Tuesday, March 29, 2016

Review Shimmer Moisture Lipstick by Forest Secret in Cherry

Forest Secret adalah brand kecantikan dari Singapore yang telah memiliki sertifikat halal dan terdaftar BPOM. Produknya ada body wash, shampo, dan berbagai macam make up dengan harga terjangkau. Karena aku suka lipstick jadi aku memutuskan untuk mengulas salah satu produk make up Forest Secret, yaitu Shimmer Moisture Lipstick shade Cherry.

Senang sekali mendapatkan free sample dari Forest Secret, kebetulan aku belum punya lipstick yang model shimmer begini karena terlalu rajin pakai lipstick matte. 

Dilihat dari kemasan baik box luar maupun dalamnya, Shimmer Moisture lipstick ini terkesan jadul. Sebelum mencobanya pun aku sempat mengira warna yang keluar bakalan merah kayak buah ceri, ternyata setelah dioles ke bibir, warna yang keluar berbeda dari ekspektasi.









Setelah dioles ke bibir, warna yang dihasilkan cenderung pink cerah dengan shimmer. Pakai lipstick ini nyaman banget karena dapat melembabkan bibir. Mengenai ketahanan, jika dibawa minum saja lipstick ini lumayan kuat, tidak membekas di gelas atau sedotan tapi kalau dibawa makan langsung luntur meski masih menyisakan sedikt warna. Dihapus pakai air pun tidak terangkat semua, harus pakai make up remover atau cleansing oil untuk membersihkannya.



Pakai lipstick warna pink begini serasa balik lagi jadi ABG hehehe ! Thank you Forest Secret ~

www.forestsecret.net
Distributor Resmi Produk Kecantikan Forest Secret 
+6282240386555 / 29E4EA23

Tuesday, March 15, 2016

Yang Saya Lakukan Setelah Melahirkan

Meski pecah ketuban saat usia kandungan baru memasuki ke 9 bulan, tapi saya bersyukur masih bisa melahirkan secara normal, tanpa jahitan. Sebelum melahirkan saya menjalani terapi bekam dan sengat lebah yang diyakini dapat mempermudah proses persalinan di Rumah Sehat Naafillah, klinik yang merangkap bidan berlokasi di Jl. Paseh Panuntutan, kota Tasikmalaya, dimana persalinan dijalankan sesuai syari'ah. Selama masih bisa diusahakan secara normal, bidan tersebut akan senantiasa mengusahakan supaya pasien tidak perlu menjalani operasi sesar. Pasien yang tadinya diberi rujukan ke rumah sakit pun pada akhirnya banyak yang melahirkan secara normal disini.

Saya sangat menghindari sesar karena selain biayanya mahal proses pemulihan pasca melahirkan juga butuh waktu lebih lama ketimbang secara normal, apalagi pasien membutuhkan perawatan yang cukup riskan. Alhamdulilah, tanggal 22 Februari lalu anak saya lahir dengan selamat pada jam 03.30 dini hari dan diberi nama Raisa El Febriana. Tidak ada makna khusus dari nama Raisa, itu terlintas begitu saja. El diambil dari nama ibunya Elsawati sedangkan Febriana merupakan gabungan dari bulan kelahirannya, Februari dan nama ayahnya, Hendriana.

Raisa El Febriana

Pagi hari setelah melahirkan, saya diberi sarapan dengan menu nasi dari beras merah dan telur dadar. Disini semua makanan terasa hambar karena tidak memakai bumbu yang mengandung pengawet. Obat-obatan yang diberikan juga semuanya dari herbal. Ditambah lagi kondisi kamar yang banyak nyamuknya, membuat saya ingin cepat pulang dan makan makanan enak.

Saya kesulitan bangun dari tempat tidur, seluruh tubuh saya masih terasa kaku. Bahkan untuk menggerakan kaki saja rasanya butuh banyak tenaga. Namun setelah dipijat, rasa kaku tersebut hilang dengan sendirinya, badan saya kini kembali enteng dan bisa bergerak leluasa seperti sebelum hamil. Tapi tetap saja kalau berjalan dan berdiri hanya kuat sebentar-sebentar, kalo lama biasanya terasa sakit.

Selama 1 minggu pasca melahirkan, keluarga saya bergantian menginap di rumah untuk menjaga bayi, karena saya tidak boleh banyak bergerak. Tapi karena saya bosan terus-terusan diam di tempat tidur, akhirnya saya memaksakan diri membereskan rumah dan mencuci baju walaupun dengan gerakan yang terbatas. Pada minggu berikutnya, saya mulai memandikan bayi sendiri. Mengurus bayi sepenuhnya diserahkan pada kami berdua. Kalau sudah kewalahan saat bayi rewel, biasanya saya menelpon orang tua atau mertua supaya menginap di rumah.

Saya mulai keluar rumah setelah 2 minggu. Saat itu saya kembali mengenakan dress dan high heel, jalan-jalan ke mall berdua sama suami, mengulang kembali masa-masa muda hehehe sementara Raisa dititipkan di neneknya. Mengenai ASI, saya bisa menghasilkan air susu yang melimpah walaupun ukuran payudara kecil. Jadi buat Mommy yang punya payudara kecil tidak perlu takut ASI gak keluar, karena toh semakin sering payudara dirangsang, maka semakin banyak pula memproduksi ASI. Asal pasokan makanannya diperhatikan juga, ya. Banyak makanan bergizi, sayuran, bla bla bla.

Kini setelah 3 minggu berlalu, sepertinya saya perlu dipijat lagi. Ada rasa nyeri di panggul terutama saat bangun tidur. Apakah ini gejala kekurangan kalsium? Untunglah, ada suplemen Calcium-D yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Masa-masa nifas berlangsung selama 40 hari, tapi tubuh wanita butuh waktu 3 bulan lamanya untuk bisa pulih sempurna. Dan suatu hari nanti akan tiba saatnya saya melakukan hal-hal yang saya rindukan: lari pagi, berenang, senam aerobic, dan mendaki gunung. 

Friday, March 11, 2016

Review AC Clinic Red Spot Balm

Produk ini aku gunakan sekitar pertengahan Februari lalu, sebelum memakainya pertama kali aku sempat mengambil beberapa foto (terutama untuk mengabadikan segelnya hehe), cuman baru sempat aku tulis review-nya sekarang karena baru pulih pasca melahirkan. Mungkin sebagian orang bertanya-tanya, bolehkah ibu hamil menggunakan skincare yang mengandung salicylic acid, yang notabene untuk menyembuhkan jerawat? Itu kembali ke diri kamu, kalau mau apik mending apik sekalian. Tapi kalau aku pribadi gak terlalu mempermasalahkan. Dan syukurlah, anakku lahir dengan sehat walaupun selama hamil aku pakai skincare yang mengandung zat tersebut (dengan penggunaan yang benar-benar dibatasi).

AC Clinic adalah seri perawatan kulit berjerawat dari Etude House, terdiri banyak step dan yang aku gunakan ini adalah Red Spot Balm yang bentuknya menyerupai salep karena hanya dioles pada bagian yang berjerawat saja. Jika kamu membeli produk ini, maka kamu juga akan mendapatkan free Acne Foam Cleanser kemasan mini 30 ml jadi sudah sepaket sama pencuci muka. Dikemas dengan box berwarna hijau, aroma yang tercium seperti bau obat-obatan farmasi tapi tidak menusuk, malah sepintas kayak jeruk nipis.



Bagian belakang box bertuliskan bahasa Korea, tapi ada juga sedikit bahasa Inggris sebagai keterangan produk dan petunjuk penggunaan. Oya karena ini jar terbuat dari kaca, harus hati-hati kalau dibawa bepergian, bahkan harus bubble kalau beli-beli online, karena aku pernah dapet kemasan yang retak pada bagian tutupnya hiks.





Dikasih spatula bukan hanya supaya tetap steri, tapi karena tekstur Red Spot Balm ini sangat padat, kayaknya kalau diambil pakai jari langsung susah keambil. So, ada bagusnya juga dikasih spatula. Setauku, hampir semua cream Korea dari merk mana pun kalau belinya full size suka dikasih spatula juga.


Biasanya setelah aku ambil menggunakan spatula, aku oleskan ke tangan seperti ini lalu dibaurkan dan dioles ke jerawat pake jari. Aku menggunakan produk ini selama 3 hari jerawatku langsung kempes (sorry gak sempet fotoin kondisi wajahku karena minder). Akhirnya si Red Spot Balm ini gak pernah dipakai lagi, karena kalau jerawatnya sudah sembuh, mau dipakai dimana lagi coba hehehe. Bahkan aku juga gak sempet pakai Acne Foam-nya. 

Dengan dibuatnya review ini, aku bermaksud menjual Red Spot Balm punyaku kondisi preloved 90%. Bayangin aja cuma dipake 3 hari kok hehehe, selama penggunaan aku selalu pakai spatula (gak pernah pake jari) jadi masih steril ya. Aku jual seharga 100.000 sepaket belum termasuk ongkos kirim, please jangan ditawar afgan :D

Atau jika kamu tertarik memesan barang dengan kondisi baru juga bisa, dengan harga yang berbeda pula tentunya, hubungi kontak di bawah:

NATUREVE SHOP
BBM 2BE163EE
SMS 083827560555
FB Natureve Online Shop
Instagram @natureveshop
Line elsawatidewi