Wednesday, August 12, 2015

Akhirnya Kami Dipersatukan

Pernikahan adalah impian setiap pasangan yang saling mencintai, karena dengan menikah mereka dapat hidup bersama sampai akhir hayat dengan perasaan tentram di dalamnya. Pada Rabu (5/8) lalu kami Hendri dan Elsa melangsungkan pernikahan kami yang sederhana dan akan selalu diingat itu di kediaman rumah saya yang bertempat di kota Tasikmalaya.

Acara kami berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, karena saya berpesan untuk mengadakan resepsi seringkas mungkin soalnya budget terbatas hahaha. Awalnya memang saya menunda-nunda untuk menikah karena takut dengan biaya resepsi, namun setelah mendapat dorongan akhirnya dapat terlaksana meski acaranya tidak terlalu mewah. Sungguh Maha Besar Allah yang telah mewujudkan keinginan hamba-Nya, dimana ada niat disana pasti ada jalan.

Kalau ditanya, gimana rasanya jadi pengantin, gugup sih iya... Apalagi detik-detik menjelang akad jantung ini serasa mau copot hahaha, tapi karena saya ingin mengingat hari tersebut sebagai Hari Bahagia maka saya mengusir jauh-jauh segala ketakutan dan ke-nervous-an saya. Toh saya sudah didandani sedemikian rupa oleh professional make up, ini penampilan terbaik saya karena bekas jerawat hilang ketutup semua. (Bagi saya yang penting make up nomor satu). Hendri juga keliatan percaya diri meski jauh dalam hati dia pasti panik, namun akad berjalan lancar dengan sekali penyebutan ijab kabul karena sudah melafal dari jauh-jauh hari.

Adat dalam pernikahan di budaya kami tidak mengharuskan banyak prosedur, cukup dengan sungkeman dan saweran ala Panganten Sunda maka resepsi sudah dibilang afdol. Yang paling menyita waktu pengantin harus menyalami satu per satu tamu yang datang, saya baru mengalami mimpi buruk seperti ini dimana saya harus tetap tegak meski korset yang saya kenakan di balik kostum menyulitkan untuk bernafas. Bahkan saat ganti kostum pun, wajah saya harus dipoles lagi untuk memastikan make up tetap sempurna. Sebenarnya sudah lelah tapi sesi pemotretan belum beres, akhirnya saya pun berhasil menyelesaikan dokumentasi berharga dari momen-momen pernikahan saya yang bisa saya tunjukkan kepada kawan-kawan blogger semua. Buat yang udah kenal sama Hendri siap-siap kaget ya kalo dalam basa sunda mah pangling getoh. :p

















"Dan ketika kami memutuskan untuk saling mengerti, kami biarkan kedua hati kami bicara tentang impian-impian kami, hasrat dan juga kerinduan. Kemudian kami menjadi takjub karena kami ternyata berbeda sekaligus serasi. Maka kami pun berjanji untuk menyatukan kedua hati kami dalam satu bahtera. Agar segala impian impian dapat kami wujudkan berdua. Karena perbedaan kami bukanlah kendala, selagi kami masih memakai bahasa yang sama dan bahasa itu bernama Cinta."