Friday, August 18, 2017

Sebagai Anak Perempuan, Aku Menolak Untuk Jadi Sempurna

Di tulisan saya yang memakai label Movie biasanya hanya menceritakan kembali film dan drama dari sudut pandang saya sebagai penonton. Tetapi kali ini pembahasan saya lebih mengarah kepada lirik lagu yang menjadi soundtrack film animasi Disney, yaitu Moana (2016).

Sekilas mengenai Moana, adalah seorang perempuan yang tumbuh dibesarkan dengan penuh cinta oleh kedua orang tuanya di pulau Montunui. Seluruh penduduk pulau itu mempercayai Moana akan menjadi penerus ayahnya untuk menjadi pemimpin selanjutnya, maka otomatis Moana merasa dituntut untuk melakukan segalanya dengan benar.



Kutipan lirik lagu How Far I'll Go:

I wish I could be the perfect daughter
But I came back to the water, no matter how hard I try

Kuharap aku bisa menjadi putri yang sempurna
Tapi aku malah kembali ke air, sekeras apa pun aku berusaha

Moana merasa bersalah setiap kali ia melihat laut. Di satu sisi ia merasa terpanggil untuk berlayar, mencari ikan-ikan lebih banyak agar dapat menghidupi penduduk di pulau. Di sisi lain, sang ayah melarang siapa pun termasuk anaknya untuk melintasi karang. Dulu ayahnya sangat suka berlayar, tetapi sejak kerasnya lautan merenggut nyawa sahabatnya, ayah tidak ingin kehilangan siapa pun lagi.

Tetapi atas dukungan nenek, Moana memberanikan diri untuk berlayar. Hingga akhirnya Moana menemukan jati dirinya, dan tentu saja dia kembali ke pulau. Berkat Moana, pulau Montunui yang dulunya dilanda kekeringan akhirnya menjadi subur kembali.

Kalau Moana tidak mengikuti suara hatinya untuk berlayar ke laut, mungkin ia tidak akan pernah menemukan jalan keluar dari masalah penduduknya.

***

Lirik yang sama ditemui pada soundtrack Frozen, juga merupakan film animasi keluaran Disney, masih menceritakan seorang gadis yang dituntut untuk menjadi sempurna sedari kecil. Tokoh utama yang diceritakan adalah Elsa, yang akan dinobatkan menjadi ratu kerajaan Arrendele. Elsa belum mampu mengendalikan kekuatan es miliknya, oleh karena itu orang tuanya menyuruh Elsa untuk menutupinya agar tidak mencelakakan orang lain. Tetapi pada hari penobatan, kemarahan Elsa terpancing oleh adiknya, Anna dan kekuatan es miliknya keluar. Seluruh warga yang menyaksikan sangat ketakutan. Karena panik, Elsa akhirnya memilih kabur dan mendirikan istana es tempat ia bersembunyi.

Saat Elsa sedang kabur inilah diiringi lagu Let It Go.



Kutipan lirik pada bagian intro Let It Go:

Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always have to be

Jangan biarkan mereka masuk, jangan biarkan mereka lihat
Jadilah gadis baik yang seharusnya kamu tunjukkan

Kata-kata di atas adalah sugesti untuk tidak merasakan kekuatannya. Tetapi sekarang percuma saja, semua orang sudah tahu rahasia Elsa, jadi ia memutuskan untuk tidak memperdulikan perkataan orang lain dan menerima diri sendiri apa adanya.

Dengan kekuatan es miliknya, Elsa merubah pakaian kerajaan menjadi sebuah gaun biru yang anggun sambil mengakhiri lagu, "The perfect girl is gone." (Gadis sempurna itu telah pergi.) Mungkin pada saat memakai pakaian kerajaan, ia merasa terbebani. Tetapi setelah mencipatakan gaun yang lebih sesuai dengan kepribadiannya, ia merasa lega walaupun ia tahu ia tidak sempurna lagi.


***


Jadi, apa makna yang diambil dari kedua lagu di atas?

Bagi anak perempuan yang merasa dituntut sempurna sedari kecil, bisa jadi mereka kesulitan menemukan jati diri. Saya pun dulu begitu. Bisa dibilang, dulu saya dikelilingi oleh orang-orang sukses dalam artian sudah punya rumah, mobil, umroh, dll. Tentu saja saya merasa harus seperti mereka, saya mengikuti jejak mereka, tetapi saya gagal. Disitulah saya sadar bahwa menjadi seperti mereka bukanlah yang saya inginkan. Memang saya juga ingin sukses, tapi saya tidak mau melakukan cara yang bertentangan dengan hati nurani. Saya pun membuka bisnis saya sendiri, saya menekuni bidang yang tidak dilirik orang lain. Walaupun saya tidak mendapat label sempurna, tetapi saya bahagia dengan mengerjakan apa yang saya sukai.

Manusia itu tidak ada sempurna, dan tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Kalau kamu merasa terbebani, mungkin ini saatnya kamu tegaskan pada mereka tentang jati diri kamu sesungguhnya.

Saturday, August 12, 2017

Bingung Antara Pengusaha Kaya atau Dewa Tampan



Aduh pemirsa, saya lagi bingung antara beli perum atau bangun rumah, wkwkwk..
Bukan itu sih yang mau diceritakan. :D

Tulisan ini dibuat ketika drama The Bride of Water God / The Bride of Habaek baru terbit 12 episode. Jadi saya gak bisa kasih spoiler endingnya bagaimana karena belum tahu. Ada bagusnya juga, jadi saya bisa nulis tanpa adanya rasa bersalah atau takut diprotes pecinta sinematografi!

Di drama ini Shin Se Kyung berperan sebagai Yoon So Ah, seorang dokter psikologi yang selalu merasa harus membantu orang lain hingga urusan pribadinya dikesampingkan. So Ah sedang mengalami kesulitan ekonomi, kliniknya tidak berjalan lancar, tagihan sewa bangunan melunjak dan dia tidak punya uang untuk membayar. Jangankan bayar sewa, untuk makan sehari-hari aja susah. 

So Ah cuma punya sebidang tanah yang merupakan warisan dari ibunya yang sudah meninggal, dan ayahnya tidak diketahui berada dimana. Andai tanah itu bisa kejual, So Ah pasti bisa membayar sewa bangunan, bisa makan enak, bahkan mewujudkan impiannya liburan ke Vanuatu! Tapi masalahnya, siapa yang mau membeli tanah yang jauh dari pemukiman itu? 

Beruntunglah, ada seorang pengusaha kaya bernama Shin Ho Ye atau disebut-sebut CEO Shin, yang tertarik membeli tanah milik So Ah tujuh kali lipat dari harga awal. Katanya mau dijadikan jalan yang menghubungkan ke resort miliknya.

Tiba-tiba datanglah Habaek yang mengaku sebagai Dewa Air, dan mengklaim tanah itu sebagai tanah yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia para dewa. "Kamu tidak boleh menjual tanah dewa, karena kamu adalah manusia keturunan pelayan dewa."

Klinik gue terancam punah, sekarang satu-satunya yang menjadi harapan gue malah diklaim tanah Dewa. Terus ini Dewa katanya kehilangan kekuatan entah karena apa. Jangan-jangan sakit jiwa ni orang. Gue psikiater, gue tahu orang yang mengaku-ngaku Dewa ini punya masalah mental serius. 

Tetapi saat So Ah terjatuh dari atap gedung, tiba-tiba kekuatan Habaek muncul dan itu membuat So Ah percaya bahwa Habaek seorang dewa sungguhan. Habaek juga berjanji pada So Ah, jika So Ah mau melayani kebutuhan Habaek selama tinggal di dunia manusia, Habaek akan mengabulkan permintaan So Ah. 

So Ah jadi berharap banyak pada Habaek. Karena setelah So Ah menjual tanahnya kepada CEO Shin, ia jadi sadar bahwa sebenarnya ia hanya kurang bahagia gara-gara terlalu sering membantu orang. Coba kalau seandainya ia melayani Habaek, mungkin ia bisa dipertemukan dengan ayahnya. 

Setelah Habaek berhasil menemukan batu dewa, Habaek berencana untuk kembali ke dunia para dewa. Akan tetapi Habaek sangat berat hati meninggalkan So Ah. Walaupun So Ah telah mengkhianati dirinya dengan menjual tanah itu, tetapi hari-hari yang dilewati Habaek bersama So Ah menjadi kenangan yang tak terlupakan. 

Apalagi CEO Shin, karena keseringan bertemu So Ah dan ngobrol bareng, CEO Shin merasa bahwa So Ah ini adalah wanita pertama yang betul-betul mengenal dirinya secara pribadi. Kalau saya jadi So Ah ya realistis aja mending pilih CEO Shin, gak perlu lagi pusing mikirin masalah bayar sewa. Ngapain pacaran sama dewa yang suatu saat akan kembali ke dunianya. 

Tetapi ya, So Ah sepertinya lebih memilih Habaek. Karena setelah menjual tanah itu, So Ah jadi sadar bahwa sebenarnya bukan uang yang menjamin kebahagiaan hidupnya. Lha! Bikin greget karena So Ah malah membatalkan pembelian tanah setelah Habaek pergi. Akibatnya klinik So Ah digusur, untung aja CEO Shin berbaik hati membantu kliniknya buka kembali. Gak tau diuntung, nih So Ah!

Kalau diliat dari judul Penganting Dewa Air sudah pasti So Ah ini akan menjadi pengantin Habaek, derajat dia sebagai manusia akan dinaikkan, dalam artian dia tidak akan risau lagi memikirkan sulitnya memenuhi biaya hidup. Tetapi bagi penonton yang sudah jelas adalah manusia, tentunya peluang menjadi pengantin dewa tidak terjadi pada setiap orang, dan ini membuat saya gusar kenapa harus ada drama korea yang tidak sesuai dengan realita.

Memang iya sih namanya drama dibuat dengan tujuan menghibur, dan saya juga merasa terhibur oleh jalan ceritanya, tetapi ada baiknya drama korea dibuat lebih realistis karena kelebihan drama Korea dibanding sinetron Indonesia terletak pada alur ceritanya yang tidak terlalu banyak dramatisasi.

Drama ini juga dibumbui dengan tingkah laku Dewi Moo Ra dan Dewa Bi Ryeom. Walaupun mereka ini ceritanya dewa-dewi yang berkekuatan super, tetapi mereka memiliki emosi seperti layaknya manusia biasa. Di dunia manusia Moo Ra menjadi model dan bermain film karena kecantikannya, sedangkan Bi Ryeom lebih suka mengeksplorasi hal-hal yang dilakukan manusia seperti kuliah dan olahraga.

Tuesday, August 8, 2017

Pengalaman Barang Hilang di JNE (Saya Sebagai Pengirim)



Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) sudah menjadi partner setia bagi online shop, mengapa tidak? Karena sejak ada JNE jarak antara pembeli dan penjual sudah bukan lagi masalah yang berarti. Bahkan tidak mungkin dengan jasa ekspedisi JNE ini online shop bisa kirim barang ke seluruh Indonesia. Tetapi sekalipun JNE sudah bertahun-tahun berdiri ternyata barang yang kita kirim itu bisa hilang, terlebih lagi jika barang tidak diasuransikan. Disini saya akan menceritakan pengalaman barang hilang di JNE dari sudut pandang saya sebagai pengirim. Mohon diingat bahwa saya tidak berniat menjelek-jelekkan JNE yang menurut saya penyelesaian masalahnya sangat membantu, saya hanya menceritakan pengalaman saya agar kamu bisa menghindari kejadian ini.

JNE YES Terlambat


Saya mendapat pesanan 2 barang dari pelanggan saya yang berdomisili di Makassar. Kemudian saya mengirimkan pesanan memakai layanan JNE YES (Yakin Esok Sampai). Karena biasanya JNE YES itu cepat jadi saya pikir besok juga langsung keterima. Tetap anehnya saat admin baru saya, Rafa melacak semua tracking number hanya ada satu yang belum sampai, yaitu paketan yang dikirim ke Makassar ini. Saya mengira bahwa rumah yang dituju sedang kosong jadi akan dilanjutkan lagi besok. Namun sampai seminggu kemudian, paketan JNE YES yang harusnya 1 hari itu ternyata belum diterima oleh pembeli. 

Menghubungi Pembeli 


Karena saya merasa ada yang tidak beres, akhirnya saya menanyakan kepada pembeli apakah barang sudah sampai. Pembeli jawab, belum keterima. Saya pun meminta kerjasama pembeli untuk mengambil barang ke JNE Perwakilan setempat dan menelpon ke Call Center JNE (021) 2927 888 jika tidak tahu kemana harus mengambil barang. Entah dia datang sendiri ke JNE Perwakilan atau cuma menelpon saya tidak tahu secara rinci. Namun keesokan harinya, pembeli mengirim pesan, "Mbak, kata JNE barang saya hilang. Bisa kirim lagi barang yang baru?"

Entah kenapa saya tidak terkejut mengetahui barangnya hilang. Sebagai penjual sekaligus pengirim, saya menolak untuk mengirim barang baru karena kehilangan barang di ekspedisi bukan kesalahan pengirim. Saya gak mau kirim barang lagi karena dari pihak JNE-nya saja belum ada kejelasan, apakah barang yang hilang itu akan diganti atau tidak. 


Minta Bantuan ke JNE Tempat Mengirim


JNE Tasikmalaya cabang Tamansari adalah tempat saya mengirim, jadi saya komunikasikan mengenai kasus barang hilang di Makassar itu. Kata petugas JNE Tamansari, seharusnya saya mengklaim kehilangan sejak lewat 3 hari dari tanggal pengiriman. Namun pihak JNE Tamanasari tetap membantu saya melaporkan ke JNE Pusat, saya pun diminta untuk melampirkan nota pembelian dan foto kopi KTP. 

Dihubungi oleh JNE Pusat


Saya dihubungi oleh JNE Pusat lewat telpon. Petugas JNE bertanya, "Mengenai klaim kehilangan barang senilai 256.000 apakah bisa kurang lagi?" 

Saya jawab, "Tidak bisa, Pak. Karena barang tersebut milik pembeli, maka saya tidak berhak menentukan nilai penggantian kurang dari jumlah yang tertera di nota."

Kemudian Petugas JNE bilang, "Baik, Bu. Akan saya bicarakan dengan penerima barangnya."

Ganti Rugi 50% dari Nilai Barang


Setelah 14 hari kerja terhitung dari sejak JNE Pusat menghubungi saya, akhirnya saya mendapat kabar dari pembeli. "Mbak, kata JNE barang saya mau diganti sejumlah 128.000 tetapi uangnya akan diberikan pada pengirim. Biarlah diganti segitu juga." Jadi pembeli itu sebenarnya memesan 2 barang, kalau diganti 50% berarti yang ditebus adalah 1 barang. Barang yang 1 lagi direlakan.

Pihak JNE juga menghubungi saya lagi, katanya pembeli setuju barang diganti 50% dari nota. Waktu itu kebetulan hari Sabtu, jadi pihak JNE akan mentransfer uang pada hari Senin. Dan benar pada hari Senin kemarin (7/7) saya menerima transfer 128.000 via setoran tunai. Karena uang penggantian sudah saya terima, maka saya kirimkan lagi 1 barang baru ke alamat pembeli menggunakan eskpedisi lain dan masalah selesai. Kebijakan dari saya sebagai penjual adalah dengan menggratiskan ongkos kirim. Walaupun saya tahu itu tidak seberapa, tetapi hanya itu yang bisa saya lakukan untuk meringankan beban pembeli yang sudah merelakan 1 barang hilang. 

TIPS MENGHINDARI BARANG HILANG DI EKSPEDISI

1. Pantau tracking number bersama-sama. Pembeli harus memantau barang. Nomor resi (tracking number) itu bukan cuma sebagai bukti barang terkirim, tetapi supaya pembeli bisa mengambil barangnya langsung ke tempat perwakilan. Banyak pembeli yang merasa tidak perlu datang mengambil barang karena mereka pikir mencantumkan alamat dan nomor hp saja sudah cukup, padahal jika kurirnya tidak berpengalaman seringkali memilih untuk mengantar barang ke alamat yang lebih mudah ditemukan. Walaupun sebenarnya ketika barang diserahkan ke eskpedisi itu sudah bukan lagi tanggung jawab pengirim, tetapi alangkah baiknya pengirim memastikan barang sudah diterima sesuai estimasi, dan membantu cari jalan keluar jika seandainya paket terlambat. 

2. Jika barang terlambat melebihi estimasi, segera bertindak. Dalam hal ini tindakan yang bisa dilakukan pengirim adalah menelpon call center. Menurut pengalaman saya, menghubungi JNE Pusat akan lebih cepat menyelesaikan masalah daripada meminta bantuan JNE agen tempat kita mengirim. 

3. Datang ke JNE Perwakilan setempat. Dalam kasus saya, pembeli harusnya mendatangi pengambilan barang di Makassar dengan menyebutkan resi. Tidak tahu harus kemana? Hubungi call center! Kalau masih lewat 2-3 hari dari estimasi, saya yakin itu barang pasti masih keambil. Tapi kalau barang dibiarkan terluntang-lantung lama sekali ya sudah pasti barangnya hilang. Yang namanya gudang eskpedisi itu dipenuhi paket-paket segunung, kita yang cuma ngirim dan nerima gak akan kebayang gimana pusingnya mereka. Maka dari itu sebagai pembeli, kita harus mengambil barang milik kita. 

"Saya sibuk. Lagipula saya gak tau harus ke JNE mana. Paket harus diantar ke rumah saya!"

Kalimat di atas adalah contoh jawaban dari pelanggan lain yang komplain barang belum sampai. 

4. Asuransikan barang kalau perlu. Tidak ada salahnya mengasuransikan barang untuk memudahkan penggantian paket. Tetapi asuransi barang di ekspedisi hanya berlaku untuk kehilangan barang, bukan kerusakan. Untuk menghindari barang rusak usahakan paket dikemas tahan benturan, dalam hal ini mungkin tergantung dari pelayanan toko. 

Intinya sih jika barang hilang di ekspedisi, itu bukan kesalahan pengirim/penjual. Kalau soal pembeli yang merasa dirugikan, itu terletak pada alasan kenapa paket yang sudah tiba di kota setempat malah dibiarkan terlalu lama. Walaupun saya jualan, tetapi saya juga sering berbelanja. Dan saya tidak pernah menyalahkan penjual jika sudah ada resi yang valid sekalipun barang saya tertahan lama di ekspedisi. Bahkan saya pernah memesan barang dari China yang memakan waktu sebulan lebih dan saya tetap sabar menunggu karena sebelum bertransaksi, saya sudah diberi tahu estimasi 35 - 40 hari. Ini barang yang saya pesan: Modelones Diamond Nail Gel Cat Kuku Glitter.

Jadi buat kalian yang sedang berbisnis online shop, jangan takut barang hilang! Tetap tenang dan selesaikan masalah bersama-sama, semua pasti ada solusi.