Wednesday, March 25, 2015

3 Tipe Artikel Yang Malas Dikomentari


Bagi teman-teman blogger yang suka mengoptimasi blog dengan cara blogwalking (berkunjung dan berkomentar di blog orang), pasti ada dong tipe artikel yang malas dikomentari. Entah karena tampilan blognya yang kurang menarik atau memang artikelnya yang kurang menarik, hihihi saya sendiri kadang merasa apakah artikel saya cukup layak untuk dibaca orang.

1. Gak ada gambarnya.

Minimal dalam satu artikel ada satu gambar, sebagai ilustrasi tulisan atau supaya tampilan artikel secara keseluruhan tampak menarik. Gambar ini juga berfungsi sebagai thumbnail artikel pada tampilan home yang memakai read more, thumbnail judul posting pada artikel terkait dan thumbnail pada widget artikel popular. Kalau artikel tidak memakai gambar, jangankan dikomentari, membacanya pun terkadang saya kurang suka :D

2. Font terlalu kecil atau terlalu besar.

Biasanya saya merasa nyaman membaca tulisan dengan ukuran font 12 - 16 pt, tapi kesini-kesini ukuran font kok semakin besar ya.. Terutama pada template responsive. Saya merasa pusing membacanya, walau tujuan pemilik blog untuk membuat artikel nyaman dibaca. Masih mending. Kalau kekecilan? Terpaksa saya harus pakai kacamata minus. Namun lama kelamaan cape juga baca tulisan dengan font kekecilan dan kegedean, ujung-ujungnya saya memilih skip artikel dengan kriteria ini.

3. Postingan yang terlalu panjang.

Memang tidak ada salahnya membahas suatu topik secara mendalam, tapi jika cara penyampaian terkesan bertele-tele maka pembaca jadi bosan dan pergi. Menurut saya, ini menurut saya lho, orang mengunjungi blog kita untuk mencari apa yang mereka inginkan. Bisa jadi karena judul artikel memancing rasa ingin tahu. Tapi jika setelah mereka mengklik link yang mengarah ke artikel dan mereka tidak menemukan apa yang mereka cari disana, tanpa pikir panjang mereka menutup tab.

Akan lebih efektif jika satu topik dibagi menjadi beberapa artikel yang saling berkaitan. Selain bisa meningkatkan jumlah penayangan, pembaca juga tidak cepat bosan dan mau meluangkan waktu untuk berkomentar.

Apakah salah satu kriteria di atas pernah kamu temukan di blog yang kamu kunjungi? Yuk share di komentar! Mohon maaf sebelumnya jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Pada dasarnya saya hanya seorang blogger pemula yang senang belajar hal-hal seputar blogging apalagi kalau bisa 'menjual'. :D

53 comments

kerasa juga kan dapet artikel panjang gmna cape bacanya?kalo artikel aku pasti semangat kan bacanya?hehe

standar artikel minimal 300 kata. kira-kira 4 atau 5 paragraf, baru bisa disebut artikel

menggunakan bahasa alay mba bikin males baca mata jadi keseleo

kalo aku buat postingan kalo gak pake foto atau gambar perasaan gak lengkap teh xixixi...
seperti minum kopi gak pake gelas ... :D

Menarik sekali ukuran yang disebut di sini. Karena inii sifatnya OPINI artinya 3 hal di atas adalah artikel yang malas dikomentari menurut pendapat dan pemikiran seorang Mba Dewi Elsawati. Pendapat dan OPINI ini tentu saja diapresiasi. Setiap punya kriteria masing masing artikel apa saja yang pantas dikomentari.

Hmmm bagi aku yg ke satu dan ke dua ga masalah. Tapi kalo yg kedua mnurut aku harga mati tuh. Udah tulisannya panjang bertele2 lagi. Ritme emosi dalam tulisan juga datar bikin cepet jenuh. Hehehe padahal alu juga ga tau ding tulisan ku menarik ato ga hehehe

hihihi mas deny bisa aja, kalo saya sih jarang nemu postingan alay selain di fb

sama mas eka, rasanya jadi gimana gitu.. kayak sayur tanpa garam

Iya pak asep setiap orang pasti punya kriteria sendiri, kalau menurut saya seperti yang sudah dijabarkan di artikel.

Akhir-akhir ini saya sering nemu artikel yang kepanjangan. entah kenapa males banget bacanya apalagi kalau tulisannya kekecilan.

cieee yang udah punya blog dengan nama sendiri... cieee........

kira2 blogku ngga malan dikomentari kan kak?

alhamdulilah mas, nggak ko kan saya juga sering main-main ke blognya mas sabda :)

kalau saya kadang males ngomentari posting yg komentarnya harus pakai google/wordpress dan dimoderasi. tapi itu berlaku untuk teman blogger yg baru kenal. kalau sudah lama ya mau tidak mau komentar juga. hehe

iya, coba cek artikel baru saya kan ada 300 kata mah,saya juga ngitung...

Kalau blog aku malas gax ya buat di komentarin hehhee, kalau soal kata biasanya gax lebih dari 400, pling di 300-an :D

Bener banget..postingan tanpa gambar memang kurang enak dilihat..tulisan mulu..cape bacanya..he he
Salam kenal dewi dari satriyoku..

tadinya semua komentar di blog saya gak dimoderasi, tapi karena kesini-kesini banyak yang berkomentar nyeleneh jadi saya aktifkan moderasi untuk menyeleksi mana yang masih layak ter-ekspos ^^

km pasti ngitungnya di microsoft word ya? =D

asal jangan kepanjangan aja postingannya mas.. hehehe

Bagai sayur tanpa garam ya mas.. hehehe salam balik

Kalau saya pribadi, saya malas memberi komentar, karena kendala bahasa. Saya alami jika saya berkunjung ke blog kawan-kawan blogger Malaysia. hahahahaha.....

kalau memang beda kenapa harus sama, yang penting isinya
kalau saya tidak punya kriteria , kalau saya comment berarti saya suka artikelnya

Berarti selama artikelnya pakai bahasa Indonesia, pasti komen dong ya? hebat

saya pun begitu, cuma mengomentar artikel yang saya sukai.. atau minimal gak mengandung salah satu kriteria di atas.

Berarti enaknya artikel yang font- tulisannya sedang, gak terlalu panjang dan gak bertele-tele dan banyak gambar haha

makasih ilmunya.. :D

iya mba karena alayers males ngeblog kalo update status kan pendek aja gak perlu banyak kata atau huruf

ya gak harus banyak gambar juga kali mas.. hehe

wah pantesan blog tentang makalah saya ndak banyak komentarnya mbak, heehe. Makanya saya hapus form komentarnya :D

blog saya masuk tipe nggak mba? :)

.Kalau blog saya mbak termasuk dalam 3 tipe diatas kah?
.Mampir dong. :)

Alayers juga pasti akan capek sendiri kali ya kalau bikin artikel panjang dengan tulisan 4Lay-nya, hehehe... Setelah dipublish langsung pingsan...

Betul mba Dewi, kalau saya paling males baca artikel panjang dan bertele-tele seperti pada point nomor tiga , tapi inti pemecah permasalahannya malah kagak ada.

Nice share. Eh btw, di blog saya juga ada kali ya mba, artikel-artikel yang bikin malas dikomenin, xixixixi... Seperti yang disebut di atas..

wah jangan sampai dihilangkan form komentarnya, mas Ibrahim. Karena saling berkomentar itu bisa membantu meningkatkan traffic blog, tinggal bagusin aja artikelnya :)

Introspeksi aja mas, saya gak mau main hakim sendiri.. hihihi

Coba aja periksa apakah 3 kriteria di atas ada di dalam blognya.

Kebanyakan artikel panjang itu yang berupa review produk atau curhatan. Kalo review produk, masih saya maklumi karena memang harus menjelaskan produk tapi kalo curhatan alamak ga kuat bacanya wkwk =)) masih mending kalau isi curhatan itu ada pelajaran yang bisa saya ambil.

Yap.. Setuju sama 3 hal di atas.. :D Kalok ngga ada gambarnya sih ngga menarik jadinya. Minimal ada emot-emotnya gitu lah :P

saya males komen jika artikelnya menjurus sara dan saru :)

Iya, ya.. artikelnya mbak beby banyak emot-emot lucu hihi

Salam kenal ya..

Kalo nempatin gambar di blog suka bingung, mau ngasih gambar apa jadinya gak pakek gambar..

Baca blogku gak males kan? Heheh

Salam balik..
Kalo gak mau pake gambar, minimal ada emoticon.
Nggak kok kan saya udah komen blognya :)

Kalau saya paling males komentar di blog yang artikelnya untuk dewasa dan menampilkan gambar yang vulgar.Terkadang artikel panjang diperlukan juga loh mba untuk keperluan seo khususnya untuk niche blog karena rata-rata niche blog topiknya sudah fokus jadi memerlukan sebuah artikel pilar yang menggambarkan isi blog dan biasanya cukup panjang antara 500-1000 kata.

kalo diperlukan, memang tidak ada salahnya artikel panjang. saya juga jualan online dalam mendeskripsikan produk lumayan panjang untuk kepentingan SEO, tapi jika ada postingan panjang yang hanya berisi curhatan, saya terkadang malas ngomennya mas Dwi :)

Selain bikin betah gambar juga bagian dari teknik SEO kayaknya

Kalau panjang tapi struktur / cara nulisnya enak si masih mending :) kalau sy yg bikin males itu kalau dah liat artikel panjang & fontnya bikin sakit mata
Ngomong2 templatenya bagus mba, gratisan atau berbayar kah?

Betul mas, sewaktu saya pakai platform wordpress dengan plugin SEO, setiap postingan harus pake gambar kalau nggak nanti dikasih peringatan :D

saya nemu blog Stella Lee http://www.stellalee.net/ yang postingannya panjang-panjang dan menarik, jadi gak semua postingan panjang itu membosankan :)

Template ini gratis, download langsung di sumbernya http://www.btdesigner.net/ semoga bermanfaat ^^

salah satu alasan males lagi, jika postingannya make bahasa yang gak kita pahami... :D

biasanya postingan seputar adsense susah dipahami buat saya mas

Boleh OOT asal jangan ninggalin link hidup ya. Terimakasih kunjungannya :)
EmoticonEmoticon