Friday, September 12, 2014

REVIEW Glow Enhanz - Suplemen Pencerah Kulit

Melihat perubahan yang dirasakan oleh konsumen, saya jadi penasaran ingin membuktikan sendiri. Saya pikir dari stock barang yang saya sediakan untuk dijual, tidak ada salahnya saya ambil satu untuk konsumsi sendiri. Lagipula saya belum tau bagaimana rasanya membuka kemasan Glow, akhirnya saya buka deh..

Glow Enhanz
Deskripsi:
Glow Enhanz adalah suplemen makanan dari Mega We Care yang berfungsi untuk memelihara kesehatan kulit. Kandungan SKHN 2 Complex di dalamnya dapat membuat kulit tampak lebih cerah, membantu pembentukan kolagen, dan mempercepat proses pemulihan luka. Walaupun kandungan pencerah dalam Glow takarannya kecil, tapi produk ini banyak digunakan sebagai perawatan kulit apalagi untuk mereka yang menginginkan kulit lebih cerah.

Glow Enhanz 30 kapsul

Kemasan:
Dalam satu boks terdapat 3 blister masing-masing 10 kapsul lunak (softgel), berarti totalnya ada 30 kapsul. Di dalamnya juga terdapat kertas petunjuk pemakaian dan keterangan produk. Saya suka kemasan boks-nya karena terlihat cantik dan elegan, perpaduan abu-abu dan ungu. 

Glow Enhanz blister belakang

Glow Enhanz blister depan
Rasa dan Aroma:
Ada sedikit bau amisnya. Saya pikir suplemen ini terbuat dari tumbuhan laut, karena versi jadulnya GLOW mengklaim tidak dianjurkan kepada penderita alergi seafood. Tapi setelah cross-check brosur Glow Enhanz yang terbaru, suplemen ini terbuat dari tumbuhan bernama Gotu Kola dan Coenzym Q10 atau CoQ10. Tidak seperti obat-obatan pada umumnya yang terasa pahit, Glow manis di lidah dan gampang banget ditelan.

Perubahan:
Setelah pemakaian 1 blister (10 kapsul), saya merasakan kulit menjadi lebih cerah. Bangun tidur wajah gak pucat, gak kusam walaupun tanpa make up. Saya gak bilang suplemen ini bisa memutihkan, tapi kulit yang cerah itu beneran deh memuaskan apalagi pas di pipi keliatan merona kemerahan gitu seneng banget sama hasilnya :)

Testimoni Glow Enhanz
Kesimpulan:
Glow Enhanz bisa dikonsumsi pria dan wanita, dan sangat disarankan sebagai perawatan kulit jangka panjang karena bebas efek samping. Glow bekerja pada peredaran darah, meningkatkan produksi kolagen yang berfungsi memperbarui sel kulit. Setelah memakai Glow, kulit menjadi lebih cerah, tidak kusam, dan tidak pucat walau tanpa make up.

Ingat, penuaan intrinsik dimulai sejak usia 20 dimana produksi kolagen berkurang 1% setiap tahunnya. Sudah saatnya untuk memulai perawatan anti-penuaan dengan komposisi ringan seperti Glow Enhanz.

Pemakaian tidak dilanjutkan karena sisa 2 blister dijual ke teman, namanya juga penjual harus mengalah karena konsumen harus lebih diutamakan. Tapi walaupun saya berhenti minum Glow, hasilnya bertahan kok gak balik gelap drastis. Mungkin karena saya jarang keluar rumah kali ya. Seandainya saya punya kesempatan (saat ini stock Glow Enhanz rebutan), saya ingin melanjutkan pemakaian suplemen ini sebagai perawatan kulit jangka panjang.

Tuesday, September 9, 2014

Masih Ingin Jadi Penulis?

Saya pernah membuat angan-angan menjadi seorang penulis fiksi, menulis sesuatu untuk dibaca orang, dan saya pun terkenal. Ada beberapa alasan kenapa saya ingin jadi penulis, yang pertama adalah ketersediaan waktu dan fasilitas. I have a computer and internet, I can do everything.

Saya mencoba-coba menulis fiksi di catatan facebook, walaupun sulit tapi rasanya puas ketika mendapat pujian dari teman. Saya  mengirimkan artikel pengembangan diri ke situs majalah online, ketika dimuat dan mendapat hadiah voucher penerbitan buku, saya merasa bangga.

Ditambah saudara saya Uyo Yahya mendukung cita-cita saya menjadi penulis, meski teman-teman menertawakan karena mereka tidak tahu bagaimana penulis bisa menghasilkan uang, saya tetap percaya diri untuk terus menulis.

Namun apa daya nasib menjadikan saya penjual obat herbal, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh saya. Yang benar saja. Saya yang sejak SMP meski sedikit nakal tapi bercita-cita jadi seorang penulis, kemudian memilih jurusan Teknik Broadcasting di SMK untuk belajar perfilman. Setelah lulus sempat menganggur karena Production House yang membutuhkan jasa saya untuk menulis skenario film indie hanya bekerja ketika ada proyek, jadi saya menerima tawaran bekerja di Agen Obat Herbal sebagai marketing lalu diangkat jadi staff admin.

Setahun bekerja di Agen Obat Herbal memberi saya bekal untuk berwirausaha, meski dalam hati saya masih bertanya-tanya apakah masih ada kesempatan bagi saya untuk jadi penulis. Bahkan di masa-masa terpuruk pasca kegagalan berbisnis, saya sempat berpikir apakah ini pertanda bahwa saya tidak cocok di bisnis obat dan lebih baik jadi penulis saja. Tapi ketika berkonsultasi dengan David Raja, beliau memberikan kalimat sakti; "Siapa pun tidak akan cocok dalam bisnis apa pun jika dia berhenti di tengah jalan."

Sejak saat itu saya lupa kapan terakhir kali saya menulis fiksi. Untuk apa menulis fiksi kalau saya bisa menulis artikel di blog sendiri.

Melihat perkembangan usaha dan aset yang saya miliki saat ini, sepertinya saya akan melupakan keinginan saya untuk jadi penulis. Saya lebih senang berbisnis. Karena dalam berbisnis sekalipun, tetap dibutuhkan skill menulis baik itu update di sosial media maupun saat berinteraksi via chatting dan email. Hidup adalah pilihan, tidak memilih juga merupakan pilihan. Sering kali apa yang kita pilih bukanlah sesuatu yang kita sukai, tapi sesuatu yang kita kenali sebagai jati diri.

Monday, September 8, 2014

REVIEW Viva White Clean & Mask Refreshner

Boleh dibilang produk Viva itu murah-murah. Hampir semua produk Viva harganya terjangkau, dan yang ingin saya ulas kali ini adalah Viva White Clean & Mask Refreshner, pencuci muka sekaligus masker. Harganya terjangkau lho, gak sampai 10.000.





Viva White Clean & Mask ini memiliki double fungsi: pencuci muka sekaligus masker. Yang membuat saya tertarik membeli, adalah karena praktis dan hemat - cukup satu produk bisa untuk mencuci wajah sehari-hari dan dijadikan masker seminggu sekali. Tapi saat digunakan sebagai pencuci, produk tidak mengeluarkan busa. Jadi saya putuskan pakai produk ini sebagai masker saja :D



 

Saya menggunakan produk sudah lebih dari dua bulan, saat review ini dibuat, produk sudah hampir mau habis, sepertinya itu drop yang terakhir. Setiap kali selesai maskeran, saya tidak merasakan perubahan apa-apa selain wajah yang terasa lebih bersih, fresh, dan tidak kering. 

Biasanya selesai maskeran kulit wajah suka jadi kering dan butuh ekstra pelembab, tapi setelah pakai masker ini nggak. Kondisi kulit saya penampakannya seperti ini:


Kelebihan: Harga terjangkau, praktis, dapat melembabkan kulit kering.
Kekurangan: Sebagai pencuci kurang efektif.
Repurchase? No, I want to try another mask.

KesimpulanViva White Clean & Mask lebih efektif dijadikan masker ketimbang pencuci. Kalau dijadikan pencuci saya meragukan kemampuannya dalam mengangkat kotoran karena busa sedikit jadi serasa dibilas pakai air aja. Kalau kamu berjenis kulit kering dan sedang mencari masker, produk ini boleh dicoba.

Saturday, September 6, 2014

Cara Bangkit dari Keterpurukan


Satu tahun yang penuh dengan keterpurukan telah saya lewati. Itu semua adalah pelajaran tentang menerima, merelakan, melepaskan, dan membangun. Dari pengalaman saya dalam berbisnis ada 3 faktor penyebab kegagalan, yaitu:

  1. Faktor Internal, penyebab yang berasal dari diri sendiri. Sebelum kegagalan itu terjadi, terlebih dahulu seseorang akan merasa semangatnya berkurang, bahkan minatnya hilang tak berbekas. Kalau kamu berpendapat bahwa bisnis itu tentang bagaimana kita mengatur mood, maaf kamu tidak sepenuhnya benar. 
  2. Faktor External, berasal dari keluarga, teman, atau mitra yang tidak supportif. Tidak mendapat dukungan dari keluarga membuat kita bertanya-tanya apakah yang kita lakukan ini benar, teman yang tidak supportif menghambat perkembangan bisnis kita. Sedangkan mitra yang hanya mementingkan keuntungannya sendiri tanpa mensejahterakan kita, adalah kondisi yang tidak sehat.
  3. Takdir. Skip this point.


Jika kamu merasa sudah mencoba semua usaha tapi masih belum menemukan titik terang, mungkin kamu melupakan hal-hal di bawah ini.

Lupakan Dendam

Kegagalan menyisakan luka batin yang membekas di ingatan, sama seperti bekas jerawat yang susah dihilangkan. Perasaan terluka itulah yang membuat saya terus-menerus membawa serta kebencian kemana pun saya pergi, saya bawa tidur, kebencian itu adalah mimpi buruk. Sampai saya sadar bahwa di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa sesuai dengan apa yang saya inginkan. Berdamai dengan kenyataan adalah langkah awal memaafkan.

Dendam ibarat rantai yang memberatkan langkah, kamu tidak bisa terbang kalau masih ada rantai di kakimu. Lepaskan rantai itu agar kamu bisa terbang. Dan jika kamu mencari cara untuk menghilangkan bekas jerawat, solusinya Pynocare penghilang flek.

Stay Organized

Membuat jadwal kedengarannya sepele, tapi bagi saya ini sangat berpengaruh ke dalam perkembangan bisnis. Orang kehilangan semangat bekerja bukan karena penjualan menurun atau pendapatan menipis, tapi karena ia mulai bingung apa lagi yang harus ia kerjakan sehingga ia merasa semua yang telah ia lakukan tidak ada artinya. Jadwal membantu kamu bekerja lebih efisien, kamu gak perlu kerja gila-gilaan sampai larut malam jika itu hanya menyebabkan kamu gampang sakit. Stay organized = Disiplin.

Terus Bergerak

Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena itu hanya akan membuat kamu semakin terpuruk. Kamu harus yakin bahwa apa yang kamu lakukan adalah benar, kecuali kamu merasa ada yang salah, perbaiki. Jangan terlalu banyak berpikir. Kalau sudah yakin, lakukan saja. Percaya diri adalah kuncinya. Nanti setelah kamu berhasil bangkit dari keterpurukan, mungkin kamu akan sadar bahwa galau di sosmed itu menjijikkan =))

Tuesday, September 2, 2014

Halo September


Agustus saya kebobolan nyiapin kado ulang tahun untuk tiga teman sekaligus, kalau bisa nawar jangan barengan Agustus semua dong. Tapi untungnya kebobolan itu tidak memberi dampak yang berarti ke perekonomian saya, karena alhamdulilah penjualan di bulan Agustus mencapai 188 pcs dan perusahaan ngasih bonus untuk penjualan 144 box Glow Enhanz. Saya senang bisa membantu meringankan beban keluarga dan punya hp baru :)

September ini saya mulai mempekerjakan seorang pegawai, +Ai Wida untuk mengurus web Elsawati.com, mohon maaf ya kalau terkadang komentarnya sedikit kurang nyambung karena dia masih belajar ngeblog hehehe. Tapi walaupun masih pemula dalam hal blogging, saya akui dia tidak gaptek-gaptek amat (sudah lancar mengoperasikan komputer), dan kemampuan dia dalam menulis artikel juga lumayan. Tinggal diarahkan sedikit lah :D


Selama ini saya sudah merasa nyaman dengan sistem pengiriman barang yang dilakukan secara terpisah, saya disini hanya mengerjakan segala hal yang berurusan dengan marketing: menggarap website, promosi di sosial media, melayani pemesanan. Semua barang saya simpan di suatu tempat dalam bentuk saldo, kemudian ketika ada pemesanan, saya kirim orderan berupa email. Selanjutnya saya tinggal menunggu laporan nomor resi. Kelemahan sistem ini, saya tidak bisa mengontrol barang dan hal-hal lain yang berkaitan dengan teknis.

Jadi saya tertantang untuk keluar dari zona nyaman, dengan melakukan pengiriman di tempat sendiri. Pemasaran, pemesanan, dan pengiriman dilakukan di tempat yang sama. Sehingga saya memiliki kendali sepenuhnya atas semua barang saya. Sebelumnya saya sudah memperkirakan bahwa di awal-awal, akan terasa berat oleh biaya operasional seperti bensin (bolak-balik ke kantor JNE), lakban, gunting, lem, dll yang berhubungan dengan packing. Tapi saya yakin apabila bisnis saya terus berkembang, perihal ini bukan kendala yang berarti.

Sekarang saya tidak perlu risih lagi dengan anggapan tetangga yang semula beranggapan pekerjaan saya gak jelas, karena mereka sudah bisa lihat orang-orang ekspedisi sering mengantarkan barang ke rumah saya dalam jumlah besar, dan karyawan yang keluar masuk rumah saya pada jam-jam tertentu. Inilah yang dinamakan usaha mandiri. Keadaan dimana kamu bisa mengontrol segalanya sendiri, tanpa campur tangan dari orang luar. Dengan berdiri sendiri, kamu bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.