Thursday, January 29, 2015

Reading List


Buku adalah jendela dunia. Kalimat klasik yang mendasari tulisan ini. Orang yang tidak suka membaca buku, menganggap kalau mengoleksi buku merupakan suatu hobi. Tapi bagi pecinta buku, membaca adalah suatu kebutuhan tersendiri. Bahkan saya mendengar bahwa di negara-negara maju penduduk kalangan atas mengoleksi buku sebagai gaya hidup, rentetan buku yang tersusun rapi dalam rak khusus menjadi simbol kemewahan mereka.

Saya punya kebiasaan membaca buku entah sejak usia berapa, yang pasti saya bisa menyelesaikan suatu buku dalam waktu singkat. Tidak peduli apakah saya memahami keseluruhan buku atau tidak, pokoknya setiap buku yang saya pegang, ingin saya selesaikan sesegera mungkin, karena waktu kecil saya biasa mendapatkan buku pinjaman. Prinsip saya dalam membaca buku: tidak perlu mengulang-mengulang suatu paragraf yang sulit dipahami, apa yang sudah dibaca tinggalkan saja.

Kalau sekarang sih lain lagi ceritanya, sudah mampu membeli buku sendiri walaupun masih nyempetin pinjem hehehe.. Habisnya kalau mengkoleksi sendiri, buku-buku yang sudah dibaca selain memakan tempat, juga sayang jika dibiarkan. Saya biasanya menaruh buku-buku di rak terbuka dengan diselipkan pengharum lemari biar gak dimakan serangga. Malah saya berpikir untuk menjual buku-buku bekas yang kondisinya masih bagus, walaupun uangnya tidak seberapa, yang penting buku tersebut berguna bagi yang membutuhkan.

Saat ini saya sedang membaca:
The Host - Sang Pengalana oleh Stephanie Meyer, penulis Twilight Saga yang booming film vampire nya itu lho.. Penasaran sama buku ini karena filmnya seru, eh ternyata novelnya lebih seru. Gak sia-sia beli buku ini walaupun second wkwkwk =))
Four - Buku keempat serial Divergent oleh Veronica Roth. Film Divergent mengisahkan cerita dari sudut pandang tokoh utamanya yaitu Tris, sedangkan di buku ini kisah Divergent diceritakan kembali melalui sudut pandang Four.
Selling Easily and Smartly - Hingdranata Nikolay, kesini-kesini jadi jarang dibaca karena gaya penulisannya kurang greget.. Akan tetapi jika saya punya waktu luang, pasti suatu saat saya melanjutkan buku ini karena butuh ilmu penjualan untuk keberlangsungan bisnis.

Entah sampai kapan saya akan menumpuk buku. Namun, suatu hari nanti buku-buku yang sudah saya baca pasti ada yang terjual, dan koleksi terus diperbarui. Kalau kamu, saat ini lagi baca buku apa? Yuk, sharing!

Tuesday, January 13, 2015

Jomblo VS Pacaran

Roda terus berputar, kehidupan terus berubah. Kalau kamu merasa hidupmu gitu-gitu aja berarti roda tidak berputar sebagaimana mestinya, sehingga kamu jenuh dan tidak semangat dalam bekerja. Sebagian orang galau di sosmed karena tak bisa memiliki orang yang disukai, bahkan sampai di-bully teman-temannya yang sudah pada punya pacar.. Padahal kalo kamu punya pacar, tidak menjamin hidupmu akan berubah drastis, lho.



Ketika masih jomblo..

Kesepian adalah teman setia. Saya pikir saya kesepian karena gak punya pacar, tapi setelah berkenalan dengan beberapa lawan jenis, saya sadar bahwa mencari pacar itu tidak semudah yang kita inginkan. Dari sana saya tau bahwa mendapatkan pacar tidak akan mengubah keadaan saya yang membosankan. Yang membuat hidup saya berubah adalah ketika saya mulai memperbaiki diri dari hal-hal kecil misalkan lebih giat bekerja dan mandi setiap hari, saya mendapatkan cukup uang untuk menutup kebutuhan pribadi seperti bayar listrik dll. Kalo kebutuhan terpenuhi, saya jadi lebih pede jalan-jalan kemanapun, saya meluangkan waktu lebih banyak dengan orang-orang yang asyik, tau-tau dapet pacar tanpa dicari-cari.

Setelah punya pacar..

Berbeda dengan sewaktu jomblo, saya bisa pergi kemanapun tanpa repot-repot memberi kabar. Paling sebelum berangkat bilang dulu ke orang tua atau adik. Sekarang tiap mau kemana-mana harus bilang dulu ke pacar supaya tidak ada kecurigaan, terkadang merepotkan tapi dengan memberi kabar ini membuat saya merasa tidak sendirian. Lagipula kalau pacar sedang di luar dan mengkabari saya, rasanya sangat senang karena itu tandanya dia ingat saya. Kebetulan saya dan +hendri menjalankan bisnis bersama, jadi kami membagi tugas agar pekerjaan tidak berantakan, sama-sama terbuka dalam mengelola keuangan, dan memikirkan kebutuhan satu sama lain. Dulu sewaktu jomblo saya hanya memikirkan kebutuhan sendiri, tapi sekarang saya juga harus mengurus kebutuhan partner. Walaupun mencari nafkah itu tanggung jawab pria, tapi tidak ada salahnya wanita ikut membantu. Saya bukan wanita yang hanya duduk manis berdandan lalu shopping.

Buat kalian yang masih jomblo, nikmatilah kebebasan kalian karena setelah punya pacar nanti kalian tentu tidak akan se-bebas ini. Setiap pilihan ada konsekuensinya, begitupun ketika kalian mulai menjalani hidup berdua, tidak ada lagi "aku" karena yang ada hanyalah "kita". Kamu tidak bisa melakukan apa-apa sendiri karena pacar harus selalu dilibatkan, bekerja sama, tumbuh bersama, berkembang bersama.

Tuesday, January 6, 2015

Happy New Year, Happy Birthday

Pada tanggal 2 Januari 2015 saya berulang tahun yang ke 22. Walaupun usia saya bertambah, saya tidak merasa bertambah tua, karena saya ingin merasa muda terus menerus, melakukan segala macam perawatan agar tidak terlihat menua. Bukankah kebanyakan wanita ingin tampak muda lebih lama? Sebagai pebisnis kecantikan, saya merasa perlu mendalami anti-aging.


Menikah

Well, saya tidak menginginkan apa-apa karena saya sudah memiliki segalanya. Terkesan sombong tapi beginilah cara saya bersyukur. Menjalankan bisnis bareng pacar, punya 3 orang karyawan, apalagi yang dicari? Tinggal nikah, hidup bahagia dan menjadi tua bersama. Belum pernah saya merasakan hidup saya selengkap ini.

Gadget Off

Pernahkah kamu merasa kalau waktu yang kamu habiskan bersama pacar, teman, keluarga selalu terasa kurang? Tentu saja, jika saat bertemu dengan mereka kamu terlalu sering mengecek sosmed, waktu sebanyak apapun akan terasa kurang. Mulai sekarang saya ingin menyimpan hp ketika bersama mereka, berinteraksi sebagai manusia normal, karena moment tidak datang dua kali.

Membaca Lebih Banyak

Sampai kapanpun, buku akan tetap menjadi barang mewah. Hidup saya dipenuhi oleh kemewahan berlimpah ketika saya bebas mengkoleksi buku-buku, walau tidak sembarang buku. Membaca buku bukan sekedar hobi, tapi sebagai kebutuhan, simbol kedamaian dan keseimbangan, tujuan akhir. Ketika segalanya berjalan lancar, saya bisa membaca buku dengan tenang sampai tua.

Memasuki tahun baru, setiap orang punya resolusi masing-masing. Entah disebutkan atau tidak, kita adalah kita, yang bekerja keras dengan tujuan berbeda-beda. Saya tutup postingan ini dengan pepatah lama, "Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan."

hadiah dari pacar

Selamat Tahun Baru 2015!