Friday, September 22, 2017

Selamat Tinggal, Rafa!


Belum genap tiga bulan, karyawan saya satu-satunya yaitu +rafa nurfani fiandara mengundurkan diri dengan alasan mau pindah ke Bantul, Yogyakarta. Saya tidak bisa menahan-nahan walaupun sebenarnya saya juga keberatan melepas karyawan yang bahkan belum matang. Baru satu bulan pertama, saya ajari dia cara membalas pesan, mentotalkan orderan, melayani pemesanan, tanya-tanya produk sampai belajar bikin artikel. Bulan berikutnya, setelah dia mulai lancar bekerja tanpa harus ditemani saya lagi, saya pikir saya sudah bisa mengandalkan dia dalam mengurus pemesanan agar saya bisa kembali membuat review. Namun ternyata nasib berkehendak lain.

Siapa sih, Rafa?

Rafa adalah lulusan SMK Bakti Kencana yang menjurus ke bidang farmasi, saya lupa dia dulu jurusan apa. Namun mengingat Rafa punya pengetahuan dasar seputar farmasi saya jadi merasa cocok padahal saya tidak menetapkan kriteria khusus dalam mencari pekerja karena bisnis saya masih belum terlalu besar. Dia lumayan lancar mengetik di komputer meski terkadang masih ada kesalahan eja, dia ramah kepada konsumen yang rewel, dia juga menghormati atasan. Baca juga kisah perekrutan Rafa disini: Merektrut Karyawan (Lagi)

Kalau diibaratkan, hubungan saya dan Rafa itu kurang lebih seperti Sunny dan Ji Eun Tak di drama korea Goblin. Sunny yang punya restoran ayam sepi hanya bisa melamun dan makan cemilan, sedangkan Ji Eun Tak si karyawan magang selalu menurut saja dengan apa pun yang disuruh atasannya.

Curi-curi Waktu di Jam Kerja

Pernah suatu ketika Rafa kepergok buka-buka handphone saat Hendri datang, kemudian Rafa langsung menyimpan handphone-nya dan kembali bekerja. Memang perilaku curi-curi waktu di jam kerja bukan hal positif, tetapi ketika dia menyimpan handphone dan kembali bekerja, itu menunjukkan kalau dia masih punya rasa segan pada atasan. Walaupun Hendri dan saya masih belum layak disebut 'bos' jika dilihat dari omzet. Berbeda sekali dengan ex-karyawan Ai Wida, mau ada atasan atau tidak, dia selalu asyik sendiri menonton video di Youtube walau sudah berkali-kali ditegur.


Minat dan Perilaku

Terus, saya periksa cache browser bekas pemakaian Rafa. Dia sepertinya punya selera yang mirip dengan saya seperti melihat-lihat make up dan pernak-pernik Korea. Dia masih awam seputar kosmetik, sederhana, dan punya kemampuan komunikasi yang baik. Jadi ketika ada sesuatu yang mengganjal, dia mencari waktu yang tepat untuk mengutarakan permasalahan secara baik-baik. Untuk ukuran wanita yang lebih muda dari saya, dia tahu bagaimana menyampaikan sesuatu supaya enak didengar.


Perkiraan dalam Beberapa Bulan ke Depan

Dari awal merekrut, saya memang sudah memperkirakan Rafa bekerja di saya tidak akan lama, karena pertama dia mau kerja di saya walaupun gaji kecil. Saya cuma mampu bayar dia 700 per bulan, Rafa pun tidak keberatan karena ijazah terakhirnya masih belum bisa diambil, mungkin dia pikir masih lebih baik daripada tidak punya kegiatan di rumah. Kalau cowok biasanya selalu cari gaji UMR minimal 1,5 juta giliran gak dapet-dapet ujungnya menganggur.

Kedua, Rafa lulusan SMK Farmasi. Peluangnya bisa kerja di apotek, klinik, puskesmas, bahkan rumah sakit dengan gaji yang lebih besar.

Ketiga, setelah habis masa kontrakan, saya sekeluarga mau pindah. Kalau saya pindah, kemungkinan Rafa melanjutkan kerja di saya sangat kecil, kecuali jika saya sanggup menaikkan gaji. Saya, Hendri, dan Raisa akan pindah ke tempat mertua dimana kami membangun rumah disana. Mohon doanya, ya, teman-teman, semoga dilancarkan segala sesuatunya.


Pengalaman Buruk dengan ex Karyawan

Sewaktu Ai Wida digaji 1 juta, sepertinya uang segitu terasa kurang bagi dia. Dia punya setoran motor 700 ribu, dia punya gaya hidup konsumtif seperti mengamati fashion, sering bolos untuk liburan, ke bioskop, kuliner, dan bergonta-ganti kosmetik. Memang sih untuk wanita usia 20-an hal-hal seperti itu sangat familiar tetapi jika tidak bisa diimbangi dengan penghasilan ujungnya malah merugikan diri sendiri. Dia tidak punya tabungan dan entah bagaimana selama ini dia bisa makan. Dia menipu saya dengan meminta bagi hasil dari penjualan yang bukan miliknya, dan setelah menerima transferan, dia menghilang. Dia sempat mengakui kesalahannya dan bersedia membayar ganti rugi, tetapi keesokan harinya dia men-delete saya di bbm, memblokir saya dan Hendri di facebook, dan sejak itu dia tidak pernah menampakkan muka. Saya tidak terlalu mengharapkan uang itu kembali, Allah Maha Mengetahui, biarlah Allah yang mengganti kerugian saya dengan harta yang lebih besar.

Dan memang benar, saya mendapatkan Rafa sebagai gantinya, yang bernilai jauh lebih berharga dari siapa saja yang pernah saya rekrut.


Pesan Terakhir untuk Rafa

Saya sudah merasa sangat terbantu sekali dengan keberadaan Rafa, maka di hari pengunduruan dirinya, saya membuatkan Surat Pengalaman Kerja. Isinya menyatakan bahwa selama masa bakti kerjanya Rafa tidak pernah berbuat sesuatu yang merugikan perusahaan. Mudah-mudahan dengan berbekal dokumen itu dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan sesuai dengan keahliannya. Pesan dari saya sebagai orang yang tahu bagaimana kualitas kerja Rafa, jangan lupa makan, ya! Sering-sering pesen Go-Food kalau makanan di rumah atau di kantor gak ada yang enak! Ajak Fahmi kerja juga, biar gak keseringan nge-WA di jam kerja!

Monday, September 18, 2017

Menemukan Kacamata yang Tepat


Sewaktu masih jomblo kira-kira masih 18 tahun itu saya sudah punya keinginan periksa mata. Pertama, karena saya suka membaca dan menulis. Kedua, saya mendapat pekerjaan yang mengharuskan saya duduk di depan komputer setiap hari. Ketiga, saya lihat ada cowok di sekolah terlihat keren pakai kacamata. Sebutlah dia si Deden, si Rubi, astaga.. Bukannya malah keliatan culun?! Ya intinya biar saya rada keren gitu. Toh suami saya Hendri juga disebut mirip Afgan sejak pake kacamata kan. OMG

Jadi saya itu dulu mau banget periksa mata tapi bingung harus kemana dan takut mahal. Dulu saya sering pusing, saya minum obat paracetamol setiap hari. Karena merasa ada yang tidak beres dan takut efek samping yang diakibatkan penggunaan obat jangka panjang, akhirnya saya memberanikan diri periksa ke dokter spesialis mata. Saya periksa ke dokter itu supaya ketahuan bagaimana kondisi kesehatan mata saya, kalau diperiksa ke optik kan cuma ketahuan angka plus/minus dan silinder. 

Saya tanya google "dokter mata di tasikmalaya" kemudian saya ketemu Klinik Mata Puspa Seruni. Sebelum datang kesana saya sempat menelpon jam praktek dokter dan perkiraan biaya konsultasi. Kemudian saya datang kesana bersama suami. Saya mendaftarkan identitas diri, saya bayar Rp 35.000 untuk mendapatkan kartu anggota dimana kartu tersebut harus dibawa ketika hendak periksa lagi. Menurut artikel kesehatan yang saya baca, kita disarankan periksa mata setiap 6 bulan sekali. Lalu saya menjalani pemeriksaan mata menggunakan 3 macam alat yang saya tidak tahu namanya, dan menurut hasil pemeriksaan dokter dapat disimpulkan bahwa saya mengalami dry eye syndrome dimana kondisi mata tidak dilindungi oleh air mata bisa karena produksi air mata tidak stabil atau air mata mudah menguap.


Kalau dihitung-hitung total uang yang saya keluarkan Rp 279.000 dengan rincian sebagai berikut:
  • Daftar Rp 35.000 dapat kartu member
  • Konsultasi dokter spesialis mata Rp 100.000
  • Obat tetes 2 macam Rp 144.000 
  • Lain kali siapin uang Rp 2.000 siapa tahu mendadak ada yang nagih parkir wkwkwk


Kondisi mata saya yang membutuhkan alat bantu:
  • Kanan sph -1.00 cyl -0.75 axis 170
  • Kiri sph -1/00 cyl -0.75 axis 10



Untuk biaya pendaftaran seharga Rp 35.000 menurut saya bahan yang digunakan "kartu" ini mudah rusak. Hanya secarik kertas yang ditulis tangan manual. Padahal sewaktu saya mendaftar gratis di Klinik Java Medica dan Apotek Century, saya bisa dibuatkan kartu bahan lebih kuat dengan komputer, biaya konsultasi yang lebih murah.



Obat tetes Bralifex dan Hyaloph masing-masing ukuran 5 ml, harus diteteskan ke mata setiap 3 jam sekali untuk satu bulan. Kalau saya baca-baca brosurnya, Bralifex sebagai anti inflamasi untuk mata iritasi sedangkan Hyaloph untuk mengatasi mata kering. Hyaloph mengandung sodium hyaluronate, apakah ada kaitannya dengan hyaluronic acid pada produk perawatan kulit Hada Labo yang bisa mengikat air dalam jumlah besar untuk melembabkan kulit kering? Bagi yang tahu, komen ya!

Lokasi Klinik Mata Puspa Seruni lumayan jauh dari kontrakan saya, sekitar 3.5 km di Jl. Sukamulyo. Kalau saya pesan kacamata disana, saya bakal capek bolak-balik. Jadi saya datang ke Optik Latansa yang berlokasi di Komplek Ruko Asia Plaza hanya berjarak sekitar 1.5 km dari kontrakan, bolak-balik pun tidak terlalu masalah karena dekat. Selain bangunan optik yang terkesan professional, petugas optik juga terlihat berpengalaman dan memakai seragam. Berbeda dengan optik-optik lain yang mempekerjakan pegawai tidak berseragam, takutnya tidak bersertifikat.

Di Optik Latansa, saya juga diperiksa ulang. Hasilnya cuma beda sedikit untuk axis kanan 165 sedangkan hasil periksa di dokter 170 tapi katanya gak masalah. Kemudian saya memilih frame yang paling murah, Rp 150.000 dan sepasang lensa anti radiasi dari merk Crizal by Essilor Rp 300.000 berarti total Rp 450.000 sudah termasuk hardcase, lap, dan kartu garansi. Eh, ada parkir juga.



Baru kali ini saya beli kacamata pakai mini goodie bag! Sebagai pembeli ngerasa spesial banget. Hardcase juga dilapis kain, tahan benturan, ada resleting dan gantungan yang kuat. Jadi bisa simpan dimana pun, gak perlu takut terbuka sendiri, penyimpanan lebih aman. Padahal tadinya saya sempat ragu kenapa harga kacamata di optik sangat mahal dibanding harga pasar, ternyata karena optik memberikan pelayanan lebih baik, pemeriksaan mata dengan alat yang memadai agar hasil lebih akurat dan bukan menebak-nebak. Jarak antara kedua pupil juga menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan kacamata yang layak. 





Review singkat untuk lensa Crizal by Essilor, dikutip dari website resmi www.essilor.co.id Crizal menawarkan penglihatan lebih baik, lebih jernih, dan lebih nyaman. Crizal dapat melindungi mata dari cahaya lampu-lampu kendaraan, lampu jalanan, sinar matahari, cahaya dari komputer, anti debu, dan tidak membuat orang lain silau. Karena lensa Crizal ini sifatnya customisasi berarti bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakai, seperti pada kasus mata saya yang minus dan silinder. Selama 2 hari pemakaian memang benar saya merasa lebih jelas dalam melihat semua benda di sekitar saya. Sakit kepala yang dulu menyerang saya setiap hari dari kisaran jam 12 hingga sore hari, sekarang sudah tidak saya rasakan lagi. Lensa tidak mudah berdebu, saya cuma mengelap kacamata sekali sebelum tidur agar keesokan paginya saya tinggal pakai. Jadi tidak perlu dilap berkali-kali. Bahkan saya kini merasa percaya diri bisa menulis post di blog sesering mungkin karena berkat bantuan lensa ini mata tidak cepat lelah. 



Kekuranganya terletak pada frame. Jadi frame ini ketika dipakai semakin lama akan semakin merosot, seperti kurang sesuai dengan bentuk hidung saya yang pesek! HAHAHA! Saya tidak mau menukar frame, karena pasti keluar uang lagi nanti, udah kebobolan juga. Jadi saya siasati dengan menyelipkan batang frame ke rambut, bukan ke telinga. Biar gak gampang merosot. Daripada ganti frame mending operasi hidung biar lebih mancung! WTF

Rencana saya ke depannya kalau obat tetes dari dokter sudah habis, saya mau mengkonsumsi suplemen untuk kesehatan mata. Seperti Sea Quill Eye Bright yang bisa memulihkan mata kering. Saya juga pengen banget punya lensa Crizal Transition, lensa yang dapat berubah warna menjadi hitam ketika mendeteksi sinar UV dan kembali menjadi bening saat di dalam ruangan. Mudah-mudahan kesampaian.. Sekian.

UPDATE 19-09-2017
Setelah balik lagi ke Optik Latansa, kacamata saya cuma perlu diotak atik sedikit oleh petugas optiknya dan langsung pas tidak longgar lagi. Udah tenang sekarang gak perlu takut kacamatanya jatuh. Dan gak perlu oplas mancungin hidung HAHA.

Friday, August 18, 2017

Sebagai Anak Perempuan, Aku Menolak Untuk Jadi Sempurna

Di tulisan saya yang memakai label Movie biasanya hanya menceritakan kembali film dan drama dari sudut pandang saya sebagai penonton. Tetapi kali ini pembahasan saya lebih mengarah kepada lirik lagu yang menjadi soundtrack film animasi Disney, yaitu Moana (2016).

Sekilas mengenai Moana, adalah seorang perempuan yang tumbuh dibesarkan dengan penuh cinta oleh kedua orang tuanya di pulau Montunui. Seluruh penduduk pulau itu mempercayai Moana akan menjadi penerus ayahnya untuk menjadi pemimpin selanjutnya, maka otomatis Moana merasa dituntut untuk melakukan segalanya dengan benar.



Kutipan lirik lagu How Far I'll Go:

I wish I could be the perfect daughter
But I came back to the water, no matter how hard I try

Kuharap aku bisa menjadi putri yang sempurna
Tapi aku malah kembali ke air, sekeras apa pun aku berusaha

Moana merasa bersalah setiap kali ia melihat laut. Di satu sisi ia merasa terpanggil untuk berlayar, mencari ikan-ikan lebih banyak agar dapat menghidupi penduduk di pulau. Di sisi lain, sang ayah melarang siapa pun termasuk anaknya untuk melintasi karang. Dulu ayahnya sangat suka berlayar, tetapi sejak kerasnya lautan merenggut nyawa sahabatnya, ayah tidak ingin kehilangan siapa pun lagi.

Tetapi atas dukungan nenek, Moana memberanikan diri untuk berlayar. Hingga akhirnya Moana menemukan jati dirinya, dan tentu saja dia kembali ke pulau. Berkat Moana, pulau Montunui yang dulunya dilanda kekeringan akhirnya menjadi subur kembali.

Kalau Moana tidak mengikuti suara hatinya untuk berlayar ke laut, mungkin ia tidak akan pernah menemukan jalan keluar dari masalah penduduknya.

***

Lirik yang sama ditemui pada soundtrack Frozen, juga merupakan film animasi keluaran Disney, masih menceritakan seorang gadis yang dituntut untuk menjadi sempurna sedari kecil. Tokoh utama yang diceritakan adalah Elsa, yang akan dinobatkan menjadi ratu kerajaan Arrendele. Elsa belum mampu mengendalikan kekuatan es miliknya, oleh karena itu orang tuanya menyuruh Elsa untuk menutupinya agar tidak mencelakakan orang lain. Tetapi pada hari penobatan, kemarahan Elsa terpancing oleh adiknya, Anna dan kekuatan es miliknya keluar. Seluruh warga yang menyaksikan sangat ketakutan. Karena panik, Elsa akhirnya memilih kabur dan mendirikan istana es tempat ia bersembunyi.

Saat Elsa sedang kabur inilah diiringi lagu Let It Go.



Kutipan lirik pada bagian intro Let It Go:

Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always have to be

Jangan biarkan mereka masuk, jangan biarkan mereka lihat
Jadilah gadis baik yang seharusnya kamu tunjukkan

Kata-kata di atas adalah sugesti untuk tidak merasakan kekuatannya. Tetapi sekarang percuma saja, semua orang sudah tahu rahasia Elsa, jadi ia memutuskan untuk tidak memperdulikan perkataan orang lain dan menerima diri sendiri apa adanya.

Dengan kekuatan es miliknya, Elsa merubah pakaian kerajaan menjadi sebuah gaun biru yang anggun sambil mengakhiri lagu, "The perfect girl is gone." (Gadis sempurna itu telah pergi.) Mungkin pada saat memakai pakaian kerajaan, ia merasa terbebani. Tetapi setelah mencipatakan gaun yang lebih sesuai dengan kepribadiannya, ia merasa lega walaupun ia tahu ia tidak sempurna lagi.


***


Jadi, apa makna yang diambil dari kedua lagu di atas?

Bagi anak perempuan yang merasa dituntut sempurna sedari kecil, bisa jadi mereka kesulitan menemukan jati diri. Saya pun dulu begitu. Bisa dibilang, dulu saya dikelilingi oleh orang-orang sukses dalam artian sudah punya rumah, mobil, umroh, dll. Tentu saja saya merasa harus seperti mereka, saya mengikuti jejak mereka, tetapi saya gagal. Disitulah saya sadar bahwa menjadi seperti mereka bukanlah yang saya inginkan. Memang saya juga ingin sukses, tapi saya tidak mau melakukan cara yang bertentangan dengan hati nurani. Saya pun membuka bisnis saya sendiri, saya menekuni bidang yang tidak dilirik orang lain. Walaupun saya tidak mendapat label sempurna, tetapi saya bahagia dengan mengerjakan apa yang saya sukai.

Manusia itu tidak ada sempurna, dan tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Kalau kamu merasa terbebani, mungkin ini saatnya kamu tegaskan pada mereka tentang jati diri kamu sesungguhnya.

Saturday, August 12, 2017

Bingung Antara Pengusaha Kaya atau Dewa Tampan



Aduh pemirsa, saya lagi bingung antara beli perum atau bangun rumah, wkwkwk..
Bukan itu sih yang mau diceritakan. :D

Tulisan ini dibuat ketika drama The Bride of Water God / The Bride of Habaek baru terbit 12 episode. Jadi saya gak bisa kasih spoiler endingnya bagaimana karena belum tahu. Ada bagusnya juga, jadi saya bisa nulis tanpa adanya rasa bersalah atau takut diprotes pecinta sinematografi!

Di drama ini Shin Se Kyung berperan sebagai Yoon So Ah, seorang dokter psikologi yang selalu merasa harus membantu orang lain hingga urusan pribadinya dikesampingkan. So Ah sedang mengalami kesulitan ekonomi, kliniknya tidak berjalan lancar, tagihan sewa bangunan melunjak dan dia tidak punya uang untuk membayar. Jangankan bayar sewa, untuk makan sehari-hari aja susah. 

So Ah cuma punya sebidang tanah yang merupakan warisan dari ibunya yang sudah meninggal, dan ayahnya tidak diketahui berada dimana. Andai tanah itu bisa kejual, So Ah pasti bisa membayar sewa bangunan, bisa makan enak, bahkan mewujudkan impiannya liburan ke Vanuatu! Tapi masalahnya, siapa yang mau membeli tanah yang jauh dari pemukiman itu? 

Beruntunglah, ada seorang pengusaha kaya bernama Shin Ho Ye atau disebut-sebut CEO Shin, yang tertarik membeli tanah milik So Ah tujuh kali lipat dari harga awal. Katanya mau dijadikan jalan yang menghubungkan ke resort miliknya.

Tiba-tiba datanglah Habaek yang mengaku sebagai Dewa Air, dan mengklaim tanah itu sebagai tanah yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia para dewa. "Kamu tidak boleh menjual tanah dewa, karena kamu adalah manusia keturunan pelayan dewa."

Klinik gue terancam punah, sekarang satu-satunya yang menjadi harapan gue malah diklaim tanah Dewa. Terus ini Dewa katanya kehilangan kekuatan entah karena apa. Jangan-jangan sakit jiwa ni orang. Gue psikiater, gue tahu orang yang mengaku-ngaku Dewa ini punya masalah mental serius. 

Tetapi saat So Ah terjatuh dari atap gedung, tiba-tiba kekuatan Habaek muncul dan itu membuat So Ah percaya bahwa Habaek seorang dewa sungguhan. Habaek juga berjanji pada So Ah, jika So Ah mau melayani kebutuhan Habaek selama tinggal di dunia manusia, Habaek akan mengabulkan permintaan So Ah. 

So Ah jadi berharap banyak pada Habaek. Karena setelah So Ah menjual tanahnya kepada CEO Shin, ia jadi sadar bahwa sebenarnya ia hanya kurang bahagia gara-gara terlalu sering membantu orang. Coba kalau seandainya ia melayani Habaek, mungkin ia bisa dipertemukan dengan ayahnya. 

Setelah Habaek berhasil menemukan batu dewa, Habaek berencana untuk kembali ke dunia para dewa. Akan tetapi Habaek sangat berat hati meninggalkan So Ah. Walaupun So Ah telah mengkhianati dirinya dengan menjual tanah itu, tetapi hari-hari yang dilewati Habaek bersama So Ah menjadi kenangan yang tak terlupakan. 

Apalagi CEO Shin, karena keseringan bertemu So Ah dan ngobrol bareng, CEO Shin merasa bahwa So Ah ini adalah wanita pertama yang betul-betul mengenal dirinya secara pribadi. Kalau saya jadi So Ah ya realistis aja mending pilih CEO Shin, gak perlu lagi pusing mikirin masalah bayar sewa. Ngapain pacaran sama dewa yang suatu saat akan kembali ke dunianya. 

Tetapi ya, So Ah sepertinya lebih memilih Habaek. Karena setelah menjual tanah itu, So Ah jadi sadar bahwa sebenarnya bukan uang yang menjamin kebahagiaan hidupnya. Lha! Bikin greget karena So Ah malah membatalkan pembelian tanah setelah Habaek pergi. Akibatnya klinik So Ah digusur, untung aja CEO Shin berbaik hati membantu kliniknya buka kembali. Gak tau diuntung, nih So Ah!

Kalau diliat dari judul Penganting Dewa Air sudah pasti So Ah ini akan menjadi pengantin Habaek, derajat dia sebagai manusia akan dinaikkan, dalam artian dia tidak akan risau lagi memikirkan sulitnya memenuhi biaya hidup. Tetapi bagi penonton yang sudah jelas adalah manusia, tentunya peluang menjadi pengantin dewa tidak terjadi pada setiap orang, dan ini membuat saya gusar kenapa harus ada drama korea yang tidak sesuai dengan realita.

Memang iya sih namanya drama dibuat dengan tujuan menghibur, dan saya juga merasa terhibur oleh jalan ceritanya, tetapi ada baiknya drama korea dibuat lebih realistis karena kelebihan drama Korea dibanding sinetron Indonesia terletak pada alur ceritanya yang tidak terlalu banyak dramatisasi.

Drama ini juga dibumbui dengan tingkah laku Dewi Moo Ra dan Dewa Bi Ryeom. Walaupun mereka ini ceritanya dewa-dewi yang berkekuatan super, tetapi mereka memiliki emosi seperti layaknya manusia biasa. Di dunia manusia Moo Ra menjadi model dan bermain film karena kecantikannya, sedangkan Bi Ryeom lebih suka mengeksplorasi hal-hal yang dilakukan manusia seperti kuliah dan olahraga.

Tuesday, August 8, 2017

Pengalaman Barang Hilang di JNE (Saya Sebagai Pengirim)



Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) sudah menjadi partner setia bagi online shop, mengapa tidak? Karena sejak ada JNE jarak antara pembeli dan penjual sudah bukan lagi masalah yang berarti. Bahkan tidak mungkin dengan jasa ekspedisi JNE ini online shop bisa kirim barang ke seluruh Indonesia. Tetapi sekalipun JNE sudah bertahun-tahun berdiri ternyata barang yang kita kirim itu bisa hilang, terlebih lagi jika barang tidak diasuransikan. Disini saya akan menceritakan pengalaman barang hilang di JNE dari sudut pandang saya sebagai pengirim. Mohon diingat bahwa saya tidak berniat menjelek-jelekkan JNE yang menurut saya penyelesaian masalahnya sangat membantu, saya hanya menceritakan pengalaman saya agar kamu bisa menghindari kejadian ini.

JNE YES Terlambat


Saya mendapat pesanan 2 barang dari pelanggan saya yang berdomisili di Makassar. Kemudian saya mengirimkan pesanan memakai layanan JNE YES (Yakin Esok Sampai). Karena biasanya JNE YES itu cepat jadi saya pikir besok juga langsung keterima. Tetap anehnya saat admin baru saya, Rafa melacak semua tracking number hanya ada satu yang belum sampai, yaitu paketan yang dikirim ke Makassar ini. Saya mengira bahwa rumah yang dituju sedang kosong jadi akan dilanjutkan lagi besok. Namun sampai seminggu kemudian, paketan JNE YES yang harusnya 1 hari itu ternyata belum diterima oleh pembeli. 

Menghubungi Pembeli 


Karena saya merasa ada yang tidak beres, akhirnya saya menanyakan kepada pembeli apakah barang sudah sampai. Pembeli jawab, belum keterima. Saya pun meminta kerjasama pembeli untuk mengambil barang ke JNE Perwakilan setempat dan menelpon ke Call Center JNE (021) 2927 888 jika tidak tahu kemana harus mengambil barang. Entah dia datang sendiri ke JNE Perwakilan atau cuma menelpon saya tidak tahu secara rinci. Namun keesokan harinya, pembeli mengirim pesan, "Mbak, kata JNE barang saya hilang. Bisa kirim lagi barang yang baru?"

Entah kenapa saya tidak terkejut mengetahui barangnya hilang. Sebagai penjual sekaligus pengirim, saya menolak untuk mengirim barang baru karena kehilangan barang di ekspedisi bukan kesalahan pengirim. Saya gak mau kirim barang lagi karena dari pihak JNE-nya saja belum ada kejelasan, apakah barang yang hilang itu akan diganti atau tidak. 


Minta Bantuan ke JNE Tempat Mengirim


JNE Tasikmalaya cabang Tamansari adalah tempat saya mengirim, jadi saya komunikasikan mengenai kasus barang hilang di Makassar itu. Kata petugas JNE Tamansari, seharusnya saya mengklaim kehilangan sejak lewat 3 hari dari tanggal pengiriman. Namun pihak JNE Tamanasari tetap membantu saya melaporkan ke JNE Pusat, saya pun diminta untuk melampirkan nota pembelian dan foto kopi KTP. 

Dihubungi oleh JNE Pusat


Saya dihubungi oleh JNE Pusat lewat telpon. Petugas JNE bertanya, "Mengenai klaim kehilangan barang senilai 256.000 apakah bisa kurang lagi?" 

Saya jawab, "Tidak bisa, Pak. Karena barang tersebut milik pembeli, maka saya tidak berhak menentukan nilai penggantian kurang dari jumlah yang tertera di nota."

Kemudian Petugas JNE bilang, "Baik, Bu. Akan saya bicarakan dengan penerima barangnya."

Ganti Rugi 50% dari Nilai Barang


Setelah 14 hari kerja terhitung dari sejak JNE Pusat menghubungi saya, akhirnya saya mendapat kabar dari pembeli. "Mbak, kata JNE barang saya mau diganti sejumlah 128.000 tetapi uangnya akan diberikan pada pengirim. Biarlah diganti segitu juga." Jadi pembeli itu sebenarnya memesan 2 barang, kalau diganti 50% berarti yang ditebus adalah 1 barang. Barang yang 1 lagi direlakan.

Pihak JNE juga menghubungi saya lagi, katanya pembeli setuju barang diganti 50% dari nota. Waktu itu kebetulan hari Sabtu, jadi pihak JNE akan mentransfer uang pada hari Senin. Dan benar pada hari Senin kemarin (7/7) saya menerima transfer 128.000 via setoran tunai. Karena uang penggantian sudah saya terima, maka saya kirimkan lagi 1 barang baru ke alamat pembeli menggunakan eskpedisi lain dan masalah selesai. Kebijakan dari saya sebagai penjual adalah dengan menggratiskan ongkos kirim. Walaupun saya tahu itu tidak seberapa, tetapi hanya itu yang bisa saya lakukan untuk meringankan beban pembeli yang sudah merelakan 1 barang hilang. 

TIPS MENGHINDARI BARANG HILANG DI EKSPEDISI

1. Pantau tracking number bersama-sama. Pembeli harus memantau barang. Nomor resi (tracking number) itu bukan cuma sebagai bukti barang terkirim, tetapi supaya pembeli bisa mengambil barangnya langsung ke tempat perwakilan. Banyak pembeli yang merasa tidak perlu datang mengambil barang karena mereka pikir mencantumkan alamat dan nomor hp saja sudah cukup, padahal jika kurirnya tidak berpengalaman seringkali memilih untuk mengantar barang ke alamat yang lebih mudah ditemukan. Walaupun sebenarnya ketika barang diserahkan ke eskpedisi itu sudah bukan lagi tanggung jawab pengirim, tetapi alangkah baiknya pengirim memastikan barang sudah diterima sesuai estimasi, dan membantu cari jalan keluar jika seandainya paket terlambat. 

2. Jika barang terlambat melebihi estimasi, segera bertindak. Dalam hal ini tindakan yang bisa dilakukan pengirim adalah menelpon call center. Menurut pengalaman saya, menghubungi JNE Pusat akan lebih cepat menyelesaikan masalah daripada meminta bantuan JNE agen tempat kita mengirim. 

3. Datang ke JNE Perwakilan setempat. Dalam kasus saya, pembeli harusnya mendatangi pengambilan barang di Makassar dengan menyebutkan resi. Tidak tahu harus kemana? Hubungi call center! Kalau masih lewat 2-3 hari dari estimasi, saya yakin itu barang pasti masih keambil. Tapi kalau barang dibiarkan terluntang-lantung lama sekali ya sudah pasti barangnya hilang. Yang namanya gudang eskpedisi itu dipenuhi paket-paket segunung, kita yang cuma ngirim dan nerima gak akan kebayang gimana pusingnya mereka. Maka dari itu sebagai pembeli, kita harus mengambil barang milik kita. 

"Saya sibuk. Lagipula saya gak tau harus ke JNE mana. Paket harus diantar ke rumah saya!"

Kalimat di atas adalah contoh jawaban dari pelanggan lain yang komplain barang belum sampai. 

4. Asuransikan barang kalau perlu. Tidak ada salahnya mengasuransikan barang untuk memudahkan penggantian paket. Tetapi asuransi barang di ekspedisi hanya berlaku untuk kehilangan barang, bukan kerusakan. Untuk menghindari barang rusak usahakan paket dikemas tahan benturan, dalam hal ini mungkin tergantung dari pelayanan toko. 

Intinya sih jika barang hilang di ekspedisi, itu bukan kesalahan pengirim/penjual. Kalau soal pembeli yang merasa dirugikan, itu terletak pada alasan kenapa paket yang sudah tiba di kota setempat malah dibiarkan terlalu lama. Walaupun saya jualan, tetapi saya juga sering berbelanja. Dan saya tidak pernah menyalahkan penjual jika sudah ada resi yang valid sekalipun barang saya tertahan lama di ekspedisi. Bahkan saya pernah memesan barang dari China yang memakan waktu sebulan lebih dan saya tetap sabar menunggu karena sebelum bertransaksi, saya sudah diberi tahu estimasi 35 - 40 hari. Ini barang yang saya pesan: Modelones Diamond Nail Gel Cat Kuku Glitter.

Jadi buat kalian yang sedang berbisnis online shop, jangan takut barang hilang! Tetap tenang dan selesaikan masalah bersama-sama, semua pasti ada solusi. 

Monday, July 24, 2017

Merekrut Karyawan (Lagi)

Karena multitasking bisa membunuh produktivitas..
Sudah sepantasnya pekerjaan diserahkan ke karyawan dibagi-bagi..

Kenapa ditulis (Lagi)? Karena dulunya saya pernah punya beberapa karyawan, tetapi semuanya sudah berakhir. Ada yang diberhentikan, keluar sendiri, dan lanjut mandiri. Kalau dibikin daftar orang-orang yang pernah kerja di saya kurang lebih..



1. Ai Wida
2. Ipeh
3. Awan
4. Fendi
5. Ikhsan

Ai Wida ini yang pertama sekaligus terakhir, dia masa kerjanya paling lama dari yang lain tetapi saya berhentikan karena tidak cocok. Mungkin dia sudah jenuh kali ya, diterusin kerja terpaksa karena dia punya setoran motor sebesar 70% dari gajinya. Tapi ya kalau sudah tidak cocok, sering misskomunikasi dan susah diajak kompromi, akhirnya saya berhentikan. Dulu yang mereferensikan dia adalah ibunya yang kebetulan masih tetangga, jadi saya belum punya kriteria khusus, yang penting mau diajak kerjasama sudah cukup. 

Yang kedua, Ipeh. Dia ini teman dekatnya Ai Wida dan masih tetangga. Tetapi setelah hampir satu tahun masa kerjanya, dia seperti gak ada kemajuan baik dari segi pengetahuan produk maupun pemasaran. Saat saya memutuskan untuk membagi porsi kerja menjadi admin dan sales, Ai Wida jadi admin dan Ipeh jadi sales, Ipeh mengundurkan diri karena kalau jadi sales dia tidak sanggup mengejar target penjualan. 

Lalu saya mendapat gantinya, yaitu Awan. Saat itu kebetulan awal mula saya pacaran dengan Hendri jadi Hendri sendiri yang mereferensikan. Di awal-awal agak kaku juga menjelaskan beberapa materi ke karyawan cowok karena saya pikir cowok mana mau ikut-ikutan ngebahas kecantikan, tapi alhamdulilah ternyata dia mau juga, namanya cari uang yang penting halal dong hehehe. Selama jadi sales Awan selalu mencapai target, kemudian memilih jalur mandiri. Sampai sekarang masih suka dapet orderan juaranya ACNACARE PLUS 100 BOX HAHAH

Beberapa bulan kemudian saya menikah. Saya dan suami mulai menyewa kontrakan per tahun supaya lebih leluasa menambah kapasitas usaha. Alhamdulilah tidak lama kemudian saya mendapat karyawan lagi dua orang, yaitu Fendi dan Ikhsan. Mereka berdua tetangga dari kontrakan yang saya beri jam kerja shift malam. Tetapi empat bulan kemudian, Fendi terpaksa saya berhentikan karena tidak mencapai target, sedangkan Ikhsan mengundurkan diri dengan alasan yang sama. 

Jadi ya sudah.. Berakhirlah semuanya. 



Kalau boleh jujur, sebenarnya yang menginginkan rekrut karyawan adalah orang tua saya. Memang sih niat mereka baik yaitu untuk mendukung usaha anaknya, tapi berhubung saya tidak punya skill dalam mengelola tenaga kerja (yang kata orang sukses adalah aset), saya merasa gaji yang dibayarkan cuma buang-buang duit. Ditambah lagi kondisi pengeluaran yang tidak terkendali membuat saya dan suami harus berpuasa di akhir bulan. 

Tetapi ya, itu dulu..

Sekarang walaupun orang tua saya selalu bertanya, "Usahamu bagaimana? Sudah rekrut karyawan lagi?" Saya abaikan saja karena selama bulan Ramadhan kemarin, kami sedang mempersiapkan diri bagaimana langkah-langkah selanjutnya. Ya, tentu saya mau rekrut karyawan. Tetapi ketika saya sudah siap. Ketika saya sendirilah yang menginginkannya. 


Pengalaman Mencari Karyawan


1. Posting di Grup Facebook Lowongan Kerja Tasikmalaya. Memang sih, ketika memposting langsung ada yang tanya-tanya lewat komen atau inbox, bahkan ada juga yang langsung datang ke rumah. Tetapi menurut saya tipikal orang-orang disana terlalu bertele-tele. Kebanyakan tanya, waktunya masuk kerja, malah ngilang. Mungkin karena Facebook itu sifatnya santai, merasa bebas bertanya tanpa bertatap muka.  

2. Minta referensi ke tetangga. Sebenarnya sih bagus ya, kita kan jadi sosialisasi gitu sama tetangga. Tetapi kalau yang nyuruh kerja di saya adalah orang tua mereka, terkadang ke anaknya jadi berdampak "Yang penting kerja aja. Daripada nganggur di rumah." Akibatnya kinerja mereka tidak maksimal karena ya mikirnya daripada nganggur. 

3. Pasang pengumuman di depan rumah. Ini cara tradisional menurut saya dan paling efektif. Karena apa? Setiap orang yang lewat bisa tahu kalau saya butuh karyawan. Pasang pengumuman seperti ini berpotensi mendatangkan calon karyawan yang memang dia sendiri berminat, bukan embel-embel suruhan orang tuanya. Bukan sekedar penasaran, jadi memang yang benar-benar butuh pekerjaan. 

Benar ternyata, kurang dari 2 minggu setelah saya pasang penguruman, datanglah pelamar baru namanya Rafa, kebetulan dia baru pindahan. Dia baru lulus SMK Farmasi berarti usianya sekitar 18-19 tahun. 

Dia saya ajarin cara-cara balesin pesan, ngetotalin orderan, ngecek tansferan, sampai marketplace juga dia yang pegang. Dulu saya pernah merasa buang-buang duit ketika karyawan tidak menghasilkan penjualan, sekarang mah beda. Setelah Rafa upload foto-foto aksesoris ke Bukalapak, eh besoknya langsung ada orderan. Suruh upload foto-foto lipstick ke Shopee, baru saja kemarin, dapet orderan juga. 



Yang saya rasakan sekarang sejak ada karyawan, beban saya jadi berkurang. Saya sadar selama ini saya dan suami so-soan bisa meng-handle semuanya sendiri, dengan bangga mengatakan, "Kita belum punya karyawan jadi ya semuanya dikerjakan berdua, selama masih bisa jalani aja.." 

Padahal giliran ada orderan yang kelewat, giliran kewalahan antara:

Pekerjaan Rumah VS Ngasuh Icha VS Ngurus Orderan

Rasanya kayak udah tua pikun dikit-dikit lupa. Begitulah. Multitasking Kills Productivity.

Selama ini mungkin saya terlalu berkutat pada pemisahan Admin dan Sales. Padahal, daripada si Admin dibiarkan santai ya mending kasih dia tugas-tugas masarin kayak update di marketplace. Intinya bagaimana supaya tenaga dia tidak terbuang percuma. Kalau handphone pemesanan lagi sepi, gak ada salahnya ngecek marketplace karena kan kalau disana ada orderan otomatis jadi tugasnya dia juga. 

Dan sekarang juga saya lebih sering masak, gantian sama Hendri mendadak jadi Cheff Juna wkwkw.. tiap mau keluar rumah lampu-lampu dimatiin, charger HP dan colokan TV dicabutin, belanja kebutuhan ke minimarket terdekat, jauh-jauh dari yang namanya mall gede karena disana banyak godaan. Lumayan tagihan listrik sekarang mah jadi gak sebesar bulan lalu, terus saya suka ngumpulin voucher pembayaran tagihan di Tokopedia, so akhir bulan ini dompet keluarga masih ada pegangan untuk gaji, kebutuhan bulan berikutnya, buat liburan #ehh..

Terimakasih Ya Allah, Engkau masih mempercayakan kami untuk membimbing pegawai, semoga dengan dimulainya kerjasama ini bisa memberi kemajuan pada usaha kami dan memberi jalan bagi pegawai untuk mencari rizki. Amiin..

Tuesday, July 11, 2017

Pengalaman Berjualan di Marketplace (Tokopedia, Bukalapak, Lazada, & Shopee)


Dalam berjualan online tidak lengkap rasanya kalau kita belum membuka marketplace. Adanya fasilitas rekening bersama dari pihak ketiga membuat transaksi lebih aman karena dana diteruskan ke Penjual setelah barang sampai ke tangan Pembeli. Lalu, apa kelebihan marketplace bagi Penjual?

Keuntungan Berjualan di Marketplace


- Penayangan produk yang banyak. Pihak Marketplace bekerja sama dengan Google Adsense. Secara iklan dari Google Adsense hadir dimana-mana, dan seringkali menampikan produk-produk yang dipajang di marketplace. Bisa saja salah satu produk yang ditampilkan itu adalah produk yang kita pajang. Semakin banyak dilihat orang, semakin besar potensi terjual.  

- Transaksi lebih aman. Pembeli tidak perlu takut tertipu karena uang yang kita bayarkan ditahan oleh pihak marketplace sebelum barang sampai ke tangan pembeli. Setelah barang diterima, barulah oleh marketplace uang diberikan pada Penjual. Dalam hal ini, karena tingkat kepercayaan yang lebih besar, maka Pembeli tidak perlu ragu melakukan transaksi.

- Hanya melayani pembeli yang serius. Sepanjang saya jualan di marketplace, jarang sekali ada pembeli yang rewel. Kebanyakan pesanan yang saya terima berasal dari pembeli yang tidak banyak tanya, tahu-tahu pembeli sudah transfer seluruhnya sehingga saya sebagai penjual bisa berfokus pada proses pengepakan dan pengiriman saja. Itu karena di etalase barang sudah disediakan deskripsi, jadi kalau Pembeli di marketplace rata-rata sudah membaca deskripsi sebelum memesan. 




Keliatannya simple ya? Tinggal majang foto-foto produk, eh tau-tau dapet pesanan. Tapi berjualan di marketplace bukan tidak mungkin ada kekurangannya, lho. 

Kelemahan Berjualan di Marketplace


- Lambatnya perputaran modal. Kalau kamu belum kuat modal, saya sarankan kamu harus pikir matang-matang sebelum membuka akun di marketplace. Karena saat kita mengirimkan barang, kita tidak bisa langsung menerima uangnya saat itu juga. Kita harus menunggu barang sampai ke tangan pembeli dulu barulah saat itu kita bisa menerima pembayaran. Apalagi tidak semua Pembeli bermurah hati melakukan konfirmasi terima barang. Di Tokopedia apabila Pembeli sudah menerima pesanan maka dia harus mengklik terima barang, supaya dana segera diteruskan pada Penjual. Tetapi setiap Pembeli kan beda-beda ya, kalau dia tidak klik terima barang, maka dana diteruskan 2 hari kemudian setelah nomor tracking mendeteksi barang tiba di alamat. Belum lagi di Lazada, dana pembayaran ditransfer seminggu sekali ke Penjual. 

Berbeda halnya dengan kita berjualan di luar marketplace. Saat kita menerima pembayaran yang langsung ke tangan kita, kita bisa langsung belanja stock baru. Modal pas-pasan juga asal perputarannya cepat bisa membesar bagai bola salju yang digulingkan.  Kecuali, jika kamu hanya sekedar menjual barang tak terpakai, marketplace akan sangat membantu. 

- Mudahnya mendapat reputasi buruk. Eh apaan ini? Ya jadi maksudnya marketplace itu menyediakan kolom ulasan yang diisi oleh Pembeli. Kalau kita terlambat memasukkan nomor resi atau tracking code lebih dari 24 jam dari pembayaran, kita bisa dinilai lambat. Apalagi kalau Pembeli kecewa dengan produk yang dipesan, Pembeli akan 'balas dendam' lewat ulasan yang bisa dibaca oleh orang lain. Apalagi kalau kita coba-coba memajang produk yang kosong, salah-salah bisa kena denda 100.000 di Lazada sebagai akibat dari menolak orderan. 




- Persaingan harga yang tidak sehat. Mudahnya bertransaksi di marketplace dan banyaknya penayangan produk lewat iklan membuat Penjual bersaing dengan kekuatan modal. Demi mendapatkan penjualan sesegera mungkin, tidak sedikit Penjual yang membanting harga jauh lebih murah dari pasaran. Akibatnya penjual yang memiliki modal kecil lebih susah mendapat pelanggan. 

Tips Berjualan di Marketplace


Untuk menyiasati kelemahan dan memaksimalkan keuntungannya, ada beberapa tips yang bisa diterapkan bagi kamu yang ingin berjualan di marketplace. 

- Foto adalah segalanya. Bagus atau tidaknya foto produk sangat menentukan ketertarikan pembeli, sehingga dibutuhkan usaha untuk menghasilkan foto yang bagus. Solusinya mulai belajar memotret dari sudut pencahayaan yang baik. Tidak perlu kamera mahal, kamera android pun jika digunakan dengan tepat bisa menghasilkan foto yang menarik. 

- Tulis deskripsi dengan lengkap supaya pertanyaan calon Pembeli terjawab, tapi tulis secara jujur jangan terlalu melebih-lebihkan. Misalnya jika kamu jualan sepatu yang bukan ori, daripada ditulis ori lebih baik gunakan bahasa yang lebih halus seperti replika atau kw super. 



- Jangan pajang barang yang tidak ada! Saya sering menemui penjual di Tokopedia yang memajang barang kosong. Biasanya sih karena barang yang dijual sangat banyak sehingga Penjual tidak sempast mengecek produk satu per satu. Kalau sudah seperti ini situasinya lebih baik menambah tenaga kerja, kalau terpaksa menolak order sampaikan permohonan maaf secara pribadi melalui pesan daripada mendiamkan pembeli berhari-hari. Boleh dibilang marketplace mendewakan Kepuasan Pembeli, dengan memajang barang yang siap kirim setidaknya bisa menghindari kekecewaan pembeli yang terlanjur transfer tanpa bertanya stock dulu.

- Kirim pesanan kurang dari 24 jam. Jika kamu menerima pesanan dan memasukkan nomor resi pada hari yang sama, maka reputasi toko kamu akan meningkat. Semakin baik reputasi, semakin banyak pelanggan. 

- Walaupun modal pas-pasan, jangan berkecil hati! Kamu tetap bisa mendapat banyak penjualan dengan mengutamakan pelayanan. Foto produk yang keren hasil bikinan sendiri, deskripsi yang lebih lengkap dari yang lain, serta kecepatan mengirim bisa menjadi nilai plus dibanding Penjual lain yang pasang harga lebih murah. Karena saya pribadi lebih suka berbelanja di penjual yang respon cepat harga sedikit mahal daripada murah tapi pelayanan jelek. Hal-hal kecil seperti mengkabari pembeli dengan mengirim pesan langsung akan terkesan ramah dan hangat, walaupun pembeli sudah pasti mendapat notifikasi dari sistem marketplace tidak ada salahnya pendekatan seperti ini dilakukan penjual. 

Tips ini bisa diterapkan di berbagai marketplace, karena intinya sama saja marketplace berperan sebagai pihak ketiga yang membantu menghubungkan pembeli dan penjual. Jika suatu hari nanti modal kamu sudah bertambah, tidak ada salahnya memperbanyak jenis barang yang kamu jual. Karena pembeli akan lebih leluasa berbelanja di toko yang menjual banyak barang. Maka saya ucapakan semoga berhasil untuk kamu yang sedang merintis online shop! 

Thursday, May 4, 2017

Perjuangan 1 Tahun Menyusui Raisa

Waktu itu malam hari sekitar jam 9, Mama merasakan kamu bergerak-gerak terus di dalam perut Mama seolah tidak sabar mau keluar. Namun Mama tetap tenang dan mengusap kamu sambil berbisik, "Sabar, ya, De.. Sebentar lagi." Lalu Mama pergi tidur dan menganggap gerakan-gerakan itu sama saja dengan gerakan sebelumnya yang sering muncul.

Tanda-tanda Akan Melahirkan



Mama dibangunkan oleh adzan awal sekitar jam setengah 3 dini hari, mungkin karena Mama baru satu bulan menempati rumah ini jadinya Mama selalu bangun setiap kali adzan awal berkumandang. Saat itu Mama merasakan ada semacam cairan keluar mengucur, Mama pikir itu wajar karena biasanya wanita yang sedang hamil kurang bisa menahan pipis lama-lama. Tapi setelah Mama ke WC dan Mama lihat warnanya bening, Mama yakin sekali itu bukan air kencing. Kemudian Mama langsung menelpon Bidan Pia, yang telah membantu nenekmu melahirkan dua kali dan ditunjuk untuk memantau kehamilan Mama sedari awal. Ibu Bidan memberi tahu Mama kalau persalinan itu bisa maju lebih awal dari perkiraan lahir, sehingga bisa disimpulkan cairan itu adalah air ketuban yang menandakan kamu akan segera lahir ke dunia.

Saat itu Mama sangat gelisah, bagaimana caranya memberitahu Papamu, Mama gak tega bangunin dia karena kalau dibangunin dia selalu bicara ngelantur, tapi karena cemas terpaksa Mama bangunkan. Untungnya Papa langsung paham dan menyuruh Mama segera minta bantuan sepupu Mama, Risman supaya menjemput pakai mobil karena waktu itu Papa agak takut kalau Mama naik motor. Setibanya di Bidan Pia, kira-kira sekitar jam 4 dini hari, Mama melihat Asisten Bidan sedang mengurus bayi laki-laki yang sepertinya baru lahir. 

Setelah diperiksa oleh Ibu Bidan, Mama diminta menunggu di dalam kamar dan diberi antibiotik. Entah kenapa kamarnya itu terkesan suram, pencahayaan lampu kuning, hanya diberi pemisah kaca buram dari kamar yang satu dengan yang lain. Sama-samar Mama mendengar sebuah suara yang Mama kenal di ruangan sebelah, dan ketika Mama lihat, ternyata dia adalah Rima teman Mama saat SMP yang kebetulan baru saja melahirkan tadi malam. Anaknya laki-laki. 

Bukannya kegelisahan berkurang, malah bertambah karena Rima nakut-nakutin Mama, "Rasanya melahirkan itu kayak hidup dan mati!" Yah dia emang orangnya suka mendramatisir sih hehehe.

Pindah Bidan


Sampai jam 6 pagi, Mama agak heran, padahal sudah pecah ketuban duluan tapi anehnya gak ada tanda-tanda kamu mau keluar. Padahal Ibu Bidan sudah bilang kalau sampai jam 8 belum ada tanda-tanda keluar juga Mama harus dirujuk. Papamu juga keliatannya panik, karena saat Mama sedang mengobrol dengan Rima, Ibu Bidan bicara ke Papa bahwa persalinan Mama akan dirujuk ke RS Jasa Kartini. Tapi walaupun Mama masih gelisah, Mama gak langsung menuruti harus ke RS itu yang terkenal mahal biaya persalinannya, Mama diam-diam berkompromi dengan ibunya Mama untuk pindah ke bidan lain.

Kira-kira satu bulan sebelum Mama melahirkan, ibunya Risman sempat menjenguk Mama yang baru saja menempati rumah kontrakan. Katanya jika suatu saat bidan yang Mama kunjungi tidak menyanggupi dan malah memberi rujukan ke RS, masih ada alternatif lain yaitu Bidan Herbal Iis Khoerikmah yang juga dikenal Rumah Sehat Naafillah, karena selain melayani persalinan, disana juga menjalankan terapi pengobatan penyakit berat. Tanpa pikir panjang Mama sekeluarga langsung berangkat ke bidan itu yang berada di daerah Paseh. 

Kalau dipikir-pikir sebenarnya Mama menyesal kenapa dulu malah berkonsultasi ke Bidan Pia, cuma karena dia pernah membantu ibunya Papa melahirkan dua kali tapi ujung-ujungnya malah memberi rujukan ke rumah sakit.

Alasan Mama ingin pindah bidan:

1. Sebagian besar wanita melahirkan di rumah sakit berakhir dengan cara operasi sesar, hanya sebagian kecil saja yang melahirkan normal. Apalagi untuk sekelas RS mewah Jasa Kartini, sudah pasti terjawab endingnya bagaimana. 
2. Kadang bidan-bidan yang tidak mau repot tinggal memberi rujukan ke RS, dan dapet pemasukan gede dari persalinan operasi sesar. 
3. Mama pernah baca artikel di internet bahwa si bayi punya waktu 24 jam setelah pecah ketuban. Untuk kasus Mama, pecah ketuban jam 02.30 dini hari tapi Bidan Pia bilang kalau jam 8 pagi belum ada tanda-tanda keluar harus segera ditindak. Inilah yang membuat Mama jadi mantap pindah ke bidan lain. 

Sesampainya di Bidan Iis, Mama diperiksa dan katanya sudah pembukaan tujuh. Berarti tinggal menunggu. Tapi kita juga tetap mengusahakan yang terbaik.



Disini kamarnya lebih nyaman, terlihat lebih bersih dan terawat, gaya minimalis, cat dinding biru-pink. Apalagi Ibu Bidan Iis mendukung Mama untuk melahirkan secara normal, jadilah Mama merasa pindah bidan adalah keputusan yang tepat. Bidan Iis juga mengatakan bahwa perkiraan bidan sebelumnya tidak menyanggupi bisa jadi karena tulang panggul Mama yang sempit untuk bobot kamu yang besar. Tapi Bidan Iis bilang jangan putus asa sebelum mencoba karena sesulit apa pun masih bisa diusahakan secara normal. 

Mama dikasih menu makanan herbal yang sebenarnya kurang suka, tapi namanya juga menyehatkan jadi tetap Mama paksakan. Terus Mama menjalani terapi bekam untuk diambil  darah kotor, katanya supaya tubuh lebih ringan saat mengejan, dan supaya ASI mudah keluar. Jam 7 malam selesai menjalani terapi sengat lebah, Mama merasakan sakit yang hebat, saat itulah Mama merasa waktunya bertemu denganmu semakin dekat. 

Mama menahan sakit dari jam 7 malam sampai jam 3 dini hari berikutnya, rasanya benar-benar jenuh berada disana. Mama melihat Papamu dan ibunya menangis karena melihat Mama kesakitan, Mama sudah muntah-muntah karena stress. Tapi entah kenapa, saat Asisten Bidan bilang sudah keliatan kepalamu dengan rambut hitam, Mama sangat yakin bisa segera pulang. Gak inget sama orderan, gak inget sama cucian numpuk di rumah. Ternyata memang benar ya, cuma mengejan tiga kali aja Ibu Bidan langsung bilang, "Selamat Ibu, anaknya perempuan." dan Mama langsung memejamkan mata sambil menghela napas lega. 


Ibu bidan menaruh kamu di atas dada Mama, katanya supaya kamu mencari-cari puting Mama. Saat itu Mama hanya bisa memegang tangan kamu dengan jari-jarimu yang lentik, kuku-kukumu bagus, kamu pasti cantik setelah besar nanti. 

Ibu bidan dan asistennya membersihkan kamu dan tubuh Mama, kemudian membawa kamu untuk ditimbang dulu. Setelah berganti pakaian, Mama diajari caranya menyusui. Mama memang belum tau apa-apa soal menyusui jadi Mama menurut saja. Puting payudara Mama yang kiri lebih kecil dari yang kanan, tapi kamu tidak menolak dan mau saja menyusu. 

Di awal-awal menyusui, Mama merasakan aliran darah nifas yang keluar semakin banyak. Memang katanya dengan menyusui dapat membantu rahim kembali ke bentuk asal. Air susu Mama gak langsung keluar banyak, selama tiga hari pertama masih sedikit-sedikit, tapi hari-hari berikutnya air susu jadi melimpah. Mama bahkan harus memompa dan menyimpan ASI di kulkas karena gak ketampung oleh kamu. 

Satu bulan kemudian, Mama mulai merasakan sindrom baby blues, Mama selalu menangis dan tidak keluar kamar seharian. Sindrom ini biasanya terjadi pada ibu-ibu yang baru punya anak dan tidak mendapat bantuan dalam mengasuh anaknya, ditambah lagi kewalahan dengan tugas-tugas rumah yang dikerjakan sendiri. Karena tertekan tak kunjung mendapatkan pembantu, Mama akhirnya menitipkan kamu di rumah ibunya Papa, yang kamu panggil Nenek. 

Itu adalah keputusan Mama yang salah karena saat itu Mama lebih memilih bekerja. Mama tidak tahan melihat rumah yang berantakan. Gara-gara kita dipisahkan oleh jarak, Mama semakin jarang menyusui kamu karena saat itu kamu diberi susu formula. Pantaslah kalau akhirnya air susu Mama semakin sedikit, kamu semakin keenakan diberi sufor dengan dot. Banyak orang berspekulasi bahwa air susu Mama berkurang gara-gara salah pil KB. Padahal sebenarnya Mama lebih yakin penyebab air susu berkurang itu akibat tidak disusukan.



Mama pun kembali diliputi kegalauan, Mama ingin kamu kembali di rumah ini, tinggal bersama Mama lagi sekalipun itu akan membuat pekerjaan Mama terbengkalai. Akhirnya Papa setuju untuk membawamu kembali. Saat itu Mama mulai bergabung grup facebook Asosiasi Ibu Menyusui, banyak pelajaran berharga yang Mama dapat. Termasuk seputar relaktasi. 

Relaktasi adalah istilah untuk ibu yang ingin kembali menyusui setelah berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan berhenti. Mumpung masih terlambat Mama pun berusaha relaktasi agar kamu bisa menyusu ke Mama lagi. Memang pada saat itu adalah masa-masa yang penuh dengan perjuangan, karena orang tuanya Papa ataupun orang tua Mama selalu menyalahkan air susu Mama setiap kali kamu sakit. Padahal sudah jelas ASI adalah yang terbaik dibandingkan sufor merk mana pun. 

Saat kamu berusia 3 bulan, kamu berhasil lepas dari sufor dan kembali lagi menyusu ke Mama. Namun saat kamu tumbuh besar, kira-kira saat usia 6 bulan, kamu mulai menolak payudara kiri yang putingnya kecil dan selalu ingin menyusu di sebelah kanan. Jadilah sekarang ukuran kedua payudara Mama gak sama rata, karena yang sering memproduksi ASI ukurannya bertambah besar.



Sekarang Mama sudah dapat pembantu, namanya Bi Imin dan dia mengasuh kamu seperti anaknya sendiri. Karena sudah mulai masuk makanan, frekuensi menyusu semakin jarang, produksi ASI pun berkurang karena menyesuaikan dengan kebutuhan kamu. Cuman, Mama sekarang jadi gak bisa menyimpan stock ASI banyak-banyak di dalam kulkas seperti dulu. Akhirnya terpaksa kamu diberi sufor ketika sedang bersama Bi Imin, dan kembali menyusu ke Mama saat malam hari. Gak terasa usiamu sudah 1 tahun, dan Mama akan terus menyusui sampai kamu 2 tahun, bahkan lebih jika memang kamu membutuhkan. Gak apa-apalah gak full ASI, yang penting selama Mama masih mampu, Mama akan tetap menyusui. 

Wednesday, May 3, 2017

Modelones Diamond Nail Gel Review [Cat Kuku Glitter]

Sekarang ini lagi musim cat kuku yang bisa dikelupas terutama buat muslimah sangat digemari karena ketika mau shalat gak usah ribet bawa-bawa cairan aseton, tinggal dikelupas aja pinggirannya kayak masker peel off, udah bisa wudhu. Kalau dulu semasa sekolah aku pakai cat kuku cuman pas lagi haid aja sekarang kapan pun bisa karena ngehapusnya gak perlu pake aseton apalagi jadi irit dong hehehe.

Nah kalau biasanya kuteks jenis peel off cuma warna polos-polos aja kan bosen ya. Gak ada salahnya nyobain kuteks motif berlian dari Modelones yang dikasih nama Diamond Nail Gel Soak-Off UV & LED Polish. Dikasih nama diamond karena polesan cat kuku hasilnya menyerupai motif berlian yang berkilauan gitu. Teskstur-nya gel beda sama cat kuku pada umumnya, bisa cepat kering di bawah sinar matahari atau LED.

Bikin review ini sih sebenarnya untuk kepentingan jualan, bisa disebut tester atau sponsored by online shop sendiri haha. Karena kalau dicoba dulu kan jadi gampang jelasin detail-nya ke customer. Barang dikirim dari China langsung menggunakan Pos Malaysia, jadi sebelum dateng ke Indonesia nyimpang ke Malaysia dulu, kurang lebih pengirimannya 2 mingguan. Kalau aku belanjanya cuma satu biji kan nanggung ya, nunggu dalam waktu selama itu, jadi biar gak tanggung pesennya minimal selusin aja buat dijual.


Maafkan diriku yang ngambil fotonya gak ngepas, wkwk..
Di kesempatan ini aku pilih warna ijo dengan kode 3506 karena kebetulan baju yang mau dipake ke kondangan warna ijo, biar serasi dong.. Habisnya pas mau berangkat, eh kebetulan kurir Pos dateng nganterin paket, ya udahlah langsung aja buka. 




Tesktur-nya gel, tapi pas dikeluarin encer banget. Kalau gak hati-hati bisa netes kemana-mana dengam mudahnya karena aku sendiri juga gitu (maklum kurang berpengalaman). 


Jadi dia warna gel-nya itu bening, cuman dikasih glitter-glitter banyak gitu supaya keliatan berkilau. Ngolesnya beda, harus ditotol-totol pelan ke kuku nantinya dia menyebar sendiri, tinggal kitanya aja pinter-pinter ngerapiin. Buat pemula kayak aku mungkin gak gampang ya bikin hasil keren dan rapi, tapi inilah hasilnya dan aku sudah cukup puas. 


Penjualnya sempat menjelaskan bahwa untuk mendapatkan hasil polesan sama seperti di foto model, disarankan memakai base coat (lapisan dasar) sebelum mengoleskan Diamond Nail Gel, agar warnanya bener-bener keluar. Dan juga mengoleskan top coat sebagai finishing. Tapi dengan memakai ini saja pun aku udah cukup puas dengan hasilnya, ditambah lagi aku gak perlu ribet ngehapusnya pas mau wudhu karena tinggal dikelupas pinggirannya langsung lepas.

Kalau kena air, luntur nggak?
Selama kamu gak ngelupasin pinggirannya, kebasuh air aja gak akan luntur. Pakai sabun pun nggak.

Berapa lama bisa keringnya?
Di bawah sinar matahari, kurang lebih 30 detik. Pakai alat pengering bisa lebih cepat. Kalau gak kena matahari atau gak dikeringkan pake alat, sepengalamanku sih gak kering-kering.

Ini barangnya asli atau palsu?
Kami order langsung dari Official Store Modelones di China, jadi sudah pasti barangnya asli ya. Mungkin di pasaran banyak beredar cat kuku jenis serupa tapi aku udah pernah coba yang lebih murah dan memang benar ada harga ada kualitas.

Kalau dulu pas awal dateng aku jualnya 49.000 sekarang jadi 58.000 dan itu pun masih bisa berubah-ubah ke depannya tergantung dari kurs dollar. Tertarik untuk dapatkan produk ini? Hubungi kontak di bawah!

Natureve Shop
SMS/Whatsapp: 083827560555
Line: elsawatidewi

Saturday, January 28, 2017

Emak - emak = Mulitasker?



Pengennya sih update blog ini tiap Sabtu, tapi karena saya sebagai ibu-ibu pemula jadi masih belum pandai membagi-bagi waktu dan memprioritaskan tugas-tugas. Kalau ada yang bilang perempuan adalah multitasker sejati, ada benarnya juga. Baru-baru ini saya bisa mencuci piring sambil jagain anak, maksudnya ketika saya mencuci piring tiba-tiba Icha bangun dan nyamperin saya, daripada saya suruh pergi percuma yang ada malah makin penasaran, ya udah saya biarin aja dia main air di samping saya. Waktu itu kan masih shubuh kebetulan bapaknya belum bangun. Biarin deh basah-basah juga toh bentar lagi juga mau dimandiin. Bahkan ketika Icha berendam di bak mandi bayi, saya sempat-sempatnya menanak nasi. Saat mesin cuci dalam mode pengeringan, saya memasak air buat persediaan nyeduh kopi.

Pengennya sih gak tanggung-tanggung ngepel lantai teras sambil memangku Icha aja sekalian, untungnya Bi Imin (pembantu rumah saya) keburu datang jadi saya serahkan urusan bersih-bersih dan ngebajuin Icha dengan tenang. Bi Imin masuknya emang jam 07.15 setelah nganterin anaknya sekolah, kebetulah lokasi SD masih sekitar rumah saya. Rumah Bi Imin juga masih dekat rumah saya jadi gajinya 600 ribu karena gak ada biaya transportasi. Di Tasik pasaran gaji pembantu emang segitu, kalau pembantu nya pakai kendaraaan bisa nyampe 900 ribu.

Selama ini tiap belanja kebutuhan, saya pergi berdua sama suami. Karena belanjanya cuma pas lagi butuh aja otomatis jadi sering keluar. Icha nggak dibawa karena saya merasa gak perlu lah balita sering-sering naik motor, maksimal seminggu sekali kasian kalo keseringan kena angin. Dan karena saya waktu itu masih kurang percaya diri bawa motor sendiri sehingga kemana-mana harus diantar. Dampaknya, banyak orang yang saya kenal berkomentar miring, kemana-mana berdua kayak orang pacaran aja, anak ditinggal-tinggal ntar kurang kasih sayang

Yang menjadi curahan pertama saya ketika sedang tidak enak hati, kalo bukan suami ya pasti Mama saya. Dengan santainya Mama menimpali, "Mereka bawa-bawa anak soalnya bingung mau dititipin kemana. Liat aja artis, ngurus karir gak selalu bawa anak." Kedengarannya sih konyol tapi begitulah cara Mama menghibur saya. Ada waktu-waktu dimana kita tidak bisa membawa anak, misalnya pas lagi belanja kebutuhan, akan lebih singkat kalau anaknya tetap di rumah. Kalau mau bawa anak mending acara jalan-jalan santai aja, jangan dibarengin sama belanja. 

Dan, daaan... Karena saya udah bosan dikatain 'kayak orang pacaran kemana-mana berdua' jadi sekarang saya kemana-mana sendiri. Bukan karena suami gak mau anter, justru saya yang gak mau dianter. Menurut saya perempuan jaman sekarang harus mandiri apalagi kalo cuma belanja kebutuhan rumah tangga. Dengan begitu suami jadi bisa punya waktu lama ngurusin kerjaan. Walaupun udah ada karyawan tetep aja sebagai perintis usaha diperlukan tanggung jawab yang lebih besar. 

Saya bingung curhatan ini mau dikasih judul apa. Pada akhirnya, ini cuma sekilas kehidupan saya setelah berumah tangga. "Wanita itu seperti teh celup, kekuatannya bisa terlihat kalau dimasukkan ke dalam air panas." - Eleanor Roesevelt