan hasilnya katanya penglihatan saya (jarak jauh) udah mulai berkurang, disarankan utk segera ke dokter mata. tapi sampe sekarang saya blm ke dokter mata juga utk ngecek, hihihih. Makasih infonya ya Mbak, jadi pengenlah pake kacamata juga selama depan laptop seharian :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saran saya lebih baik mulai pakai kacamata. Soalnya kalau di depan laptop tiap hari dan gak pakai kacamata, takut angka minusnya bertambah :)

      Delete
  3. Saya malah ceknya di Optik yang bekerja sama dengan tempat kerja, ke Dokter sekali setahun karena MCU.

    ReplyDelete

Boleh OOT asal jangan ninggalin link hidup ya. Terimakasih kunjungannya :)