Wednesday, December 28, 2016

Baby's Daily Skincare Routine


Gak terasa udah 10 bulan usia anakku. Berarti udah 10 bulan dong ya aku jadi ibu hehehe. Sebagai ibu tentunya aku sangat menikmati momen-momen spesial bersama anak, seperti menyusui, nemenin dia bobo, memandikan dan memakaikan baju. Karena aku gak mau momen itu berlalu begitu aja, aku ingin mengingat semuanya dengan caraku.

Kulit bayi memiliki kondisi kulit yang hampir sempurna; mulus, bersih, lembab namun sensitif akan pengaruh lingkungan. Menurut penelitian, bakteri demodex ditemukan lebih sedikit pada kulit bayi dibanding kulit orang dewasa. Mumpung kondisi kulit bayi masih bagus, jika dirawat dari sekarang mudah-mudahan kebawa sampai dia tumbuh besar.

Sebelum menulis review ini aku sudah siap dengan berbagai judgemental miring seperti: dicap sebagai istri yang boros oleh ibu-ibu lain, terlalu berlebihan dalam merawat anak, dsb.

Sebelum kalian mengecap aku seperti itu ada alasan yang perlu dipertimbangkan. Kulit anakku tergolong sensitif, mudah terkena gatal-gatal akibat biang keringat. Icha (panggilan sehari-hari Raisa) adalah anak yang aktif dan lincah dibanding anak-anak seusianya sehingga ia mudah berkeringat. Dia pernah terkena gatal-gatal alergi hampir di sekujur tubuhnya, sudah berkonsultasi ke dokter spesialis kulit sehingga aku sebagai ibu gak kepengen kasus itu berlanjut dan mencegah itu terjadi lagi sebisa mungkin.

Rangkaian perawatan kulit punya Icha sebenarnya murah-murah karena semuanya produk lokal. Sekali-kalinya pakai produk impor cuma Sebamed Care Cream doang, itu pun pas dia lagi kena gatal-gatal parah, setelah sembuh ya balik lagi ke produk lokal hehehe biar hemat. Tapi kayaknya sekarang harus beli Sebamed lagi karena di telapak tangan dan kakinya udah mulai bermunculan kutu air yang susah hilang, ada saran?

Dimulai dari persiapan sebelum mandi. Karena kulit bayi sensitif jadi sebelum disiram air supaya gak kaget dan mudah luruh kotoran-kotoran dan sel-sel kulit mati, dioles pakai baby oil. Ngolesnya harus sambil pijat-pijat perlahan terutama di daerah lipatan seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Disini aku pakai Cussons Baby Oil. Kenapa harus merk Cussons? Gak ada alasan tertentu sih, cuma karena dia murah dan isinya lebih banyak dibanding merk lain.


Lanjut ke kamar mandi. Awalnya aku pakai sabun batangan karena mertua yang beliin, tapi ternyata soap bar gak praktis dibawa-bawa. Icha kan sering dibawa nginep di rumah neneknya, otomatis perlengkapan mandi juga dibawa dong (kalau gak mau beli ngedadak disana). Yang paling mudah dibawa itu yang bentuknya cair. Karena sudah terlanjur dibeliin merk Cussons jadi aku pilih sabun cair Cusson's juga hehehe yang varian Anti Bacterial Wash. Ini bisa sekaligus shampo, soalnya rambut bayi masih tipis jadi belum terlalu butuh produk shampo terpisah. Aku pilih yang ada kandungan anti bakteri karena Icha mudah kena gatal-gatal akibat biang keringat.


Dikeluarin sedikit aja busanya banyak apalagi kalau pakai shower puff. Icha seneng banget saat-saat mandi, karena dia bisa main air, seringkali gak mau diajak udahan tapi tetep aja pada akhirnya aku bujuk dia supaya gak kelamaan main airnya takut masuk angin hihihi.

Ceritanya nih Icha sudah dibalut pakai handuk, kulitnya ditepuk-tepuk pelan biar kering. Nah saatnya pakai lotion. Wih keren nih kecil-kecil udah pakai lotion, udah kayak ibunya aja, huahaha..


Aku pilih Cussons Baby Calamine Lotion karena produk ini mengklaim bisa mencegah gatal-gatal akibat biang keringat. Kalau dari merk lain aku gak nemu produk yang bisa kayak gini. Teksturnya agak aneh pas pertama kali dikeluarin, tapi kesini-kesini terbiasa juga karena dipakai tiap hari. Walaupun sudah pakai anti bacterial wash dan calamin lotion, sepertinya Icha masih suka garuk-garuk di perutnya terutama pas cuaca lagi panas. Yah mau gimana lagi emang anaknya gak bisa diem hehe tapi segini lumayan lah. Di foto, label kemasan terlihat sobek bagian bawah ya, itu bekas digigit-gigit Icha pas lagi gak ada kerjaan. Untungnya label gak kemakan.

Kalau calamine lotion dipakai sesudah mandi pagi, beda lagi sesudah mandi sore pakai Johnson's Baby Bedtime Lotion supaya Icha tidur nyenyak di malam hari. Tekstur agak cair dan lengket. Sewaktu usianya masih new born (1-3 bulan) bedtime lotion ini gak terlalu berpengaruh karena basicly jadwal tidurnya belum teratur, tapi setelah 5 bulan ke atas, baru kerasa efeknya. Icha selesai berpakaian jam 5 sore, nyusu dari jam 6 sampai jam 7 malem, habis itu dia tidur lama. Kebangun lagi jam 12 tengah malem dan jam 3 dini hari minta nyusu aja terus tidur lagi. Menurut aku segini sih lumayan gak terlalu begadang kayak pas awal-awal lahiran. Paling begadang kalau Icha lagi sakit tapi alhamdulillah dia jarang sakit, cuma itu aja masalah kulitnya yang gampang kena gejala begini begono.


Berhubung Icha selalu pakai popok 24 jam dari usia 1 bulan, dilepas cuma pas lagi mandi, jadi aku sedia Bambi Rash Cream buat jaga-jaga kalau di selangkangan ada lecet. Tapi sekalinya lecet cuma pas di awal-awal pemakaian popok, setelah itu sampai sekarang nggak. Bambi ini juga bisa dipakai di daerah kulit lain yang merah-merah iritasi ringan. Kalau Icha pakainya di perut dan leher karena bagian ini yang suka ada merah-merahnya. Bambi ini awet banget karena dipake cuma sedikit-sedikit, dari mulai Icha lahir sampai sekarang terhitung dua kali purchase. Malah sekarang jarang dipake.


Ini ada satu perawatan khusus, sebenarnya aku gak reccomend karena harus dengan resep dokter. Untuk masalah kulitnya yang gampang kena kutu air Icha diolesin tipis-tipis salep Cinolon. Diolesinnya pas Icha lagi bobo, karena dia gak bisa diem jadi biar gak ada bagian yang terlewat. Dalam menghilangkan kutu air salep ini lumayan ampuh meski prosesnya agak lama dan gak boleh dipakai jangka panjang. Salep ini juga tersedia di apotek.


Kadang aku suka lupa urutan antara lotion - minyak telon - bedak atau minyak telon yang pertama kali dioles. Tapi aku mikirnya kalau keduluan minyak telon takut lotion nya gak terserap maksimal. Asal pengolesan lotion dilakukan dengan cepat sebelum bayi kedinginan ya gak masalah dong ya, yang penting setelah pakai minyak telon gak perlu khawatir masuk angin.



Kadang aku bingung ya, apa pentingnya bayi pakai bedak. Selama ini pakai bedak bayi karena sudah dari jaman dulu orang tua familiar dengan bedak bayi. Malah bisa dibilang yang paling populer itu minyak telon dan bedak bayi, kalau lotion dan yang lainnya kalah tenar. Tapi demi kulit Icha yang selalu terjaga dan terawat tentu saja perawatan dia harus maksimal!

Masih ada lagi nih Cussons Baby Cream varian Blueberry & Yoghurt. Karena bentuknya jar seperti cream wajah pada umumnya, jadi aku pakaikan di bagian wajah saja. Diolesin tipis-tipis karena kalau nggak dikasih cream ini, kulit dia beruntusan. Walaupun beruntusan itu bisa hilang sendiri tapi kan selagi bisa dicegah kenapa tidak. Masa tubuhnya dirawat, wajahnya nggak. Awet banget ini sekali beli belum habis-habis.



Di akhir postingan ini ada dua produk yang bukan tergolong skincare, tetapi aku perlihatkan sebagai bahan tambahan karena kalau nggak dimasukkin rasanya ada yang kurang gitu.




Jadi kalau perawatan kulitnya udah beres, aku kasih Cussons Baby Cologne beberapa tetes di pakaian. Wanginya lumayan enak, bebas alkohol, tapi sayang gak bertahan lama. Padahal aku berharap Icha wangi terus. Tetapi ya sudahlah, yang penting kan dia mandi rutin dua kali sehari ya, yang penting pada jam-jam keluar rumah dia keliatan habis mandi, keliatan gaya! Kalau anaknya aktif mau dikasih pewangi juga ntar keringetan lagi.



Botol kuning pada gambar di atas adalah Cussons Hair Lotion, aku anggap ini vitamin rambut anak. Labelnya copot karena dimainin sama Icha. Pas lagi dirawat kulitnya, Icha biasanya sambil mainin apa gitu, dan benda yang pertama kali menarik perhatiannya seringkali berwarna kuning. Jadilah hair lotion ini korban hehehe. 

Gak niat beli ini sih, cuma kebetulan aja sepaket sama skincare Cussons. Produk ini awet karena bentuknya cairan, sekali pake dua tetes udah cukup ke seluruh rambutnya Icha yang tipis-tipis. Namanya juga bayi ya lama banget tumbuh rambutnya. Ada sih anak seusianya yang punya rambut lebih lebat, sampai aku disaranin pake minyak kemiri, tapi untuk saat ini aku pengen ngabisin produk hair lotion ini dulu soalnya mubazir kan kalo gak kepake.

Tambahan nih, foto terbaru Icha pas 10 bulan! :D



Kesimpulan: 

Melakukan perawatan bayi dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan kedisiplinan. Ada saat-saat dimana aku malas melakukan ini semua, bosan dengan rutinitas perawatan dia yang ribet. Tetapi dengan melihat dia tertawa, tiba-tiba saja aku semangat lagi. Untuk ukuran seseorang yang manja sepertiku, kadang aku heran darimana aku bisa dapet kekuatan yang gak ada habisnya dalam mengurus Icha. 

Memang jauh lebih mudah kalau cuma dipakaikan minyak telon dan bedak saja, akan tetapi tidak semua bayi memiliki kondisi kulit yang cukup kuat menghadapi ancaman lingkungan. Kebetulan aja Icha gampang kena gatal-gatal, jadi aku sebagai ibunya menerima hal itu dan memilih untuk merawat dia secara intensif. Apakah orang tua harus memberikan ini semua atau tidak, semuanya kembali ke diri masing-masing.

Tuesday, October 18, 2016

Wardah DD Cream C-defense Review in Natural



Pernahkah kamu menemukan satu dua orang wanita yang warna kulit wajahnya berbeda dengan leher? Kasus seperti ini sering kita temui dimana-mana. Penyebabnya bisa kulit wajah menjadi lebih gelap akibat lebih sering terpapar sinar matahari, atau pemilihan shade make up (bedak, foundation, BB cream, dsb) yang tidak sesuai warna asli kulit.

Saya akui, memilih foundation yang memiliki warna sama dengan kulit asli kita itu susah banget! Bahkan sekalipun saya sudah memilih shade yang paling gelap dari BB Cream merk A, tetap saja terlalu terang di kulit wajah saya (mungkin karena BB Cream yang saya beli waktu itu shade-nya menyesuaikan dengan kulit orang Korea yang mayoritas sudah lebih putih dari orang Indo).

Suami juga sering komen, "Make up kamu kok belang ya."
Saya tanya, "Belang gimana?"
"Ya keliatan beda sama leher.." jawab suami.

Sejak itu saya menyadari bahwa saya harus mengganti BB Cream maupun alphabet Cream lainnya yang punya tekstur lebih ringan. Kemudian saya menemukan Wardah DD Cream C-defense di blognya Sister Dyne.

Wardah DD Cream C-defense ini memiliki 2 shade yaitu Light dan Natural. Menurut beberapa review yang saya baca-baca, shade Natural memiliki tone kekuning-kuningan dan aman dipakai kulit sawo matang sekalipun. Karena kulit saya kuning langsat otomatis saya merasa "Oh, inilah yang aku cari-cari selama ini!" walaupun wajah saya sudah lebih gelap dari leher dan dada akibat lebih sering terpapar sinar matahari.

DD Cream berasal dari sebutan Daily Defense (pertahanan sehari-hari), atau ada juga yang menyebut Dynamic Do all (mengerjakan semua secara dinamis). DD Cream dapat menutupi kekurangan di wajah seperti noda-noda hitam sekaligus merawat kulit. DD Cream juga memiliki tekstur yang ringan seperti BB Cream (berasal dari sebutan Blemish Balm yang artinya 'menutupi kekurangan').

Wardah DD Cream C-defense tinggi vitamin C, bekerja sebagai antioksidan, mencerahkan dan meratakan warna kulit. Saya beli online harga 25.000 untuk ukuran 20 ml. Warna kemasannya orange - jeruk sesuai dengan tema 'vitamin C'. Datang dengan box, botol tube dan tutup fliptop.





Ini saya coba tes ke kulit tangan, sebenarnya ini kebanyakan ngeluarinnya. Karena tekstur cream sedikit encer jadi tekan sedikit saja gampang keluar.



Entah karena pencahayaan atau emang benar produk ini bikin kulit keliatan lebih cerah dari sebelumnya. Agar bisa lebih yakin, saya aplikasikan ke seluruh wajah. Produk ini dibubuhkan sedikiiiit saja kalau diratakan bisa menutupi seluruh permukaan wajah, lho. Biasanya agar lebih merata saya pakai blender sponge.


Kedua gambar di ambil pada hari yang sama, tempat yang sama, pengaturan kamera juga sama. Mungkin pencahayaan sedikit berbeda karena cuaca disini berubah-ubah kadang cerah kadang mendung.

Di sebelah kiri (before) tampak wajah saya polos belum benar-benar make up. Baru pelembab, ngebentuk alis sama lipstick tipis-tipis. Tampak wajah lebih gelap dari dada, OH NO mata panda, dan bintik hitam yang berasal dari bekas jerawat membandel.

Setelah memakai Wardah DD Cream C-defense sebelah kanan (after), nggak cuma bintik hitam aja, mata panda juga tertutupi jadi nggak perlu pakai concealer lagi haha. Warna kulit wajah jadi lebih cerah merata walaupun tetap saja masih numpang sama kulit leher, tetapi it's OK yang ini lumayan mendekati daripada BB Cream sebelumnya.

Saya nggak tau apakah dalam jangka panjang bintik hitam bisa benar-benar hilang karena baru mencobanya sekali. Tekstur-nya ringan banget terasa gak pake apa-apa, this is what I love. Kalau kamu merasa terbantu dengan tulisan ini, silakan like halaman facebook blog ini Old Sunday untuk mendapatkan update artikel terbaru minggu depan. See you and be awesome! ^^

Thursday, August 25, 2016

Wet n Wild Megaglo Contour Palette & Brush Review


Teknik Contouring adalah seni menonjolkan sisi terbaik dari bentuk wajah kita. Sebagai beauty antuasiast yang hobi belajar make up, sekarang aku mau upgrade dandanan aku agar sedikit lebih enak dilihat.

Biasanya Contouring Kit terdiri dari 3 palette yaitu higlight, contour, dan bronzer malah ada yang punya 4 pallete berikut dengan blush. Berhubung aku sudah punya blush on sendiri dan supaya proses belajar contouring nggak dipusingkan oleh penempatan bronzer di wajahku, jadi aku putuskan untuk membeli Contouring Kit yang hanya berisi 2 yaitu highlight dan contour.

Kebetulan sekali pada saat yang sama, Supplier Kesayanganku mendatangkan Wet n Wild Megaglo Contouring Palette berikut dengan Contour Brush-nya. Harganya terjangkau masih di bawah 100.000 tetapi packaging kaca terkesan mewah dibanding Contouring Kit merk lain. Minusnya ini gak bebas dibawa bepergian karena takut retak. Supplier juga sempat mengingatkan agar tidak pecah dalam pengiriman sebaiknya packing kayu, akan tetapi berhubung aku gak mempermasalahkan dengan kondisi barangnya nanti jadi cuma dilapis bubble pun aman.

Megaglo ini adalah formula baru dari versi sebelumnya, Coloricon. Sama seperti Coloricon, Megaglo punya 2 shade yaitu Dulce de Leche dan Caramel Toffee cuman yang keluaran baru ini kandungannya lebih disempurnakan. Megaglo yang aku ulas disini adalah shade Dulce de Leche, shade yang terbilang aman untuk kulit orang Indonesia. Kalau yang Caramel Toffee higlight-nya lebih kekuning-kuningan.

1. Megaglo Contouring Pallete in Dulce de Leche







Aku kira dia kecil seukuran bedak, ternyata dia lebih besar dari perkiraan, diameternya 10 cm.
Di bagian belakang sudah ada petunjuk penggunaan ya untuk memudahkan pengguna dalam menerapkan produk tersebut. Kayak highlight ditengah dahi, bawah alis, batang hidung, bawah mata. Umumnya Contouring Kit ini dipakai step terakhir dalam berdandan.

Pada bagian pembuka, sebenarnya ada segel hitam ya dia strong banget kayak lakban jadi kamu bisa bedain kondisi baru dan bekas darisana.

Dari teksturnya sendiri, Megaglo ini beneran haluuuus banget. Cuman ketika ditotol pakai brush, powder-nya meluber kemana-mana jadi agak merepotkan harus ngelap pinggiran kecuali kalau sedang buru-buru ya dibiarkan saja mengotori kaca penutup.

Pas aku coba totol pake jari sih ya, contour ini nggak terlalu gelap di kulitku. Lalu, bagaimana dengan highlight-nya? Let's see!

2. Wet n Wild Contour Brush




Ini brush-nya sudah aku buka dari plastiknya ya, agar bisa lebih jelas difoto. Ketika dipegang, dia lebih berat dari unbranded powder brush yang aku punya. Ya namanya juga ber-merk kali ya hohoho..

Pada bagian gagang, ada penempatan jari agar kita merasa nyaman memegangnya. Kalau dari kualitas bulu, aku nggak menemukan perbedaan apa-apa dari WNW dan unbranded punyaku, keduanya sama-sama mulus dan kembali ke bentuk semula ketika diusap.

Wet n Wild Contour Brush ini terbuat dari serat Polimax sintetis agar bisa menahan cream, powder, dan liquid tanpa menyerapnya. Ketika aku coba memakai Megaglo Contouring Pallete dengan Contour Brush ini, ya memang benar brush dapat menahan powder dan mengaplikaskannya dengan baik ke wajah. Tetapi tidak saat aku aplikasikan bb cream yang berbentuk liquid. Hasil pulasan tidak merata karena liquid banyak menembel di brush. Kesimpulannya, Contour Brush dari Wet n Wild ini selain untuk contouring hanya bisa untuk blush on dan bedak tabur. Jangan pernah gunakan pada foundation atau bb cream.

3. Hasil Pemakaian

Kedua fotoku ini diambil pada hari yang sama, sebelum dan sesudah memekai Megaglo Contouring. Foto ini diedit hanya diberi tulisan, selain itu tidak dirubah sedikit pun agar kita bisa melihat perbedannya. Walaupun pencahayaan di kedua foto tidak sama tetapi cukup jelas kalau di before (kiri) hasil make up belum sempurna, masih numpang di bagian dahi dan kulit kepala, numpang antara wajah dan leher, tampak pucat dan berasa kayak topeng. 

Padahal aku sudah pilih shade yang paling gelap dari Precious Mineral BB Cream Cotton Fit tapi tetap saja numpang. Aku suka bb cream ini karena ringan banget dan coverage-nya bagus.

Setelah menerapkan Megaglo Contouring, aku bisa langsung menemukan perbedaan. Bagian dahi dan kulit kepala jadi nggak numpang, pipi lebih berdimensi, lebih enak dilihat. Udah gak kayak topeng lagi. Sayang ini hightlight-nya tidak terlalu mencerahkan karena aku tidak melihat kemajuan apa-apa pada bagian bawah alis dan bawah mata. Di bagian dagu, masih numpang sama leher karena aku terlalu sedikit membubuhkan contour, tetapi untuk keseluruhan aku sudah cukup puas dengan Megaglo Contouring ini.


Kesimpulannya aku jadi tahu bahwa dandan berlapis itu tidak selalu berarti menor. Justru yang namanya dandan itu baik untuk santai maupun formal harus disempurnakan sampai akhir, jangan cuma poles dikit-dikit langsung cuss. Salah-salah kalau bedakmu terlalu terang di kulit malah satu lapis itu yang dibilang menor. 

So, buat kamu yang ingin menyempurnakan hasil akhir make up, jangan lupakan contouring ya!

Wet n Wild Megaglo Contouring Palette ini bisa kamu dapatkan di:
Instagram natureveshop - Line natureveshop - Whatsapp 083827560555

Wednesday, August 24, 2016

Yang Satu Kebanyakan Berdoa, Yang Satu Lagi Tidak Berpikir Cerdas



Sebagai online shop tentunya hari-hari saya tidak jauh berbeda dengan pedagang-pedagang pada umumnya. Bertemu dengan berbagai macam karakteristik orang, yang serius beli tanpa basa-basi, yang cerewet tapi akhirnya ada yang jadi beli, dan terakhir yang cuma tanya-tanya doang. Dari 10 undangan bbm yang tanya-tanya bisa jadi yang akhirnya deal itu cuma 2-3 orang. Jadi memang bagi saya penolakan itu sudah biasa, toh selama ini saya cuma balas pesan kok, nggak bertatap muka langsung..

Tetapi, kesabaran juga ada batasnya. Saya follow beberapa online shop di facebook dan instagram, rata-rata yang cepat berkembang sih di instagram, dan setelah saya amati mereka terkadang mem-posting perilaku konsumen yang di luar batas. Menurut saya sah-sah saja diposting karena saya juga merasakan bagaimana posisi sebagai mereka.

Maka dari itulah, hati-hati kalau belanja online. Jangan karena kamu tidak bertatap muka lantas kata-katamu tidak dijaga.

ANDA SOPAN KAMI SEGAN

Kalimat di atas sangat berlaku. Konsumen yang tidak sopan tidak akan mendapat respon positif dari penjual. Malahan Suplier Kesayangan Saya punya motto begini:

"DISINI BUKAN TEMPATNYA KONSUMEN YANG GAK SABARAN,
TIDAK TERIMA ORDER BURU-BURU"

Dan memang Suplier saya itu nomor satu dalam pelayanan, masuk daftar toko terlaris ketiga di tokopedia.

***

1. Konsumen yang tidak mau booking, tapi ngotot ingin kebagian barang. 

Kebetulan barang sekarang ini memang susah didapat dimana-mana. Stock di distributor sangat terbatas maka dari itu saya berlakukan sistem Pre Order. Intinya sih supaya konsumen kebagian barang maka harus melakukan booking sebelum barang tersebut masuk gudang kami, dengan begitu dia akan diprioritaskan, dan jika dalam jangka waktu tertentu barang yang dijanjikan tidak ada maka dana pembayaran otomatis kembali.

Lucunya nih ya, konsumen yang satu ini tidak mau melakukan booking karena maunya ada uang ada barang. Tapi ketika saya tidak bisa menjanjikan barang untuk dia, dia malah membujuk saya (dia tidak tahu saya perempuan), "Pak, permudahlah jangan dipersulit, semoga Allah SWT memudahkan urusan kita.. Amin."

Lalu saya bilang, "Kalau mau dapat barang harus berusaha Pak, jangan cuma berdoa. Kalau sudah mencari-cari di apotik tapi gak ketemu, artinya harus beli online. Silakan cari di tokopedia, semua transaksi aman kok, yang jual barang tersebut bukan saya aja, gak beli di lapak saya juga gak apa-apa."

"Doa itu senjatanya orang Muslim.. Maaf, situ muslim atau bukan?"

Bukannya saya menyepelekan doa, tapi kalau berdoa terus menerus dan usahanya minim sama aja boong. Doa harus dibarengi dengan ikhtiar. Dan yang saya kurang suka, dia itu seolah menyudutkan non muslim. Semua agama mengajarkan berdoa hanya saja berbeda caranya, tidak untuk menekan orang lain. Apalagi dalam jual beli itu harusnya saling menguntungkan, gunakan logika jangan berbicara tentang sara.

2. Sudah berlangganan di satu toko, masih meragukan keaslian barangnya.

Ada satu konsumen yang dari dulu cerewetnya minta ampuun.. Ujungnya beli satu barang.

Kalau saya berbelanja di satu toko membeli barang A yang sudah terbukti bukan barang palsu, maka saya akan berkesimpulan bahwa barang B yang ada disana juga pasti asli. Apalagi A dan B masih satu pabrikan. Tetapi ya namanya juga beda orang beda pemikiran ya, Glow Enhanz yang dia beli tidak cukup membuktikan bahwa Pynocare yang ada di saya asli..

"Kalau barangnya memang asli gak usah marah dong.."

Terus kalau situ dibilang jelek, marah gak? Kalau memang cantik gak usah marah dong.. Saya paling benci orang yang menggunakan perkataan seperti itu. Selain menyinggung perasaan orang lain, secara tidak langsung juga menghina. Walaupun tidak ada maksud menghina ya tetap saja menghina. Yang selingkuh juga bilangnya tidak ada maksud selingkuh.

***

Dua konsumen yang saya bicarakan ini sama-sama tidak cerdas, asal bicara dan tidak menggunakan logika. Jual beli itu hukumnya saling menguntungkan satu sama lain bukan merugikan sepihak baik itu materi ataupun non materi. Terus aja berdoa sampai barangnya datang sendiri.. Terus aja curiga mau barangnya asli atau bukan.. Menyedihkan!

Sebenarnya saya membalas pesan tanya-tanya kurang lebih selama 4 tahun, 1 tahun pertama kerja di orang, 3 tahun berikutnya buka toko sendiri. Kalau saya gak sabaran, dikit-dikit tersinggung, online shop saya mungkin tidak akan berjalan selama itu. Kebayang kan gimana sabarnya saya dalam menanggapi berbagai pertanyaan konsumen, sudah saya anggap makanan sehari-hari. Tetapi kali ini.. Terlalu sakit untuk dipendam.

Saya sangat mengharapkan pendapat dari teman-teman sekalian baik itu yang kebetulan mampir atau yang sudah biasa berbalas komentar dengan saya. Sekalipun hanya sekedar komentar, bagi saya sudah lebih dari cukup untuk menghibur :)

Tuesday, August 16, 2016

Review Maybelline New Baby Skin Instant Pore Eraser (Primer)


Bagi yang sudah berpengalaman atau sekedar hobi dandan pasti sudah tak asing lagi dengan primer, dasar make up yang berfungsi menyamarkan pori-pori agar foundation lebih mudah diratakan dan menempel di wajah lebih lama. Primer juga berfungsi menahan minyak di wajah, sehingga riasan tidak mudah luntur. Beberapa primer dari brand tertentu memiliki kinerja yang berbeda-beda tergantung kualitas produknya (atau harganya.. wkwkwk).

Ini adalah primer kedua yang saya coba, namanya New Baby Skin Instant Pore Eraser dari Maybelline. Kalau saya mendengar nama Maybelline, saya langsung ingat bedak dan mascara-nya karena kedua item tersebut lebih mudah didapat di drugstore. Sayangnya Baby Skin ini masih belum tersedia di toko-toko jadi kamu cuma bisa membelinya secara online.

Baby Skin Instant Pore Eraser ini mengklaim:
- Menyamarkan pori-pori secara instan, semulus kulit bayi dengan Blur Technology tanpa menyumbatnya. Karena ini tidak permanen ya saya percaya aja.
- Menahan kelebihan minyak agar foundation tidak cepat luntur.
- Membuat hasil riasan bertahan lebih lama.

Sebelum membeli primer saya punya 3 pertimbangan, yaitu antara LA Girl Pro Prep, Rimmel Stay Matte, dan Baby Skin.

LA Girl Pro Prep kelebihannya punya harga paling murah dibanding Baby Skin dan Rimmel, tapi menurut review-review yang saya temukan di internet kebetulan mereka kurang puas dengan LA Girl Pro Prep malah bisa dibilang agak mengecewakan. Yeah, mungkin saya seharusnya tidak terlau berharap dengan produk murah.

Baca Review oleh Lydia disini: LA Girl Pro Prep HD Smoothing Face Primer Review

Sedangkan untuk Rimmel Stay Matte Primer kebetulan saya belum menemukan link artikel blog yang mengulas produk tersebut, saya baca review-nya di forum femaledaily memang sangat bagus untuk kulit berminyak, menutupi pori-pori dan garis senyum, akan tetapi jika digunakan pada kulit kering akan menjadi cakey (pecah-pecah). Berhubung kondisi kulit saya kering yang mungkin dipengaruhi cuaca dingin, saya jadi ragu sama Rimmel, ditambah lagi harganya mahal jadi semakin ragu.

Akhirnya saya memilih Baby Skin yang katanya lumayan aman dipakai semua jenis kulit. Karena harganya pertengahan, gak terlalu murah dan gak terlalu mahal, jadi saya sudah siap jikalau hasilnya tidak seperti yang dijanjikan. Meskipun begitu banyak yang bilang Baby Skin ini kualitasnya hampir menyerupai primer dari Benefit yang harganya dua kali lipat, hehehe..

Baca Review oleh Venny Firstyani disini: Maybelline New Baby Skin Instant Pore Eraser

Sekarang mari kita mulai dari segi kemasan. Produk ini ada di dalam kemasan tube 20 ml, berwarna biru pastel dan tulisan hot pink, a little bit baby look. Kalau saya sih kurang suka ya dengan warna-warna mencolok begini tapi ya sudahlah kan yang dimanfaatkan juga isinya bukan kemasannya hehehe. Ketika masih dalam kemasan baru, produk ini disegel plastik mika ya tapi sudah saya buka supaya lebih bagus difoto hahah.





Kalau dari segi aroma gak tercium bau apa-apa, dari tesktur dia berbentuk gel bening yang akan langsung menghilang jika diratakan pada permuakaan kulit. Dia gak cair, malah lebih padat. Jadi sebelum pakai primer Baby Skin ini pastikan kulit kamu sudah benar-benar diberi pelembab or moisturizer or semacamnya supaya hasilnya nggak pecah.

Benarkah dia bisa menyamarkan pori-pori?


Ini adalah penampakan kulit pipi saya yang sudah diperbesar, sebelum dan sesudah memakai Baby Skin. Selain pori-pori keliatan juga ada merah-merahnya dan ini jujur bikin saya gak pede karena terlihat pucat tanpa make up hiks.. Setelah memakai Baby Skin, memang pori-pori tersamarkan tapi tidak 100% blur. Dramatisasi iklan saat ini sudah dianggap wajar. Kalau ada yang bilang, mengaplikasikan foundation jadi lebih mudah menurut saya mah ya sama-sama aja. Mudah atau tidaknya diratakan tergantung dari skill dan especially merk foundation yang dipakai.

Benarkah dia bisa menahan minyak? Berapa lama riasan bisa tahan nempel?

Karena kondisi kulit saya cenderung kering, jadi saya gak terlalu mempermasalahkan, tapi pada saat saya berkeringat memang benar riasan tidak mudah luntur. Overall, untuk ukuran produk impor USA, hasil yang diberikan Baby Skin ini gak buruk-buruk amat. Saya akan memakainya terus baik itu ketika di rumah atau acara di luar.

Apakah kamu tertarik dengan produk ini? Hubungi kontak di bawah!
Instagram @natureveshop - Line natureveshop - WA 083827560555