3 Hal yang Tak Bisa Ditoleransi dalam Pekerjaan

Enaknya berbisnis itu kita gak hidup di bawah telunjuk orang lain, punya kebebasan penuh dan kebutuhan finansial terpenuhi. Tapi kita harus bisa berdiri dengan kaki sendiri, karena musuh terbesar yang harus kita taklukan ada di dalam diri sendiri yaitu kemalasan. Kalau semua sudah enak, pasti ujung-ujungnya malas ngapa-ngapain, akan tetapi kalau kita keenakan, perusahaan bisa terbengkalai. Berikut ini adalah hal-hal yang tidak bisa saya toleransi dalam pekerjaan.

Terlambat.


Ada banyak sekali masalah yang ditemui dalam pekerjaan, tapi hampir semuanya dapat diminimalisir apabila kamu tepat waktu. Saya sendiri paling benci kalau saya bangun kesiangan, entah karena malamnya susah tidur sehingga keesokan paginya badan jadi pegal-pegal, pokoknya saya tidak mau kebiasaan ini berlanjut. Bahkan sewaktu saya bekerja dulu, potong gaji gara-gara datang terlambat pun sudah ada peraturannya. Hal itu dimaksudkan untuk mendidik karyawan agar disiplin.

Tidak terjadwal.


Orang kehilangan semangat bekerja bukan karena penjualan menurun atau pendapatan menipis, tapi karena ia bingung harus berbuat apa sehingga semua usaha yang telah ia lakukan seolah tidak ada artinya. Sekecil apa pun pekerjaan, saya tetap menjadwalnya secara rinci, karena ini adalah harga mati. Tetap terjadwal membuat pikiranmu tetap terorganisir.

Tidak berubah.

Hidup itu terus berubah ke arah yang lebih baik. Kalau setelah sekian lama menekuni bidang itu tapi hidupmu masih saja tidak ada perubahan, artinya kamu tidak berkembang. Mencoba cara baru bisa jadi jalan keluar. Memang tidak menjamin sepenuhnya hidup akan berubah, tapi kalau kamu tidak mencoba sama sekali, sudah pasti hidupmu bakal gitu-gitu aja :D

Demikianlah tiga point yang bisa saya bagikan kepada teman-teman, saya harap apa yang sudah saya lalui bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membaca. Saya akan merasa senang kalau kamu meninggalkan jejak dengan berkomentar, terimakasih atas kunjungannya! Stay healty and be awesome.

36 comments:

  1. Ada memang peraturan Perusahaan yang memotong GAJI jika sang karyawan datang terlambat. Beberapa Perusahaan memang menerapkan seperti itu. ABSEN yang menggunakan SIDIKJARI sekalipun tetap sering diabaikan oleh para Karyawan. Mereka datang telat, sengaja telat atau memang gimana. Yang jelas Karyawan datang terlambat. Mau tidak mau mereka harus menerima RESIKO nya yakni Gaji nya dootong. Dari beberapa Perusahaan memang memotong dari sisi UANG MAKANNYA saja Sedangkan Gaji Pokoknya tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang dipotong uang makannya, masih mending dong mas walaupun sudah jelas terlambat itu tidak diperbolehkan.. ada lagi menurut cerita teman yang bekerja di sebuah mall, gak masuk sehari aja entah karena ijin, sakit, atau sengaja bolos, uang makan langsung hangus.

      Delete
    2. ditempat kerja sy ,,, di potong uang makan cuma klo alfa aja ,,, :)

      Delete
    3. berarti kalo gak masuk kerja karena sakit atau ada urusan keluarga, gak bakal dipotong ya mas?

      Delete
    4. di tempatku kerja malah gak ada uang makan,,,,

      Delete
    5. mungkin gajinya sudah terbilang besar mas, atau bisa jadi karena di tempat kerja udah dikasih makan :)

      Delete
  2. klo ditempt kerja sy sering terlambat itu dapat hadiah surat peringatan pertma dulu ,,,

    adalagi nih yg susah dapt tolearnsi ... klo berkali2 melkukan kesalahan,,, krna ketidakfokusan dalam bekerja ,,, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya ya, di perusahaan-perusahaan besar ada yang namanya surat peringatan toh.. katanya kalo sudah 3x dapat SP bisa dikeluarkan ya?

      Delete
    2. iya ... justru di perusahan yg besar2 banyak pake SP ,,, klo dah 3 kali bru get out ..... :)

      Delete
    3. SP teh sama dengan Sapi Perah ya kang?..hehe

      Delete
  3. Perusahaan tempat Boku bekerja juga memberlakukan hal yang sama seperti diatas kok mbak Elsa. Supaya memeberikan efek disiplin bagi karyawan

    ReplyDelete
    Replies
    1. I see.. berarti memang kebanyakan perusahaan memberlakukan peraturan yang seperti itu :)

      Delete
  4. tidak terjadwal dan terlambat mungkin masih bisa dirubah, apalagi jika sudah mendapat SP1 dan SP2, tentu saya akan segera tidak terlambat dan akan terjadwal segala pekerjaan, yang sulit di toleransi ya itu..tuh..tidak berubah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya memang gitu mang lembu kalo sudah diberi peringatan tapi ga berubah-berubah juga berarti percuma :)

      Delete
  5. Teman saya dulu ada yang memilih pulang saja daripada masuk tapi telat. Potongannya gila soalnya. Tapi saya sekarang udah keluar.
    Emang paling enak punaya usaha sendiri, sih. Semua kita yang nentuin, termasuk untung dan ruginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pepatah "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali" sepertinya gak berlaku disana :D
      enak sih enak karena peraturan kita sendiri yang bikin, tapi kalo kita gak bisa mentaati peraturan yang kita bikin sendiri, bisa rugi entar mas :)

      Delete
  6. dengan poin terakhir itu saya sangat setuju. yang ada kerja cuman buat ngembangin perusahaan. inilah yang disebut bertepuk sebelah tangan (sampai kapanpun kalau gitu ya nggak bunyi-bunyi) ups!

    ReplyDelete
    Replies
    1. alangkah baiknya kalau pekerja dan perusahaan sama berkembang, namanya juga saling menguntungkan :)

      Delete
  7. Satu lagi yang ga boleh dalam pekerjaan : GA BOLEH KURANG TELITI
    http://ilhamabdii.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. 60% kerjaan saya administrasi, jadi emang dituntut harus teliti :)

      Delete
  8. Biasanya emang yang telat itu ngeselin, soalnya bukti ngga disiplin :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, kalo mau pelesiran terlambat itu bisa kacau semua.. bisa ketinggalan

      Delete
  9. Bener banget mba Dewi, saya pun paling gak suka yang namanya telat. Ruginya saya sendiri yang ngerasain & reputasinya buruk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin orang yang paling rajin sekalipun pernah mengalami terlambat sesekali, tapi keterlambatan itu memberi pelajaran karena biasanya kerjaan jadi berantakan

      Delete
  10. Kalo di ahensi sih, masa bodo lo dateng jam berapa. Yang penting besok kelar. Hari ini lembur, besok juga, lusa juga. Grrrr~

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalo gitu mah lembur terus-terusan dong XD

      Delete
  11. saya rasa benar, itu sebenarnya kesalahan kita

    ReplyDelete
  12. Masalah terbesar yang bisa bikin pening dalam menekuni bisnis yaitu Tidak berubah Hanya gitu gitu aja padahal sudah usaha maksimal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tekun dan mau belajar dengan cara baru, pasti suatu saat akan ada perubahannya, Mas. Hanya saja perlu waktu dan banyak bersyukur :)

      Delete
  13. Paling kesel juga sama orang yang ngaret. Nggak ada disiplinnya. :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jepang kalau ada yang telat datang menghadiri acara kumpul sama teman, diharuskan mentraktir. Enak ya?

      Delete
  14. Ane kebetulan udah setahun merintis usaha, yaap masalah utamanya dari diri ane sendiri, males banget buat masarin produk -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu tantangan terbesarnya, Mas. Menaklukan kemalasan. Saya pun masih berusaha :)

      Delete
  15. Ketiga hal diatas memang tidak bisa ditolerir, akan tetapi perlu pembinaan khusus jika terjadi berulang2....intinya mendisiplinkan diri akan lebih baik untuk karir kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, bagi saya kedisiplinan itu nomer satu.. Saya biasa bekerja dengan jadwal yang saya buat, sekali saya lepas dari jadwal, berantakan semua :D

      Delete

Boleh OOT asal jangan ninggalin link hidup ya. Terimakasih kunjungannya :)

Powered by Blogger.