Pengalaman Berjualan di Marketplace (Tokopedia, Bukalapak, Lazada, & Shopee)


Dalam berjualan online tidak lengkap rasanya kalau kita belum membuka marketplace. Adanya fasilitas rekening bersama dari pihak ketiga membuat transaksi lebih aman karena dana diteruskan ke Penjual setelah barang sampai ke tangan Pembeli. Lalu, apa kelebihan marketplace bagi Penjual?

Keuntungan Berjualan di Marketplace


- Penayangan produk yang banyak. Pihak Marketplace bekerja sama dengan Google Adsense. Secara iklan dari Google Adsense hadir dimana-mana, dan seringkali menampikan produk-produk yang dipajang di marketplace. Bisa saja salah satu produk yang ditampilkan itu adalah produk yang kita pajang. Semakin banyak dilihat orang, semakin besar potensi terjual.  

- Transaksi lebih aman. Pembeli tidak perlu takut tertipu karena uang yang kita bayarkan ditahan oleh pihak marketplace sebelum barang sampai ke tangan pembeli. Setelah barang diterima, barulah oleh marketplace uang diberikan pada Penjual. Dalam hal ini, karena tingkat kepercayaan yang lebih besar, maka Pembeli tidak perlu ragu melakukan transaksi.

- Hanya melayani pembeli yang serius. Sepanjang saya jualan di marketplace, jarang sekali ada pembeli yang rewel. Kebanyakan pesanan yang saya terima berasal dari pembeli yang tidak banyak tanya, tahu-tahu pembeli sudah transfer seluruhnya sehingga saya sebagai penjual bisa berfokus pada proses pengepakan dan pengiriman saja. Itu karena di etalase barang sudah disediakan deskripsi, jadi kalau Pembeli di marketplace rata-rata sudah membaca deskripsi sebelum memesan. 




Keliatannya simple ya? Tinggal majang foto-foto produk, eh tau-tau dapet pesanan. Tapi berjualan di marketplace bukan tidak mungkin ada kekurangannya, lho. 

Kelemahan Berjualan di Marketplace


- Lambatnya perputaran modal. Kalau kamu belum kuat modal, saya sarankan kamu harus pikir matang-matang sebelum membuka akun di marketplace. Karena saat kita mengirimkan barang, kita tidak bisa langsung menerima uangnya saat itu juga. Kita harus menunggu barang sampai ke tangan pembeli dulu barulah saat itu kita bisa menerima pembayaran. Apalagi tidak semua Pembeli bermurah hati melakukan konfirmasi terima barang. Di Tokopedia apabila Pembeli sudah menerima pesanan maka dia harus mengklik terima barang, supaya dana segera diteruskan pada Penjual. Tetapi setiap Pembeli kan beda-beda ya, kalau dia tidak klik terima barang, maka dana diteruskan 2 hari kemudian setelah nomor tracking mendeteksi barang tiba di alamat. Belum lagi di Lazada, dana pembayaran ditransfer seminggu sekali ke Penjual. 

Berbeda halnya dengan kita berjualan di luar marketplace. Saat kita menerima pembayaran yang langsung ke tangan kita, kita bisa langsung belanja stock baru. Modal pas-pasan juga asal perputarannya cepat bisa membesar bagai bola salju yang digulingkan.  Kecuali, jika kamu hanya sekedar menjual barang tak terpakai, marketplace akan sangat membantu. 

- Mudahnya mendapat reputasi buruk. Eh apaan ini? Ya jadi maksudnya marketplace itu menyediakan kolom ulasan yang diisi oleh Pembeli. Kalau kita terlambat memasukkan nomor resi atau tracking code lebih dari 24 jam dari pembayaran, kita bisa dinilai lambat. Apalagi kalau Pembeli kecewa dengan produk yang dipesan, Pembeli akan 'balas dendam' lewat ulasan yang bisa dibaca oleh orang lain. Apalagi kalau kita coba-coba memajang produk yang kosong, salah-salah bisa kena denda 100.000 di Lazada sebagai akibat dari menolak orderan. 




- Persaingan harga yang tidak sehat. Mudahnya bertransaksi di marketplace dan banyaknya penayangan produk lewat iklan membuat Penjual bersaing dengan kekuatan modal. Demi mendapatkan penjualan sesegera mungkin, tidak sedikit Penjual yang membanting harga jauh lebih murah dari pasaran. Akibatnya penjual yang memiliki modal kecil lebih susah mendapat pelanggan. 

Tips Berjualan di Marketplace


Untuk menyiasati kelemahan dan memaksimalkan keuntungannya, ada beberapa tips yang bisa diterapkan bagi kamu yang ingin berjualan di marketplace. 

- Foto adalah segalanya. Bagus atau tidaknya foto produk sangat menentukan ketertarikan pembeli, sehingga dibutuhkan usaha untuk menghasilkan foto yang bagus. Solusinya mulai belajar memotret dari sudut pencahayaan yang baik. Tidak perlu kamera mahal, kamera android pun jika digunakan dengan tepat bisa menghasilkan foto yang menarik. 

- Tulis deskripsi dengan lengkap supaya pertanyaan calon Pembeli terjawab, tapi tulis secara jujur jangan terlalu melebih-lebihkan. Misalnya jika kamu jualan sepatu yang bukan ori, daripada ditulis ori lebih baik gunakan bahasa yang lebih halus seperti replika atau kw super. 



- Jangan pajang barang yang tidak ada! Saya sering menemui penjual di Tokopedia yang memajang barang kosong. Biasanya sih karena barang yang dijual sangat banyak sehingga Penjual tidak sempast mengecek produk satu per satu. Kalau sudah seperti ini situasinya lebih baik menambah tenaga kerja, kalau terpaksa menolak order sampaikan permohonan maaf secara pribadi melalui pesan daripada mendiamkan pembeli berhari-hari. Boleh dibilang marketplace mendewakan Kepuasan Pembeli, dengan memajang barang yang siap kirim setidaknya bisa menghindari kekecewaan pembeli yang terlanjur transfer tanpa bertanya stock dulu.

- Kirim pesanan kurang dari 24 jam. Jika kamu menerima pesanan dan memasukkan nomor resi pada hari yang sama, maka reputasi toko kamu akan meningkat. Semakin baik reputasi, semakin banyak pelanggan. 

- Walaupun modal pas-pasan, jangan berkecil hati! Kamu tetap bisa mendapat banyak penjualan dengan mengutamakan pelayanan. Foto produk yang keren hasil bikinan sendiri, deskripsi yang lebih lengkap dari yang lain, serta kecepatan mengirim bisa menjadi nilai plus dibanding Penjual lain yang pasang harga lebih murah. Karena saya pribadi lebih suka berbelanja di penjual yang respon cepat harga sedikit mahal daripada murah tapi pelayanan jelek. Hal-hal kecil seperti mengkabari pembeli dengan mengirim pesan langsung akan terkesan ramah dan hangat, walaupun pembeli sudah pasti mendapat notifikasi dari sistem marketplace tidak ada salahnya pendekatan seperti ini dilakukan penjual. 

Tips ini bisa diterapkan di berbagai marketplace, karena intinya sama saja marketplace berperan sebagai pihak ketiga yang membantu menghubungkan pembeli dan penjual. Jika suatu hari nanti modal kamu sudah bertambah, tidak ada salahnya memperbanyak jenis barang yang kamu jual. Karena pembeli akan lebih leluasa berbelanja di toko yang menjual banyak barang. Maka saya ucapakan semoga berhasil untuk kamu yang sedang merintis online shop! 

6 comments:

  1. paling greget yang ada di pict tuh :D

    detail sudah ada masih nanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kalo gak tanya-tanya dulu berasa ada yang kurang

      Delete
  2. Makasih sudah berbagai tips dan pengalamannya. Meskipun saya bukan penjual di marketplace, tapi setidaknya sudah dapat ilmu baru di dunia marketplace. Ternyata gak selamanya menguntungkan yah jualan lewat marketplace, harus sabar. Beda sama jualan offline, barang dikasih ke pembeli, uang pun langsung kita terima. Yah masing-masing memang ada kelebihan dan kekurangannya.

    BTW, foto-foto produk di toko Dewi difoto pake Android bukan yah? Hasilnya terlihat bagus dan pro.... Nice sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake kamera saku mas, soalnya kalo pake android pencahayaan asli dan foto suka beda.. kadang sampe ke warna produk jadi berubah, takut keaslian produknya diragukan.

      Delete
  3. Oh gitu ya...saya ada rencana jadi dropshipper di tokopedia kebetulan saya sudah coba beli barangnya dan bagus,kirimnya juga cepat ada garansi lagi cuma krn saya modalnya pas pasan repot juga kalau harus nalangin dulu kalau 1 mungkin bisa tapi kalau banyak bisa habis modalnya berarti enakan jual diblog atau toko online sendiri ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sama sih, modal pas-pasan. Suruh transfer aja dulu mas, nanti setelah pembeli transfer baru diorderin. Kecuali kalau udah langganan ditalangin dulu juga gpp soalnya jarang cancel. Jualan di blog atau online shop sendiri butuh modal yang lebih besar lagi karena harus beli stock barang.

      Delete

Boleh OOT asal jangan ninggalin link hidup ya. Terimakasih kunjungannya :)

Powered by Blogger.